Chua Kotak Ciptakan Lagu “YOLO” untuk Mendukung Anak Korban Kekerasan Verbal

Jakarta – Setelah lebih dari dua dekade berkarya dalam dunia musik, band Kotak kini melangkah ke fase baru sebagai band independen. Perubahan ini diresmikan dengan peluncuran single terbaru mereka yang berjudul “YOLO (You Only Live Once)”. Melalui lagu ini, Kotak tidak hanya menghadirkan energi rock yang menjadi ciri khas, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman, mencoba hal-hal baru, dan mengambil kontrol atas pilihan hidup.
Bagi Swasti Sabdastantri, yang lebih dikenal sebagai Chua, bassis Kotak, lagu ini memiliki makna yang sangat mendalam dan personal. Ia menulis lirik “YOLO” sebagai bentuk dukungan kepada anaknya yang pernah mengalami kekerasan verbal di lingkungan sekitarnya. Pengalaman tersebut membuat anaknya merasa tertekan dan kehilangan kepercayaan diri. Chua menyampaikan bahwa lagu ini awalnya ditujukan sebagai semangat atau “doping” untuk anaknya agar bisa kembali menemukan kepercayaan diri.
Pentingnya Dukungan Keluarga
Dalam sebuah pertemuan di Bajawa Kemang, Jakarta Selatan, pada 21 Agustus 2026, Chua berbagi lebih jauh mengenai latar belakang penciptaan lagu ini. “POV ‘YOLO’ untuk saya pribadi, lagu ini aku bikin sebagai doping untuk anakku. Dia merasa terkurung dan tidak percaya bahwa dirinya berharga,” ungkapnya. Dengan harapan, lagu ini dapat memberikan dorongan bagi anak-anak yang menghadapi situasi serupa, untuk berani menemukan kembali jati diri mereka.
Chua menekankan pentingnya dukungan dari orang tua, seperti dirinya, Tantri, dan Cella, untuk membantu anak-anak mereka mengatasi rasa takut yang sering menghambat ekspresi diri. “Jadi, lagu ini adalah dukungan dari Mama Chua, Bunda Tantri, dan Pakde Cella untuk anakku dan semua anak lainnya,” lanjutnya.
Pesan Kemanusiaan dalam “YOLO”
Seiring dengan perjalanan kreatifnya, Chua menyadari bahwa tema yang diangkat dalam lagu “YOLO” bukan hanya relevan bagi dirinya, tetapi juga bagi banyak orang di luar sana. Ia menemukan bahwa banyak orang yang terjebak dalam ketakutan berlebihan, yang menghalangi mereka untuk mengekspresikan diri. “Banyak teman-teman yang merasakan hal yang sama, terbelenggu oleh rasa takut sehingga tidak bisa menunjukkan siapa diri mereka,” tambahnya. Hal ini menguatkan komitmen Kotak untuk menciptakan lagu yang menjadi semangat baru bagi para pendengarnya.
Makna di Balik Istilah YOLO
Vokalis Kotak, Tantri, memberikan pandangan menarik mengenai makna di balik istilah “You Only Live Once” yang menjadi dasar lagu ini. Menurutnya, YOLO seharusnya tidak hanya dipahami sebagai ajakan untuk hidup sembarangan. “Kita ingin meluruskan bahwa meskipun ‘You Only Live Once’, itu bukan berarti kita bisa bertindak semau kita,” jelas Tantri. Dia menekankan bahwa inti dari lagu ini adalah mendorong pendengar untuk tumbuh dan menemukan diri mereka tanpa mengabaikan kepedulian terhadap orang lain.
“Pesan utama dari lagu ini adalah untuk menjadi diri sendiri dan berkembang tanpa harus merasa menjadi beban bagi orang lain,” tambah Tantri, menyiratkan pentingnya keseimbangan antara kebebasan pribadi dan tanggung jawab sosial.
