Lampung Begawi dan Sigerfest 2026 Kolaborasi untuk Memperkuat Hilirisasi Ekonomi Lampung

Provinsi Lampung bertekad untuk mengoptimalkan potensi ekonominya melalui hilirisasi komoditas unggulan. Dalam upaya ini, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyerukan pentingnya peningkatan nilai tambah dari produk lokal yang dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Langkah ini diharapkan dapat mengubah paradigma perekonomian daerah, sehingga bukan hanya bergantung pada hasil pertanian mentah.
Event Lampung Begawi x Sigerfest 2026: Memperkuat Hilirisasi Ekonomi
Pada tanggal 18 September 2026, Gubernur Djausal meresmikan acara Lampung Begawi x Sigerfest di Lampung City Mall, Bandar Lampung. Festival ini berlangsung hingga 20 September 2026 dan mengusung tema “Sai Bumi, Sejuta Nilai: Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung untuk Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif dan Berdaya Saing”. Dengan tema ini, diharapkan festival dapat menjadi jembatan bagi kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat.
Kolaborasi Strategis untuk Perekonomian Daerah
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia Perwakilan Lampung, yang bertujuan untuk menyatukan berbagai elemen seperti pelaku usaha, UMKM, dan mitra strategis dalam rangka memajukan potensi ekonomi daerah. Gubernur Djausal memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival ini, menegaskan pentingnya sinergi dalam mendorong perekonomian Lampung.
Potensi Ekonomi Lampung yang Menggiurkan
Dengan modal ekonomi yang kuat, Lampung memiliki banyak komoditas unggulan di sektor pertanian. Keberadaan potensi ini menjadi penggerak utama bagi perekonomian masyarakat dan membuka peluang untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. “Selama 15 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung selalu di bawah rata-rata nasional. Namun, pada tahun 2026, kita mencatat pertumbuhan sebesar 5,29%, menjadikannya yang tertinggi kedua di Sumatra, berkat membaiknya harga komoditas,” ungkap Gubernur.
Memperkuat Nilai Tambah Melalui Hilirisasi
Peningkatan produksi harus diimbangi dengan penguatan nilai tambah di daerah. Komoditas unggulan yang dihasilkan oleh Lampung tidak seharusnya hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga harus melalui proses pengolahan untuk meningkatkan manfaat ekonominya bagi masyarakat dan daerah. Gubernur Djausal menekankan pentingnya kolaborasi, kreativitas, dan inovasi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang ditetapkan sebesar 8%.
Mendorong Hilirisasi dari Tingkat Dasar
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mendorong hilirisasi dari tingkat desa hingga industri berskala besar. Langkah ini memerlukan kerjasama berbagai pihak untuk menghubungkan potensi komoditas daerah dengan investasi, pasar, teknologi, serta pembiayaan. Acara Lampung Begawi x Sigerfest merupakan salah satu platform penting untuk memperkuat konektivitas ini.
Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat melalui peningkatan nilai tambah, penciptaan kesempatan usaha, dan kesejahteraan,” tegas Gubernur Djausal. Kolaborasi yang solid diharapkan dapat membawa Lampung menuju pertumbuhan yang lebih kuat, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Pendapat Bank Indonesia tentang Perekonomian Lampung
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, juga mengapresiasi penyelenggaraan Lampung Begawi x Sigerfest. Ia melihat perkembangan positif dalam perekonomian Lampung yang didorong oleh sektor-sektor utama seperti industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Menurutnya, kekuatan ini harus terus diubah menjadi produk bernilai tambah yang akan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Transformasi Produk Unggulan
“Tantangan kita adalah bagaimana kekuatan tersebut dapat terus ditransformasikan menjadi produk bernilai tambah, memperkuat rantai produksi, dan membuka kesempatan usaha baru. Dalam proses ini, UMKM memiliki peran yang sangat penting,” jelas Thomas. Pendekatan hilirisasi di Lampung dapat diarahkan pada pengembangan produk olahan unggulan seperti pisang, kopi, dan wastra, dengan dukungan peningkatan kapasitas produksi serta perluasan akses bagi UMKM ke pasar dan teknologi.
Dukungan Bank Indonesia untuk UMKM
Bank Indonesia berkomitmen untuk mendorong UMKM agar semakin produktif dan kompetitif dengan tiga pendekatan utama: penguatan kemitraan usaha, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan. Thomas menegaskan bahwa Lampung Begawi x Sigerfest bisa menjadi platform yang menghubungkan berbagai elemen tersebut, sehingga pelaku UMKM tidak hanya terlibat dalam promosi dan transaksi, tetapi juga dapat mengembangkan usaha lebih lanjut.
Membangun Ekosistem Usaha yang Berkelanjutan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menambahkan bahwa acara ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan transaksi selama festival, tetapi juga untuk membangun hubungan bisnis yang dapat berlanjut setelah acara berakhir. “Acara ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang mendukung peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, pembiayaan, digitalisasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Bimo.
Harapan untuk Hilirisasi yang Meningkatkan Kesejahteraan
Melalui Lampung Begawi x Sigerfest 2026, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia, pelaku usaha, UMKM, dan mitra strategis diharapkan dapat memperkuat hilirisasi dan pengembangan usaha. Kolaborasi ini diprediksi akan mendorong potensi komoditas Lampung untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan masyarakat.
Dengan demikian, tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang diharapkan, tetapi juga kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui upaya kolaboratif ini, Lampung berambisi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
➡️ Baca Juga: IMX 2026 Perkenalkan Hironao Yokomaku, Kreator Terkenal di Balik VeilSide
➡️ Baca Juga: Polisi Amankan 13 Pria Terkait Rencana Tawuran di Gudang Selatan Bandung




