slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Tenaga Surya Siap Menjadi Andalan Pasokan Listrik Global Menurut IESR

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan energi yang terus meningkat, tenaga surya muncul sebagai solusi yang menjanjikan. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah ini, Indonesia dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Membangun ekonomi berbasis tenaga surya tidak hanya akan memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan ketahanan energi nasional dan mempersiapkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Transformasi Energi Menuju Tenaga Surya

Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan bahwa transisi energi di Indonesia akan dilaksanakan secara bertahap. Proses ini seiring dengan penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang didukung oleh pemanfaatan energi alternatif yang ada di setiap wilayah, seperti panas bumi dan energi surya itu sendiri. Melalui pendekatan ini, DEN berupaya memastikan bahwa setiap daerah dapat memanfaatkan potensi energi lokal mereka secara optimal.

Menurut Sekretaris Jenderal DEN, Dadan Kusdiana, harapannya adalah agar energi yang dihasilkan dapat mencerminkan potensi masing-masing wilayah, sehingga biaya produksinya menjadi lebih terjangkau, khususnya di daerah terpencil. Hal ini penting mengingat banyaknya lokasi yang saat ini masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang tidak hanya mahal tetapi juga sulit diakses.

Penggantian PLTD dengan Energi Terbarukan

Dadan menegaskan bahwa beralih dari PLTD ke PLTS merupakan langkah penting dalam mengembangkan energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional. “Kebijakan ini sejalan dengan upaya internasional untuk meningkatkan ketahanan dan mengembangkan energi bersih. Pemerintah ingin mencapai dua tujuan: energi yang tahan lama dan energi yang lebih bersih,” ujarnya di Jakarta.

Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan untuk menghentikan operasional PLTD secara bertahap, sebagai bagian dari strategi mempercepat transisi ke energi baru terbarukan (EBT). Fokus utama dari transisi ini adalah pengembangan PLTS dengan kapasitas hingga 100 gigawatt.

Kesulitan dalam Transisi Energi

Meski ada kemajuan, Dadan mengakui bahwa transisi energi ini penuh tantangan, terutama di wilayah yang tergolong Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah meluncurkan program dedieselisasi yang dirancang untuk daerah-daerah terpencil. Program ini bertujuan untuk menekan biaya produksi listrik, mengurangi ketergantungan pada BBM, dan mempercepat peralihan ke energi bersih di seluruh Indonesia.

➡️ Baca Juga: Kemenhub Siapkan Strategi Efektif untuk Arus Balik Penyeberangan Sumatra–Jawa

➡️ Baca Juga: Mobil China Resmi Mengungguli Jepang di Pasar Australia: Sebuah Sejarah Baru

Related Articles

Back to top button