Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pimpinan Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, melakukan kunjungan langsung ke Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, pada hari Senin (16/3/2026) pagi. Dalam rangkaian acara tersebut, ia didampingi oleh Co-Founder & CEO Titipku, Henri Suhardja. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau harga komoditas, memastikan infrastruktur pasar mendukung kenyamanan bagi pedagang dan pembeli, serta mengevaluasi dampak digitalisasi terhadap ekosistem pasar tradisional.
Menjaga Stabilitas Harga di Pasar Tradisional
Dalam situasi meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok, stabilitas harga menjadi hal yang sangat penting bagi pemerintah dan legislatif. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang kondisi pasar. Keduanya ingin memastikan bahwa harga komoditas tetap dalam batas yang wajar. Selain itu, kolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya sebagai pengelola pasar bertujuan untuk memastikan bahwa pasar tetap nyaman, aman, dan dapat mendukung aktivitas ekonomi warga Jakarta.
Saat melakukan interaksi dengan para pedagang, Rahayu Saraswati menekankan pentingnya pasar tradisional dalam konteks ketahanan ekonomi nasional. Ia mengungkapkan bahwa pasar tradisional memiliki peran krusial dalam perekonomian, dengan perputaran modal yang tinggi dan dampak langsung pada masyarakat di akar rumput. Rahayu juga mengapresiasi inovasi dari platform seperti Titipku yang berkontribusi pada digitalisasi proses bisnis di pasar.
Pentingnya Digitalisasi untuk Transparansi dan Keterjangkauan
Rahayu berharap bahwa dengan adanya digitalisasi, informasi akan lebih transparan, yang pada gilirannya akan memudahkan upaya pengendalian harga kebutuhan pokok di pasar. Ia menambahkan bahwa teknologi dapat membantu masyarakat untuk berbelanja dengan lebih efisien dan nyaman, tanpa khawatir akan praktik harga yang tidak fair, terutama selama periode permintaan tinggi seperti saat Lebaran.
- Transparansi informasi harga
- Kemudahan akses bagi konsumen
- Pengendalian harga yang lebih baik
- Pengurangan risiko harga spekulatif
- Efisiensi dalam berbelanja
Lebih jauh lagi, Rahayu menyoroti peran pasar tradisional sebagai rumah bagi jutaan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM tidak hanya berfungsi sebagai penyerap tenaga kerja terbesar, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang tahan banting dalam menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, digitalisasi dan penguatan ekosistem pasar harus terus didorong agar UMKM dapat naik kelas, memperoleh akses pasar yang lebih luas, dan mampu bersaing secara berkelanjutan.
“Ketika UMKM kuat, maka fondasi ekonomi Indonesia akan semakin kokoh dan inklusif,” tegas Rahayu menutup pembicaraannya.
Pasar Tomang Barat: Pilot Project Digitalisasi
Pasar Tomang Barat, yang juga dikenal sebagai “Pasar Kopro”, dipilih sebagai lokasi inspeksi karena merupakan pasar pertama yang menjadi titik pilot project Titipku dalam menerapkan digitalisasi pasar tradisional di Indonesia. Keberhasilan inisiatif ini telah menjadi contoh bagi ratusan pasar lain di seluruh negeri, menunjukkan bahwa teknologi dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan.
Kisah sukses kolaborasi antara pengelola pasar dan platform digital seperti Titipku diakui oleh para pelaku ekonomi di lapangan. Dalam diskusi selama inspeksi, banyak pedagang yang menyatakan betapa terbantunya mereka dengan sistem pengelolaan pasar yang lebih terintegrasi saat ini. Mereka memiliki harapan besar bahwa inovasi dari aplikasi Titipku akan mendatangkan pelanggan baru dan meningkatkan volume penjualan mereka secara berkelanjutan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Meningkatkan Pasar Tradisional
Henri Suhardja, Co-Founder & CEO Titipku, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaannya untuk mendukung kemajuan pasar tradisional. “Kami merasa terhormat dapat mendampingi Ibu Sara dalam peninjauan ini. Misi Titipku adalah berkontribusi pada kemajuan pasar tradisional. Kami tidak hanya membantu pelanggan berbelanja kebutuhan pokok dari rumah, tetapi juga berkolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya untuk meningkatkan kapabilitas para pedagang,” ungkap Henri.
Henri juga menekankan pentingnya integrasi digital dalam operasional, baik dari sisi suplai maupun pemesanan, untuk memastikan bahwa pedagang pasar tetap berdaya saing dan relevan di era modern.
Membangun Fondasi Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif
Kolaborasi antara pengawasan DPR RI, pengelolaan infrastruktur BUMD, dan inovasi teknologi dari startup diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk memajukan ribuan pasar tradisional di seluruh Indonesia. Dengan demikian, diharapkan tercipta kedaulatan ekonomi kerakyatan yang transparan dan inklusif, memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dan kolaborasi dengan platform digital, diharapkan pasar tradisional, seperti Pasar Tomang Barat, dapat bertransformasi menjadi lebih modern dan mampu bersaing dalam ekonomi digital saat ini. Digitalisasi pasar bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat dan menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.
Transformasi ini tidak hanya akan meningkatkan pengalaman berbelanja bagi konsumen, tetapi juga akan memberikan dukungan yang signifikan bagi para pedagang dalam menjalankan usaha mereka. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, kita dapat berharap bahwa pasar tradisional akan tetap menjadi pilar perekonomian yang kuat di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Mengapa Kanker Ginjal Vidi Aldiano Dapat Menyebar Setelah Operasi?
➡️ Baca Juga: Ombudsman Dorong Penyelenggaraan Pasar Murah untuk Menekan Harga Sembako di Babel
