Dalam upaya untuk meningkatkan produksi lobster yang optimal, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam di Kepulauan Riau memperluas program edukasi dan pendampingan bagi para pembudidaya lokal. Dengan fokus pada peningkatan kemampuan teknis dan legalitas usaha, BPBL Batam berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam mengadopsi teknologi budidaya yang lebih efisien dan efektif.
Pentingnya Edukasi Pembudidaya Lobster
Kepala BPBL Batam, Ipong Adi Guna, menekankan bahwa para pembudidaya tidak hanya perlu memiliki keterampilan teknis dalam budidaya lobster, tetapi juga harus memahami aspek legalitas usaha. Memiliki izin usaha yang sah memungkinkan mereka untuk mengakses berbagai program dukungan yang dirancang untuk pengembangan budidaya lobster.
Upaya Mendorong Produksi Lobster
Ipong menjelaskan bahwa salah satu prioritas utama adalah meningkatkan produksi lobster di kalangan masyarakat. “Kami melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung hal tersebut, mulai dari membantu proses pengurusan izin usaha hingga penyelenggaraan bimbingan teknis,” ujarnya saat dihubungi di Batam.
BPBL Batam telah melaksanakan sejumlah langkah strategis, termasuk:
- Mendorong masyarakat untuk mengurus legalitas usaha melalui perizinan berbasis risiko yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.
- Memberikan bimbingan teknis (bimtek) yang disesuaikan dengan tahapan dalam budidaya lobster.
- Memproduksi benih lobster hasil budidaya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
- Berkoordinasi dengan dinas perikanan di wilayah kerja yang mencakup Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat.
- Integrasi data pembudidaya melalui dashboard Satu Data Klaster dan Sistem Informasi Lokasi dan Operasional Kelautan (Siloker).
Data Pembudidaya Lobster di Wilayah Kerja
Dalam upaya untuk memastikan data pembudidaya akurat dan terintegrasi, BPBL Batam mencatat bahwa saat ini terdapat 46 pembudidaya lobster yang terdata dari tiga provinsi tersebut. Meskipun demikian, baru dua pembudidaya yang memiliki izin lengkap yang tercatat di Siloker. Ipong menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong agar semakin banyak pembudidaya yang mendapatkan izin yang diperlukan.
Perizinan dan Legalitas Usaha
Ipong menjelaskan bahwa kedua pembudidaya yang sudah terdaftar di Siloker telah berhasil memenuhi semua persyaratan perizinan dasar dan pendukung usaha. Hal ini penting untuk memastikan keberlangsungan dan keberhasilan usaha budidaya lobster di masa depan.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
BPBL Batam juga aktif melakukan bimbingan teknis yang melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Dinas Perikanan Kota Batam, Badan Karantina Batam, serta badan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem budidaya yang sehat dan berkelanjutan.
Produksi dan Panen Lobster
Dari sisi produksi, BPBL Batam telah berhasil melakukan panen lobster konsumsi pada bulan September 2026, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari panen yang dilakukan pada tahun sebelumnya.
“Pada tahun ini, lobster yang dipanen memiliki ukuran sekitar 180-200 gram dengan total hasil panen mencapai 339 kilogram,” ungkap Ipong. Hasil panen tersebut sebagian besar dibeli oleh eksportir untuk pasar Singapura, sedangkan sisanya disuplai ke pasar lokal. Namun, tidak semua lobster dipanen, karena beberapa masih dalam proses pemeliharaan untuk tahun berikutnya.
Produksi Benih untuk Pembudidaya
Selain fokus pada panen lobster konsumsi, BPBL Batam juga aktif dalam memproduksi benih lobster untuk memenuhi kebutuhan para pembudidaya. Sebanyak 2.654 ekor benih dengan ukuran antara 10 hingga 50 gram disiapkan untuk dijual. Penjualan ini ditujukan untuk memenuhi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan hanya dijual kepada pembudidaya yang telah memiliki izin lengkap.
Fokus BPBL Batam sebagai Unit Percontohan
Ipong menekankan bahwa tujuan utama BPBL Batam adalah berfungsi sebagai unit percontohan dalam penerapan teknologi budidaya. Dengan cara ini, mereka dapat memastikan bahwa teknologi yang diterapkan dalam budidaya lobster dapat diterima dan diadopsi oleh masyarakat secara luas.
Dengan berbagai inisiatif yang dilakukan, BPBL Batam berharap dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan para pembudidaya lobster. Melalui edukasi pembudidaya lobster yang berkelanjutan, diharapkan produksi lobster di wilayah ini dapat meningkat signifikan, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal serta keberlanjutan sumber daya kelautan.
➡️ Baca Juga: Misi INA-LAC ke Chile, Indonesia Maksimalkan Kesempatan Dagang dan Investasi di Amerika Latin
➡️ Baca Juga: Taemin SHINee Resmi Luncurkan Light Stick V2 dengan Desain yang Diperbarui dan Menarik
