BUMD Jakarta Dorong Kemandirian Ekonomi, Gubernur Pramono Ajak Kurangi Ketergantungan APBD

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang berupaya untuk mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan tantangan yang dihadapi dalam konteks ekonomi global. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan hal ini saat menutup acara BUMD Leaders Forum Tahun 2026 yang diadakan di kawasan Candi Bentar Ancol.
Transformasi Menuju Kemandirian Ekonomi
Forum ini menjadi platform penting untuk memperkuat konsolidasi antar-BUMD yang berada di bawah naungan Pemprov DKI. Dengan harapan yang tinggi, forum ini diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan bisnis serta meningkatkan kinerja perusahaan daerah untuk mendukung kemandirian ekonomi.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa ketergantungan BUMD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dikurangi. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam metode pembiayaan dan keberanian untuk memperluas jangkauan usaha.
Mendorong Inovasi dan Ekspansi
“BUMD Jakarta perlu berani melangkah keluar dari zona nyaman dan tidak hanya beroperasi sebagai ‘pemain kandang’. Selama langkah tersebut membawa manfaat dan keuntungan bagi perusahaan serta masyarakat, saya mendorong untuk melakukan ekspansi,” tegasnya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Pemprov DKI juga mendorong penerapan creative financing sebagai alternatif untuk mendanai pembangunan. Pendekatan ini dianggap krusial untuk menjaga kelangsungan proyek strategis tanpa membebani anggaran daerah.
Sinergi Antar-BUMD: Kunci Keberhasilan
Selain fokus pada aspek keuangan, Gubernur Pramono juga menyoroti pentingnya sinergi antar-BUMD. Ia berpendapat bahwa kolaborasi yang kuat dapat mempercepat penyelesaian masalah yang ada sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.
- Mempercepat penyelesaian masalah
- Menciptakan nilai tambah ekonomi
- Mendorong kolaborasi antar-BUMD
- Menjaga komunikasi yang terbuka
- Menanggulangi ego sektoral
“Jika komunikasi antar-BUMD berjalan dengan baik dan terbuka, berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan tepat. Ego sektoral harus ditinggalkan karena itu hanya akan menghambat kemajuan bersama,” ujarnya dengan tegas.
Contoh Konkret Sinergi
Contoh nyata dari sinergi yang diharapkan adalah integrasi kawasan Ancol dengan Jakarta International Stadium. Diharapkan, konektivitas ini dapat memecahkan masalah klasik seperti kemacetan dan keterbatasan tempat parkir yang sering terjadi di area tersebut.
Pentingnya Perubahan Pola Pikir
Gubernur Pramono juga menekankan perlunya perubahan pola pikir dalam pengelolaan BUMD. Ia meminta seluruh pimpinan perusahaan daerah untuk membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
“Budaya kerja yang baik dimulai dari contoh nyata. Disiplin, keterbukaan, dan komitmen harus menjadi kebiasaan di setiap BUMD,” tambahnya.
Adaptasi dalam Menghadapi Tantangan Global
Dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah, termasuk potensi dampak fenomena El Nino terhadap sektor pangan, BUMD diminta untuk lebih adaptif dan inovatif. Fleksibilitas dalam merespons perubahan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Lebih jauh, Gubernur Pramono menegaskan komitmennya untuk menjaga profesionalisme dalam tata kelola BUMD. Ia memastikan bahwa tidak akan ada intervensi politik dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam penunjukan direksi dan komisaris.
Konsolidasi Internal sebagai Langkah Lanjutan
Sebagai langkah konkret ke depan, semua BUMD diminta untuk melakukan konsolidasi internal dalam satu tahun ke depan. Upaya ini mencakup penguatan sistem komunikasi, peningkatan kesehatan perusahaan, serta optimalisasi kinerja organisasi.
“Saya berharap forum ini menjadi tonggak awal bagi kita semua untuk melangkah lebih baik. Dalam satu tahun ke depan, konsolidasi harus berjalan, komunikasi diperkuat, dan budaya kerja harus dibangun secara konsisten,” pungkasnya.
Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan kemandirian ekonomi di DKI Jakarta dapat terwujud, sehingga BUMD tidak hanya menjadi penopang APBD, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Gubernur Pramono optimis bahwa BUMD Jakarta dapat menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan dalam era global yang penuh dengan ketidakpastian ini.
➡️ Baca Juga: Pengamanan Tempat Wisata Diperketat Polisi Bukittinggi Selama Libur Lebaran
➡️ Baca Juga: Menpora Meratapi Kehilangan Vidi Aldiano, Mengapresiasi Karya dan Suara yang Ditinggalkannya




