slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Bulog Jamin Keamanan Stok Beras di Tengah Ancaman El-Nino

Dalam menghadapi ancaman El Niño yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan di Indonesia, masyarakat tidak perlu merasa khawatir. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa stok beras nasional tetap aman. Di tengah upaya penyaluran bantuan beras untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bulog memastikan ketersediaan pasokan beras tidak terganggu.

Stok Beras Nasional yang Stabil

Rizal menjelaskan bahwa meskipun Bulog menyalurkan bantuan sebanyak 67.796 ton untuk daerah bencana, jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari total stok beras yang ada. Saat ini, stok nasional mencapai sekitar 4,9 juta ton, bahkan pernah mencapai puncaknya di angka 5,4 juta ton. Ia menekankan bahwa stok tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu bimbang menghadapi fenomena El Niño yang dikenal dengan sebutan El Niño Godzilla. Dari total 5,4 juta ton, sekitar 1 juta ton dialokasikan untuk bantuan pangan, sehingga sisa stok yang tersedia adalah sekitar 4,969 juta ton,” ungkap Rizal.

Data Pertanian yang Menjamin Ketersediaan

Merujuk pada data yang diperoleh dari Kementerian Pertanian, Rizal menambahkan bahwa volume tanaman padi yang masih siap panen di sawah berkisar antara 10 hingga 11 juta ton. Selain itu, ada juga pasokan dari sektor rumah tangga, hotel, restoran, dan kafe (horeka) yang mencapai sekitar 10 juta ton, ditambah dengan stok yang dimiliki Bulog.

Total Ketersediaan Beras

Dari data tersebut, total ketersediaan beras nasional mencapai 25 juta ton, sementara konsumsi beras secara nasional tercatat sekitar 22,5 juta ton. Dengan adanya panen raya yang dijadwalkan berlangsung di beberapa wilayah pada Maret 2026, Rizal meyakini pasokan beras akan tetap aman.

  • Stok beras nasional saat ini: 4,9 juta ton
  • Stok maksimum yang pernah dicapai: 5,4 juta ton
  • Kebutuhan bantuan pangan: 1 juta ton
  • Total ketersediaan beras: 25 juta ton
  • Konsumsi nasional beras: 22,5 juta ton

Proyeksi Panen dan Keamanan Stok

Rizal menjelaskan lebih lanjut mengenai proyeksi panen ke depan. Dengan menghitung dari bulan September hingga Juni, ia menegaskan bahwa pasokan beras akan cukup. “Berdasarkan perhitungan, pada bulan Juni total 22 juta ton beras akan habis, sedangkan kita memiliki stok 26 juta ton, jadi posisi kita tetap aman,” tuturnya.

Selain itu, Rizal menambahkan bahwa pada Maret 2027, Indonesia akan mengalami panen raya lagi, yang akan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.

Penyaluran Bantuan Pangan di NTT

Sebagai bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga keamanan stok beras, mereka juga aktif menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di NTT yang tidak terdampak bencana, khususnya bagi kalangan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Bantuan ini diberikan secara berkelanjutan untuk menjamin kebutuhan pangan mereka.

Jumlah Bantuan yang Telah Disalurkan

Rizal mengungkapkan bahwa lebih dari 5.000 ton beras telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini tetap dilanjutkan meskipun tidak semua masyarakat di NTT terkena dampak bencana alam. “Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan pangan dengan cara yang berkelanjutan,” ujar Rizal.

Dengan semua langkah yang diambil oleh Bulog, masyarakat diharapkan dapat merasa tenang dan yakin bahwa keamanan stok beras di Indonesia tetap terjaga, meskipun di tengah tantangan yang dihadapi akibat fenomena El Niño.

➡️ Baca Juga: Jakarta One Running Series 2026: Rangkaian Acara di 5 Titik Strategis Jakarta

➡️ Baca Juga: Kemenkes Targetkan 102 Kabupaten/Kota Untuk Intervensi Campak Melalui ORI dan Imunisasi

Related Articles

Back to top button