Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal, Niat, serta Keutamaan yang Perlu Diketahui

Menjelang puncak ibadah haji, umat Islam memiliki kesempatan untuk meraih pahala berlipat ganda melalui pelaksanaan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Dua momen ini menjadi waktu yang sangat berharga bagi setiap Muslim yang ingin lebih dekat dengan Allah SWT. Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah penghormatan terhadap rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan di Tanah Suci. Di bulan Zulhijah, umat Islam diajak untuk merenungi makna pengorbanan dan ketulusan, yang merupakan inti dari prosesi haji. Dalam sepuluh hari pertama bulan ini, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Puasa menjadi salah satu amalan utama yang menyempurnakan ibadah lainnya, seperti zikir, sedekah, dan takbir. Bagi mereka yang tidak berkesempatan menunaikan ibadah haji, puasa ini adalah jembatan untuk merasakan keberkahan dari tempat masing-masing. Pelaksanaan ibadah ini juga memberi peluang besar untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan di waktu-waktu yang mustajab. Mari kita simak lebih lanjut mengenai pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah, termasuk jadwal, niat, dan keutamaannya.
Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dilaksanakan?
Puasa Tarwiyah berlangsung pada tanggal 8 Zulhijah, yang merupakan dua hari sebelum perayaan Hari Raya Iduladha. Berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Hari Raya Iduladha diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Oleh karena itu, umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah pada hari Senin, 25 Mei 2026. Sementara itu, Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, yaitu sehari sebelum Iduladha. Sehingga, umat Islam dapat menjalankan puasa sunnah Arafah pada hari Selasa, 26 Mei 2026.
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Seperti halnya puasa lainnya, niat untuk puasa Tarwiyah dan Arafah dapat dilafalkan sejak terbenamnya matahari hingga waktu fajar tiba. Berikut adalah bacaan niat untuk kedua puasa tersebut:
- Niat Puasa Tarwiyah: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.” - Niat Puasa Arafah: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Jika seseorang tidak sempat atau terlupa melafalkan niat pada malam hari, Islam memberikan kelonggaran untuk berniat di siang hari. Niat di siang hari diperbolehkan mulai dari pagi hingga menjelang waktu Zuhur, asalkan orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan atau minum. Berikut adalah bacaan niat untuk puasa di siang hari:
- Niat Puasa Tarwiyah: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta’ala.” - Niat Puasa Arafah: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Melaksanakan puasa sunnah di bulan Zulhijah memiliki keistimewaan yang sangat besar di sisi Allah SWT. Berikut adalah rincian keutamaan dari kedua puasa ini yang berdasarkan hadis Rasulullah SAW:
Keutamaan Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)
Puasa Tarwiyah sangat dianjurkan karena diyakini mampu menjadi sarana penghapus dosa bagi yang melaksanakannya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyatakan:
صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ
Artinya: “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Sedangkan puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).
Meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai keshahihan hadis ini, anjuran untuk melaksanakan puasa Tarwiyah tetap kuat dan banyak diikuti. Amalan ini dianggap sebagai salah satu cara untuk mengisi sepuluh hari pertama Zulhijah dengan kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
Artinya: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih disukai Allah pada hari itu daripada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijah).” (HR At-Tirmidzi dan Bukhari).
Keutamaan Puasa Arafah (9 Zulhijah)
Puasa Arafah merupakan salah satu puasa sunnah yang paling utama bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Keutamaannya yang luar biasa dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah:
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Artinya: “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah berlalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).
Dengan melaksanakan kedua puasa ini, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunah Rasulullah SAW, tetapi juga mendapatkan kesempatan berharga untuk menyucikan diri dari dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang.
➡️ Baca Juga: Polisi Melacak Pemilik Mobil Terkait Viral Adu Senggol di Tol Kemayoran
➡️ Baca Juga: Penyaluran BBM Subsidi yang Tepat Sasaran: Pertamina Kerjasama dengan Korlantas Polri




