kpkgg
Ekonomi & BisnisHery Susantopemulihan masyarakat pascabencanaPT Telkom Indonesia (Persero)Tbk (Telkom)Training of Trainers (ToT)

Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai dengan Fasilitas Belajar dan Konektivitas Telkom

Setelah bencana gempa yang mengguncang Kabupaten Manggarai di Nusa Tenggara Timur, tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan, sangatlah besar. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dapat pulih dan terus berjalan. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil langkah proaktif dalam mendukung pemulihan ini dengan fokus pada penguatan pendidikan di daerah yang terdampak. Melalui berbagai program dan inisiatif, Telkom berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi anak-anak yang mengalami dampak gempa.

Inisiatif untuk Memperkuat Kapasitas Guru

Salah satu langkah yang diambil oleh Telkom adalah mengadakan kegiatan pelatihan di SDN Reo 1 dan SDN Reo 2. Dalam program ini, sekitar 30 guru berpartisipasi dalam Training of Trainers (ToT). Pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kemampuan mengajar, tetapi juga berfokus pada bagaimana guru dapat memahami dan merespons kondisi emosional siswa. Hal ini menjadi penting dalam konteks pemulihan pascagempa, di mana kondisi psikologis siswa sangat dipengaruhi oleh pengalaman traumatis yang mereka alami.

Fokus pada Kesejahteraan Emosional Siswa

Dalam proses pemulihan, penting bagi guru untuk tidak hanya mampu mengajar tetapi juga untuk menjaga kesejahteraan emosional mereka sendiri. Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung kesehatan mental siswa dan diri mereka sendiri. Dengan pendekatan ini, diharapkan para guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih positif dan produktif.

Mendukung Siswa Melalui Aktivitas Kreatif

Telkom tidak hanya fokus pada penguatan kapasitas guru, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada siswa. Sebanyak 150 siswa mendapat pendampingan melalui berbagai aktivitas yang dirancang untuk membantu mereka kembali berinteraksi dan membangun kembali semangat belajar. Kegiatan-kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan, interaksi kelompok, dan aktivitas kreatif yang menyenangkan. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa siswa dapat belajar dalam suasana yang nyaman dan sesuai dengan kondisi mereka pascagempa.

  • Permainan edukatif untuk meningkatkan interaksi sosial.
  • Aktivitas kelompok untuk mendorong kerja sama.
  • Pengenalan teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan belajar.
  • Aktivitas kreatif yang mendukung ekspresi diri.
  • Ruang aman untuk berbagi pengalaman dan perasaan.

Komitmen Telkom dalam Pemulihan Pascagempa

Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, menekankan pentingnya dukungan menyeluruh dalam proses pemulihan pascabencana. Ia menyatakan bahwa tidak hanya guru yang perlu dibekali, tetapi juga anak-anak harus mendapatkan ruang yang aman untuk memulihkan kondisi emosional mereka. Telkom berkomitmen untuk tidak hanya memberikan teknologi, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang berarti bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa melalui penguatan kapasitas guru, pendampingan siswa, serta penyediaan fasilitas pembelajaran dan konektivitas, sekolah dan anak-anak di Manggarai dapat bangkit dan melanjutkan proses belajar dengan lebih baik,” ungkap Hery. Pendekatan ini mencerminkan keinginan Telkom untuk berkontribusi secara signifikan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Penyediaan Fasilitas Pembelajaran yang Mendukung

Untuk memastikan keberlanjutan proses pembelajaran, Telkom telah menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung. Di antara dukungan tersebut adalah dua tenda darurat yang berfungsi sebagai ruang kelas sementara, dua paket konektivitas Orbit Telkomsel untuk memfasilitasi akses internet, serta 10 paket tablet yang memungkinkan siswa untuk belajar secara digital. Selain itu, Telkom juga menyerahkan 150 Healing Kits yang berisi berbagai alat dan bahan untuk mendukung proses pemulihan emosional siswa.

Dukungan ini diharapkan dapat membantu sekolah menyediakan ruang belajar yang kondusif dan memberikan sarana bagi siswa untuk kembali aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya fasilitas ini, proses pemulihan pendidikan di Manggarai diharapkan dapat berlangsung dengan lebih lancar dan efektif.

Komitmen Sosial dan Lingkungan Telkom

Dukungan yang diberikan oleh Telkom merupakan bagian dari komitmen mereka terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Inisiatif ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yang menekankan pendidikan berkualitas. Telkom percaya bahwa keberlanjutan pendidikan pascabencana memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, agar anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Telkom bertekad untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan pemulihan pendidikan di Manggarai tidak hanya bergantung pada inisiatif satu pihak, tetapi harus melibatkan sinergi antara semua elemen masyarakat.

Mendorong Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan

Pentingnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan pascagempa tidak bisa diabaikan. Telkom mengajak masyarakat, termasuk orang tua dan komunitas lokal, untuk berperan aktif dalam mendukung proses belajar anak-anak mereka. Keterlibatan orang tua dalam mendampingi belajar anak, serta partisipasi komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemulihan pendidikan.

Peran Orang Tua dan Komunitas

Orang tua dan komunitas memiliki peran vital dalam proses pendidikan, terutama pascagempa. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua dan komunitas antara lain:

  • Berkolaborasi dengan sekolah dalam kegiatan belajar mengajar.
  • Mendukung anak-anak dalam mengatasi trauma yang mereka alami.
  • Menjadi relawan dalam kegiatan yang mendukung pendidikan.
  • Memfasilitasi akses informasi dan sumber daya untuk pendidikan.
  • Membangun jaringan dukungan antar orang tua untuk berbagi pengalaman dan strategi.

Kesempatan untuk Membangun Kembali

Situasi pascagempa di Manggarai merupakan tantangan besar, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun kembali sistem pendidikan yang lebih baik. Dengan dukungan yang tepat, baik dari Telkom maupun masyarakat, anak-anak yang terdampak dapat memiliki kesempatan untuk belajar dan tumbuh dalam kondisi yang lebih baik. Inisiatif-inisiatif yang dilakukan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain yang mengalami situasi serupa.

Melalui penguatan sektor pendidikan, pemulihan pascagempa di Manggarai tidak hanya akan mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk masa depan. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi dari semua pihak, peluang untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan akan semakin terbuka.

➡️ Baca Juga: Pohon Tumbang Menutup Akses Jalan di Parongpong, Bandung Barat

➡️ Baca Juga: Persiapan Rapat MCSP KPK RI Tahun 2026 oleh Pemprov Lampung: Langkah Strategis untuk Transparansi Pemerintahan

Related Articles

Back to top button