Bupati Aceh Tengah Mengusulkan Relokasi 12 Sekolah yang Terkena Dampak Bencana

Dalam upaya untuk memperbaiki kondisi pendidikan yang terpuruk akibat bencana alam, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, telah mengajukan proposal untuk merelokasi 12 sekolah yang terkena dampak banjir bandang pada akhir November 2025. Permohonan ini diajukan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa pendidikan tetap berlangsung di lingkungan yang aman dan layak bagi siswa.
Daftar Sekolah yang Dikenai Relokasi
Menurut Haili Yoga, sekolah-sekolah yang diusulkan untuk direlokasi terdiri dari dua Sekolah Menengah Pertama (SMP), delapan Sekolah Dasar (SD), dan dua Taman Kanak-Kanak (TK). Sekolah-sekolah ini tersebar di sejumlah kecamatan, termasuk Lut Tawar, Linge, Pegasing, Ketol, dan Bintang. Hal ini menunjukkan bahwa dampak bencana telah meluas dan mempengaruhi berbagai wilayah di Aceh Tengah.
Kebutuhan Penanganan Terencana
Dalam pertemuannya dengan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, Bupati Haili Yoga menjelaskan bahwa Kabupaten Aceh Tengah kerap mengalami bencana, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur pendidikan meskipun telah dilakukan perbaikan. Ia menekankan pentingnya penanganan yang terencana agar fasilitas pendidikan dapat berfungsi dengan aman dan berkelanjutan.
“Kondisi ini menuntut adanya perhatian serius demi menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi para siswa,” jelasnya. Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di daerah yang terdampak bencana menjadi hal yang sangat mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di daerah terpencil.
Usulan Pengembangan Sarana Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga telah menyusun usulan untuk pengembangan sarana dan prasarana pendidikan yang mencakup berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, hingga SMP. Beberapa poin penting dari usulan ini meliputi:
- Rehabilitasi dan revitalisasi bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai.
- Digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas metode pengajaran.
- Pengadaan meja dan kursi bagi guru dan siswa.
- Penambahan daya listrik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
- Pembangunan unit sekolah baru (USB) untuk Taman Kanak-Kanak dan satuan pendidikan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jumlah Satuan Pendidikan di Aceh Tengah
Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah mengelola 190 SD negeri, 14 SD swasta, 44 SMP negeri, dan 14 SMP swasta yang tersebar di 14 kecamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa terdapat banyak siswa yang tergolong dalam kategori pendidikan yang beragam, namun tidak semua sekolah memiliki infrastruktur yang memadai.
Bupati Haili Yoga juga mengungkapkan harapannya agar sekolah-sekolah di daerah terpencil mendapatkan perhatian lebih. “Ada sekolah yang sudah puluhan tahun membutuhkan revitalisasi agar dapat menjadi tempat yang layak bagi anak-anak belajar,” ujarnya. Semua anak, tanpa terkecuali, harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Program Penguatan Karakter Peserta Didik
Selain fokus pada aspek fisik, Bupati Haili Yoga juga mencanangkan program penguatan karakter bagi peserta didik di Aceh Tengah. Beberapa program yang diterapkan antara lain:
- Kewajiban membaca Al Quran satu jam sebelum pembelajaran.
- Gerakan “Sampahmu Tanggung Jawabmu” untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.
- Kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.
- Pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai budaya Gayo.
- Peningkatan disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan siswa.
Pentingnya Pembinaan Karakter dan Kedisiplinan
Bupati menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga harus sejalan dengan pembinaan karakter. Hal ini penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kita harus memastikan bahwa anak-anak kita tidak hanya belajar dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab,” imbuhnya. Ia juga mendorong agar nilai-nilai adat Gayo diintegrasikan dalam proses pendidikan untuk membentuk karakter siswa yang lebih baik.
Apresiasi dari Kementerian Pendidikan
Gogot Suharwoto, selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menangani persoalan pendidikan pascabencana. Ia menyatakan bahwa usulan untuk relokasi dan perbaikan sekolah akan diproses lebih lanjut, dengan memperhatikan kelengkapan data dan dokumen yang diperlukan.
“Kami akan mendukung segala upaya yang memungkinkan percepatan pemulihan fasilitas pendidikan di Aceh Tengah,” ungkapnya. Hal ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan layanan pendidikan yang lebih merata bagi seluruh peserta didik di kabupaten tersebut.
Langkah Ke Depan untuk Pendidikan yang Lebih Baik
Proses relokasi sekolah yang terdampak bencana ini diharapkan tidak hanya dapat memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Tengah. Mengingat seringnya bencana yang melanda daerah ini, perlu adanya langkah-langkah preventif dan perencanaan yang matang agar infrastruktur pendidikan dapat bertahan dalam menghadapi segala kemungkinan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait, diharapkan pendidikan di Aceh Tengah dapat berkembang dengan baik, memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Setiap siswa berhak mendapatkan pendidikan yang layak, dan dengan upaya relokasi ini, diharapkan harapan tersebut dapat terwujud.
➡️ Baca Juga: AC 1/2 PK Ini Raih Penghargaan Efisiensi Energi Terbaik dari Universitas Indonesia
➡️ Baca Juga: Rencana Pengadaan Mobil Dinas Wali Kota Banjar Rp1,3 Miliar, PKS-PAN Serukan Prioritas untuk Rakyat




