BUMN dan Investor Salurkan Sembako serta Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan Kampung Adat Sade yang Terbakar

Dalam sebuah langkah yang menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak, gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investor di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyalurkan bantuan sembako dan dana sebesar Rp2 miliar. Bantuan ini ditujukan untuk membantu warga Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, yang mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal mereka.
Koordinasi Penyaluran Bantuan oleh ITDC
Pada Selasa, Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengungkapkan bahwa ITDC telah ditunjuk sebagai penanggung jawab dalam penyaluran bantuan tanggap bencana ini. Peran ITDC adalah untuk memastikan bahwa dukungan dari BUMN dan pihak terkait lainnya tersalurkan dengan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terpengaruh oleh kebakaran tersebut.
Menurut Troy, salah satu investor di The Mandalika juga berkomitmen untuk memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kebakaran. Ini menunjukkan adanya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menghadapi krisis.
Komitmen Bersama untuk Pemulihan
Troy menekankan bahwa dukungan ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk bersama-sama menghadapi tantangan dan memulihkan situasi setelah bencana. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai budaya Indonesia.
Sejak malam kejadian, ITDC telah aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah serta pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan yang cepat dan efisien terhadap situasi darurat ini. Hal ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.
Langkah Tanggap Darurat yang Cepat
Setelah kebakaran terjadi, ITDC langsung beraksi dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki untuk membantu proses pemadaman. Selain itu, mereka juga menyalurkan 700 paket makanan siap saji untuk meringankan beban masyarakat yang terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.
Bantuan Fisik untuk Masyarakat
Pada Senin, 24 Agustus, bantuan kembali disalurkan dalam bentuk fisik. ITDC menyerahkan 45 unit kasur lipat dengan berbagai ukuran, 50 selimut, serta 240 paket kebutuhan sanitasi menstruasi dan popok bayi. Ini adalah langkah yang penting untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terpenuhi dalam masa sulit ini.
Partisipasi BUMN dalam Penanganan Bencana
Bantuan untuk masyarakat Kampung Adat Sasak Sade tidak hanya berasal dari ITDC. Sejumlah BUMN juga turut serta dalam memberikan dukungan. Di antaranya, PT PLN (Persero) menyalurkan paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya, sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memberikan kasur lipat, selimut, karpet, bahan pangan, dan perlengkapan ibadah. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga tidak ketinggalan, menyalurkan bantuan berupa bahan pangan dan keperluan lainnya.
Troy mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam upaya membantu masyarakat Kampung Adat Sasak Sade. Ia menyatakan, “Kami mengapresiasi kepedulian seluruh pihak, baik BUMN, investor, komunitas, tenant, maupun masyarakat yang ikut bergerak membantu.” Ini menunjukkan bahwa dalam situasi krisis, kolaborasi antar berbagai elemen sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan.
Posko Tanggap Darurat dan Dapur Umum
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB, telah mendirikan posko tanggap darurat di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Rembitan. Posko ini dipimpin oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah. Dapur umum juga telah disiapkan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat yang terkena dampak bisa terpenuhi dengan cepat.
Dalam pendataan awal, tercatat bahwa kebakaran tidak hanya menghanguskan 75 unit rumah, tetapi juga berdampak pada fasilitas umum lainnya. Ini termasuk satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang Desa Adat Sade, dan berbagai fasilitas lainnya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Harapan untuk Masa Depan
Kepedulian yang ditunjukkan oleh BUMN, investor, dan masyarakat di sekitar menunjukkan bahwa solidaritas dapat mengatasi tantangan yang dihadapi. “Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa tanggap darurat,” ujar Troy, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam situasi sulit ini.
Secara keseluruhan, upaya pemulihan Kampung Adat Sade ini adalah contoh nyata bagaimana sektor publik dan swasta dapat bersinergi untuk membantu masyarakat yang terpuruk akibat bencana. Dukungan yang datang tidak hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga dalam bentuk kebutuhan dasar, menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah hal yang sangat penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat yang terkena dampak.
➡️ Baca Juga: Pitbull Lepas, Bocah 9 Tahun Diserang Hingga Mengalami Luka Parah di Kepala dan Telinga
➡️ Baca Juga: Aceh Siapkan 6 Lokasi Strategis untuk Memantau Hilal dalam Sidang Isbat




