slot depo 10k
Rona

Digital Edge Siapkan Kampus Pusat Data Hyperscale AI dengan Target Kapasitas 500MW

Jakarta – Digital Edge mengumumkan pencapaian signifikan dengan penutupan pembiayaan hijau senilai 665 juta dollar AS, yang setara dengan lebih dari 10 triliun rupiah. Dana ini akan digunakan untuk mendanai fase pertama pembangunan Kampus CGK, sebuah pusat data dengan kapasitas total 500MW yang terletak di Kawasan Industri GIIC, Bekasi. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur digital yang modern dan berkelanjutan di Indonesia.

Investasi Besar untuk Pusat Data Hyperscale AI

Proyek ini merupakan bagian dari rencana investasi masif senilai total 4,5 miliar dollar AS, yang bertujuan menjadikan Kampus CGK sebagai salah satu pusat data hyperscale yang siap untuk aplikasi AI terbesar di Indonesia. Dengan demikian, Digital Edge berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan teknologi, terutama dalam bidang cloud computing dan kecerdasan buatan.

Pembiayaan ini merupakan yang terbesar dalam kategori hijau untuk proyek pusat data di Indonesia, sesuai dengan Kerangka Pembiayaan Hijau yang telah ditetapkan oleh Digital Edge. Inisiatif ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk mencapai karbon netral pada tahun 2030, yang mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Pentingnya Infrastruktur Digital dan Pembiayaan Berkelanjutan

Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, permintaan akan kapasitas pusat data dan layanan cloud terus meningkat. Pembiayaan hijau ini bukan hanya mendukung proyek tersebut, tetapi juga berkontribusi pada penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dan komitmen pemerintah untuk mencapai Net Zero pada tahun 2060.

Nilai investasi yang tinggi ini menunjukkan kepercayaan yang kuat dari lembaga keuangan global dan domestik terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. Hal ini membuka peluang baru bagi inovasi dan pengembangan teknologi di tanah air.

Desain Ramah Lingkungan untuk Beban Kerja AI

Kampus CGK dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan beban kerja AI dan aplikasi yang memerlukan pemrosesan data intensif. Dengan fokus pada efisiensi energi, fasilitas ini menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan yang rendah, yaitu sebesar 1,25.

Beberapa keunggulan dari desain fasilitas ini mencakup:

  • Sistem daur ulang air double-loop yang memanfaatkan sumber daya dari kawasan GIIC.
  • Rencana integrasi energi terbarukan untuk mendukung operasional pusat data.
  • Target sertifikasi LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) yang menunjukkan komitmen terhadap desain yang berkelanjutan.

Peran Lembaga Keuangan Terkemuka dalam Proyek

Proyek ini didukung oleh konsorsium lembaga keuangan terkemuka yang berfungsi sebagai Mandated Lead Arrangers, termasuk BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, PT Bank Central Asia Tbk, dan SMBC. Kerjasama ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara sektor keuangan dan industri teknologi untuk mencapai tujuan bersama.

Selain itu, Crédit Agricole CIB, DBS, dan PT Bank Central Asia Tbk juga berperan sebagai Green Facility Coordinators, memastikan bahwa semua aspek proyek sesuai dengan standar keberlanjutan yang ditetapkan.

Kepemimpinan dalam Inovasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

Jonathan Walbridge, Chief Financial Officer Digital Edge, menekankan bahwa pembiayaan ini tidak hanya berfungsi untuk memberdayakan bisnis melalui infrastruktur digital yang canggih, tetapi juga untuk menghadirkan solusi inovatif yang dapat mengurangi dampak lingkungan. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari dukungan kuat dari mitra pembiayaan yang berbagi komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Pencapaian ini mencerminkan dedikasi kami untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui teknologi,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi. Dengan langkah ini, Digital Edge berharap dapat menjadi pendorong utama dalam pengembangan pusat data hyperscale AI di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Perspektif Masa Depan Pusat Data Hyperscale AI di Indonesia

Dengan meningkatnya permintaan akan solusi digital dan kecerdasan buatan, Kampus CGK diharapkan menjadi pionir dalam industri pusat data hyperscale di Indonesia. Proyek ini tidak hanya akan menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung perusahaan dalam melakukan transformasi digital, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja dan kesempatan baru di sektor teknologi.

Investasi yang signifikan ini menunjukkan bahwa Digital Edge memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem digital global. Melalui fokus pada keberlanjutan dan inovasi, perusahaan ini berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Kampus pusat data hyperscale AI yang sedang dibangun oleh Digital Edge di Bekasi tidak hanya akan menjadi fasilitas canggih yang siap mendukung beban kerja AI, tetapi juga merupakan langkah penting dalam transisi menuju ekonomi digital yang lebih berkelanjutan. Dengan dukungan pembiayaan hijau yang masif, proyek ini adalah contoh nyata dari integrasi antara teknologi dan tanggung jawab lingkungan. Digital Edge siap menjadi pemimpin dalam industri pusat data di Indonesia dan memenuhi kebutuhan masa depan akan infrastruktur digital yang efisien dan ramah lingkungan.

➡️ Baca Juga: Polri Buka Penerimaan Tamtama 2026, Simak Syarat, Tata Cara Daftar, dan Jadwal Lengkapnya!

➡️ Baca Juga: Kim Min-ju Tampil Awet Muda di 3 Drakor Sebagai Anak SMA, Simak Selengkapnya!

Back to top button