Perubahan dalam Musik Kotak
Dalam aspek musikal, gitaris dan komposer Kotak, Cella, mengungkapkan keinginannya untuk mengembalikan karakter awal band melalui “YOLO”, namun dengan pendekatan yang lebih modern. “Saya ingin mengembalikan semangat dan akar Kotak, tetapi tidak sekadar mengulang formula musik yang lama,” ujarnya. Cella berfokus untuk menghadirkan elemen-elemen suara yang lebih kontemporer, sambil tetap mempertahankan esensi dari band yang sudah ada sejak lama.
- Membawa kembali karakter awal Kotak
- Eksplorasi sound modern tanpa mengorbankan akar
- Memperkenalkan elemen synth dan instrumen baru
- Memberikan ruang bagi semua alat musik untuk bersinar
- Menciptakan komposisi yang fresh dan inovatif
Cella juga menjelaskan tentang pendekatan produksinya untuk “YOLO”. Ia menghindari pola aransemen yang sudah ada dan memberikan lebih banyak ruang untuk synth, gitar, dan bass sebagai elemen utama. “Saya ingin eksplorasi lebih ke banyak synth yang terkini, gitarnya di depan agar lebih menonjol,” ungkapnya. Dengan pendekatan ini, Cella berharap dapat menciptakan vibe yang segar dan menarik bagi pendengar baru.
Resonansi Pesan dalam Musik
Lagu “YOLO” tidak hanya menjadi sebuah karya musik, tetapi juga sebagai alat untuk menyebarkan pesan positif. Dalam konteks yang lebih luas, lagu ini menggambarkan pergerakan untuk melawan kekerasan verbal, terutama terhadap anak-anak. Dengan menghadirkan pengalaman pribadi Chua dalam liriknya, diharapkan pendengar dapat merasakan kedalaman emosi dan makna di balik setiap bait.
Dengan demikian, “YOLO” menjadi lebih dari sekadar lagu; ia adalah suara bagi mereka yang merasa tertekan dan terpinggirkan. Melalui karya ini, Kotak berharap dapat menciptakan ruang bagi dialog dan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan mental dan dukungan emosional bagi anak-anak di Indonesia.
Mendukung Kesadaran Sosial
Pentingnya dukungan sosial dalam menghadapi kekerasan verbal sangatlah krusial. Banyak anak yang menghadapi stigma dan tekanan di lingkungan mereka, yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan mereka. “YOLO” hadir untuk memberikan semangat dan dukungan kepada mereka yang mungkin merasa kesepian dalam perjuangan mereka.
Dengan mengangkat tema yang relevan dan menyentuh, Kotak menunjukkan bahwa musik dapat menjadi alat yang kuat untuk menginspirasi perubahan sosial. “Kami ingin setiap orang yang mendengarkan lagu ini bisa merasakan bahwa mereka tidak sendirian dan ada harapan untuk masa depan yang lebih baik,” kata Tantri.
Kesimpulan
Dengan peluncuran “YOLO”, Kotak tidak hanya merayakan kebebasan sebagai band independen, tetapi juga memperluas jangkauan mereka sebagai suara bagi generasi muda. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk berani mengeksplorasi diri sendiri, mengatasi ketakutan, dan menemukan kekuatan di dalam diri mereka. Melalui pesan yang kuat dan musik yang inovatif, Kotak berharap dapat memberikan inspirasi dan dukungan bagi anak-anak dan orang dewasa yang berjuang melawan kekerasan verbal.
Dengan demikian, “YOLO” bukan hanya sekadar lagu, tetapi merupakan gerakan untuk mendukung keberanian dan kepercayaan diri di kalangan anak-anak. Melalui karya ini, Kotak mengajak semua orang untuk bersama-sama melawan stigma negatif dan memperjuangkan lingkungan yang lebih positif bagi generasi mendatang.
➡️ Baca Juga: Ulasan Gadget Praktis untuk Mobilitas Tinggi Tanpa Mengorbankan Fungsi Utama
➡️ Baca Juga: Banyuwangi Terapkan Pembatasan Jam Operasional untuk Minimart dan Ritel Modern




