Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran Tetap Stabil, Ciptakan Ketenangan Konsumen

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, masyarakat dihadapkan pada sejumlah pertanyaan terkait kestabilan harga bahan pokok. Dalam situasi yang sering kali dipenuhi kecemasan, penting bagi konsumen untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai ketersediaan dan harga komoditas pokok. Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan penegasan bahwa harga kebutuhan pokok di berbagai pasar tetap stabil, memberikan ketenangan bagi masyarakat.
Pantauan Langsung Kementerian Perdagangan
Pada Senin, 16 Maret 2026, Budi Santoso melakukan peninjauan langsung di Pasar Rawasari, Jakarta. Kementerian Perdagangan telah melaksanakan pengawasan intensif di pasar-pasar untuk memastikan bahwa barang-barang kebutuhan pokok tersedia dan harga tetap terjaga. Peninjauan ini bertujuan untuk menghindari lonjakan harga yang tidak wajar menjelang Lebaran.
Dampak Psikologis bagi Pedagang
Kehadiran pemerintah di pasar memiliki dampak psikologis yang signifikan pada para pedagang. Budi menjelaskan bahwa dengan adanya pengawasan ini, diharapkan para pedagang tidak akan menjual barang di atas harga acuan penjualan (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET). Langkah ini diambil untuk menjaga agar harga bahan pokok tetap dalam batas yang wajar dan terjangkau bagi konsumen.
Monitoring Harga Bahan Pokok
Hasil pemantauan di Pasar Rawasari menunjukkan bahwa sejumlah komoditas utama masih memiliki harga yang wajar. Misalnya, harga ayam dipatok sekitar Rp40 ribu per kilogram, yang sesuai dengan HAP yang telah ditetapkan. Begitu pula dengan bawang merah yang dijual seharga Rp40 ribu per kilogram, sedangkan HAP-nya adalah Rp41.500.
- Ayam: Rp40.000 per kilogram
- Bawang Merah: Rp40.000 per kilogram (HAP: Rp41.500)
- Minyak Goreng Rakyat (Minyakita): Rp15.700 per liter
Minyak goreng jenis Minyakita juga tercatat sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah, dijual dengan harga Rp15.700 per liter. Budi menambahkan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan ketersediaan minyak goreng merek lain agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan tanpa harus mengeluarkan biaya berlebih.
Alternatif Minyak Goreng
Dalam upaya memberikan variasi kepada konsumen, pemerintah juga mendukung keberadaan minyak goreng merek lain sebagai pendamping Minyakita. Budi menegaskan bahwa dengan adanya minyak second brand, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis minyak terjangkau, tetapi juga bisa mendapatkan alternatif yang masih terjangkau.
Kenaikan Harga Seiring Permintaan
Meski secara umum harga bahan pokok tetap stabil, Budi menyebutkan bahwa terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga. Contohnya, cabai rawit dan telur mengalami peningkatan harga seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. Namun, beliau memastikan bahwa kenaikan ini masih dalam batas wajar dan terkendali.
Monitoring Berkelanjutan
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok hingga periode Lebaran. Salah satu caranya adalah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), yang mencakup data dari berbagai daerah. Dengan lebih dari 550 titik pasar yang diawasi, pemerintah berupaya memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Data Harga Terbaru
Berdasarkan informasi dari SP2KP per 13 Maret 2026, berikut adalah rincian harga beberapa bahan pokok:
- Beras Medium: Rp13.680 per kg
- Beras Premium: Rp15.342 per kg
- Minyakita: Rp15.872 per liter
- Minyak Goreng Premium: Rp21.180 per liter
- Daging Ayam Ras: Rp40.462 per kg
- Telur Ayam Ras: Rp30.879 per kg
Di sisi lain, harga cabai juga mengalami fluktuasi, seperti cabai merah keriting yang berada di angka Rp39.790 per kilogram, cabai rawit yang mencapai Rp78.079 per kilogram, dan cabai merah besar seharga Rp41.630 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual sekitar Rp39.934 per kilogram, dan bawang putih sekitar Rp36.146 per kilogram. Dengan pemantauan yang terus dilakukan, diharapkan harga bahan pokok tetap dapat dijaga demi kesejahteraan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Gubernur Sultra Tegaskan ASN Dilarang Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran
➡️ Baca Juga: Mengungkap Hubungan Warna Mobil dengan Kepribadian serta Karakter Pemiliknya: Fakta atau Mitos?




