Batam Targetkan Implementasi QRIS untuk Seluruh Layanan Publik di Tahun Ini

Pemerintah Kota Batam saat ini tengah dalam proses untuk mempercepat penerapan sistem pembayaran digital, dengan fokus pada penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat transformasi ekosistem keuangan daerah, dengan target pencapaian yang ditetapkan hingga tahun 2026. Dalam konteks ini, QRIS tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga simbol kemajuan dalam digitalisasi layanan publik.

Transformasi Menuju Era Digital

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa salah satu prioritas utama adalah mengurangi ketergantungan pada transaksi tradisional, yang saat ini masih mendominasi hingga 60 persen. Peralihan ke kanal digital diharapkan dapat memberikan transparansi dan efisiensi yang lebih baik bagi masyarakat. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat sebelumnya, Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Batam mengalami penurunan, dari puncaknya di angka 85 persen pada tahun lalu menjadi 62,5 persen pada tahun 2025.

“Kami berkomitmen untuk mendorong digitalisasi yang berfungsi secara optimal, sehingga dapat langsung meningkatkan kualitas layanan publik serta mempermudah akses bagi masyarakat,” ungkap Firmansyah dalam keterangan resminya yang dikeluarkan di Batam, Kepri.

Tren Positif dalam Digitalisasi

Firmansyah menjelaskan bahwa pencapaian dari Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Batam menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir. Persentase capaian digitalisasi meningkat secara signifikan dari 15 persen pada tahun 2021 menjadi 65 persen pada tahun 2022. Kemudian, angka tersebut melanjutkan tren positif dengan mencapai 83 persen pada tahun 2023 dan 85 persen pada tahun 2024.

Namun, meskipun ada kemajuan, pencapaian pada tahun 2025 yang hanya tercatat sebesar 62,5 persen patut menjadi perhatian. Ini adalah tantangan yang harus diatasi untuk mempercepat pertumbuhan digitalisasi di tahun ini.

Transaksi Nontunai dan Potensi QRIS

Pemkot Batam telah berhasil mencapai 100 persen transaksi nontunai untuk anggaran belanja daerah dan pajak daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengadopsi sistem pembayaran digital. Namun, masih terdapat tantangan, karena penggunaan kanal digital belum sepenuhnya merata. Sekitar 60 persen transaksi masih dilakukan melalui metode konvensional.

“Ini menjadi fokus utama kami, untuk memperluas pemanfaatan kanal digital seperti QRIS dan virtual account,” jelas Firmansyah.

Strategi Peningkatan Penggunaan QRIS

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemkot Batam merencanakan sejumlah langkah strategis. Pertama, mereka akan memperkuat koordinasi tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) di antara berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, integrasi data juga akan ditingkatkan untuk memastikan semua informasi terkait transaksi dapat diakses secara efisien.

Selain itu, langkah-langkah berikut akan diambil:

Firmansyah menekankan pentingnya koordinasi lintas OPD untuk memastikan bahwa implementasi digitalisasi dapat dilakukan secara terukur dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. “Kami akan terus memperkuat kolaborasi ini, sehingga setiap langkah yang diambil dapat memberikan manfaat yang maksimal,” pungkasnya.

Manfaat QRIS dalam Layanan Publik

Penerapan QRIS dalam layanan publik di Batam tidak hanya bertujuan untuk memodernisasi sistem pembayaran, tetapi juga untuk memberikan kemudahan akses bagi warga. Dengan menggunakan QRIS, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi dengan lebih cepat dan aman, tanpa harus membawa uang tunai. Ini menjadi solusi praktis di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem pembayaran yang efisien.

Beberapa manfaat utama dari penggunaan QRIS di layanan publik Batam meliputi:

Kehadiran QRIS di berbagai sektor layanan publik juga diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi dan meningkatkan daya saing Batam sebagai kota yang ramah digital.

Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Untuk memastikan keberhasilan implementasi QRIS, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah yang sangat penting. Pemkot Batam berencana untuk melaksanakan berbagai program sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara menggunakan QRIS.

Program edukasi ini meliputi:

Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat beradaptasi dengan cepat terhadap sistem pembayaran baru dan memanfaatkan QRIS dengan maksimal.

Monitoring dan Evaluasi Implementasi

Pemkot Batam menyadari bahwa monitoring dan evaluasi yang berkesinambungan adalah kunci untuk menjaga keberhasilan implementasi QRIS. Oleh karena itu, mereka akan melakukan evaluasi berkala untuk mengukur kemajuan penggunaan QRIS di berbagai layanan publik.

Aspek-aspek yang akan dievaluasi meliputi:

Hasil evaluasi ini akan digunakan untuk melakukan perbaikan yang diperlukan serta merumuskan strategi yang lebih efektif dalam memperluas penggunaan QRIS di Batam.

Kolaborasi dengan Sektor Swasta

Selain memperkuat kapasitas internal, Pemkot Batam juga berencana untuk menjalin kerjasama dengan sektor swasta dalam implementasi QRIS. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat adopsi QRIS di berbagai lini, termasuk di bidang perbankan dan teknologi finansial.

Beberapa bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan antara Pemkot Batam dan sektor swasta meliputi:

Dengan kolaborasi ini, diharapkan QRIS dapat diimplementasikan secara lebih luas dan efektif di Batam.

Menyongsong Masa Depan Keuangan Digital di Batam

Penerapan QRIS sebagai bagian dari transformasi digital di Batam merupakan langkah strategis untuk menyongsong masa depan yang lebih baik dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan berbagai inisiatif yang sedang dijalankan, Batam diharapkan dapat menjadi salah satu kota yang terdepan dalam digitalisasi layanan publik di Indonesia.

Dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor, implementasi QRIS di Batam dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Transformasi ini tidak hanya akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik, tetapi juga akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Di tengah tantangan yang ada, Pemkot Batam tetap optimis bahwa dengan komitmen dan kerja keras, visi untuk menjadikan Batam sebagai kota yang modern dan berbasis teknologi dapat terwujud. QRIS adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan panjang menuju digitalisasi layanan publik yang lebih baik.

➡️ Baca Juga: DFSK Akan Meluncurkan Mobil Terbaru di Indonesia Semester Kedua 2026: Strategi dan Peluang

➡️ Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Bagikan Takjil untuk Pengguna Jalan Selama Ramadan

Exit mobile version