kpkgg
ASEAN Club ChampionsipBerita Sepak BolaOlahragaSepak Bola 2026Shopee Cup

Hasil Shopee Cup ASEAN Club Championship 2026 dan Dampaknya pada Ranking AFC

Dengan semakin berkembangnya kompetisi sepak bola di Asia Tenggara, Shopee Cup atau ASEAN Club Championship 2026 menjadi sorotan yang menarik. Namun, banyak yang bertanya-tanya tentang pengaruh dari ajang ini terhadap peringkat Liga Super Indonesia di ranking AFC. Meskipun banyak yang berharap akan ada dampak positif, kenyataannya adalah bahwa hasil dari kompetisi ini tidak akan memengaruhi posisi liga domestik kita dalam kancah Asia. Mari kita telaah lebih dalam tentang sejarah dan dampak dari ASEAN Club Championship, serta bagaimana performa klub-klub Indonesia dapat berkontribusi pada ranking AFC.

ASEAN Club Championship: Gambaran Umum

ASEAN Club Championship, yang dikelola oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan klub-klub sepak bola terbaik di Asia Tenggara. Sejak diadakan pertama kali, ajang ini telah menyelenggarakan lima edisi, termasuk yang berlangsung tahun ini. Dalam tiga tahun terakhir, kejuaraan ini rutin diadakan setiap tahun, memberikan kesempatan bagi klub-klub untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan mereka di pentas regional.

Sejarah Singkat ASEAN Club Championship

Kompetisi ini telah mengalami berbagai perubahan sejak awal penyelenggaraannya. Meskipun fokus utamanya adalah pada klub-klub dari ASEAN, persaingan yang ketat dan kualitas permainan yang meningkat dari tahun ke tahun menjadikan ajang ini sangat menarik untuk disaksikan.

  • Ajang ini sudah berlangsung selama lima kali, menciptakan rivalitas antar klub.
  • Pertandingan berlangsung dalam format home and away.
  • Setiap edisi dihadiri oleh klub-klub terkuat dari masing-masing negara anggota.
  • Peserta terdiri dari juara domestik dan tim-tim yang memiliki prestasi tinggi di liga mereka.
  • Kejuaraan ini berfungsi sebagai pemicu perkembangan sepak bola di kawasan ASEAN.

Prestasi Klub di ASEAN Club Championship

Pada edisi 2024/25, Buriram United dari Thailand berhasil merebut gelar juara setelah melewati drama adu penalti melawan Cong An Hanoi dari Vietnam. Dalam dua leg pertandingan, kedua tim tidak mampu memisahkan diri dengan skor yang selalu imbang. Sementara itu, wakil Indonesia, PSM Makassar, harus mengakui kekalahannya di semifinal, sedangkan Borneo FC terhenti di fase grup.

Di tahun berikutnya, pada ASEAN Club Championship 2025/26, Buriram United kembali menunjukkan dominasinya dengan mengalahkan Selangor dan meraih kemenangan agregat 3-1. Sayangnya, pada edisi tersebut, tidak ada tim Indonesia yang berlaga. AFF lebih memilih untuk mengikutsertakan juara dan runner-up Liga Super Indonesia, yaitu Persib dan Dewa United. Namun, PT LIB mengajukan tim pada posisi 3 dan 4, yaitu Malut United dan Persebaya.

Partisipasi Klub Indonesia di ASEAN Club Championship 2026/27

Untuk edisi ASEAN Club Championship 2026/27, dua klub Indonesia, Borneo FC dan Persib, mendapatkan kesempatan untuk bersaing. Borneo FC telah menjalani pertandingan perdana mereka pada Rabu, 7 Oktober, dengan hasil imbang 0-0 melawan Buriram United. Sementara itu, Persib dijadwalkan bertanding melawan Port FC dari Thailand pada Kamis, 8 Oktober.

Dampak pada Ranking AFC

Partisipasi dan performa klub-klub Indonesia di ASEAN Club Championship tidak hanya penting untuk reputasi mereka, tetapi juga berpengaruh pada ranking AFC Liga Super Indonesia. Saat ini, Persib dan Borneo FC juga berkompetisi di ajang AFC musim ini. Persib tampil di AFC Champions League (ACL) Two, sedangkan Borneo FC berpartisipasi di AFC Challenge League (ACGL).

Jika kedua tim mampu meraih hasil positif dalam kompetisi ini, tentu saja akan berdampak pada peringkat Liga Super Indonesia di ranking AFC. Mengingat bahwa ranking AFC ditentukan berdasarkan koefisien yang berlaku, setiap kemenangan atau hasil baik akan membantu meningkatkan posisi Liga Super Indonesia.

Ranking AFC Terkini

Menurut pembaruan terakhir pada 17 September 2026, Liga Super Indonesia berada di peringkat 19 AFC dengan total 26.759 poin. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di bawah Liga Kamboja, yang menduduki peringkat 18 dengan 27.141 poin. Oleh karena itu, penting bagi klub-klub Indonesia untuk menunjukkan performa terbaik mereka di pentas regional agar dapat bersaing dan meningkatkan posisi di ranking AFC.

Faktor yang Mempengaruhi Peringkat AFC

Selain hasil dari ASEAN Club Championship, ada beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi ranking AFC, antara lain:

  • Kinerja klub di kompetisi domestik dan internasional.
  • Jumlah kemenangan dan hasil imbang yang diraih selama kompetisi.
  • Kualitas tim dan pemain yang diturunkan dalam setiap pertandingan.
  • Performa keseluruhan liga dalam jangka waktu tertentu.
  • Kemajuan dan perkembangan sepak bola di negara tersebut.

Setiap elemen ini saling berkaitan, dan sinergi antara klub-klub yang berpartisipasi di kompetisi internasional dengan perkembangan liga domestik sangat penting untuk meningkatkan ranking AFC.

Peluang untuk Klub Indonesia di Masa Depan

Melihat perkembangan yang ada, ada harapan besar bagi klub-klub Indonesia untuk meraih prestasi di kancah ASEAN maupun Asia. Dengan adanya kompetisi yang lebih ketat dan dukungan dari AFF, diharapkan kualitas permainan klub-klub Indonesia semakin meningkat. Ini akan berdampak positif pada ranking AFC dan memberi kesempatan bagi lebih banyak wakil Indonesia untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi.

Selain itu, pelatihan yang lebih baik, pengelolaan tim yang profesional, dan investasi dalam pengembangan pemain muda akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing klub-klub Indonesia di pentas internasional. Dengan semua langkah ini, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, Liga Super Indonesia dapat kembali berkompetisi di level yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Hasil dari Shopee Cup ASEAN Club Championship 2026 mungkin tidak langsung memengaruhi ranking AFC Liga Super Indonesia, tetapi partisipasi dan performa klub-klub Indonesia dalam kompetisi ini sangat penting. Setiap pertandingan merupakan kesempatan untuk meningkatkan reputasi dan ranking liga, serta membuka jalan bagi lebih banyak klub untuk bersaing di kancah internasional. Dengan langkah yang tepat, masa depan sepak bola Indonesia di level Asia bisa menjadi lebih cerah.

➡️ Baca Juga: Telkom Akses Siapkan 20 Ribu Teknisi untuk Pastikan Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri

➡️ Baca Juga: Stabilitas Pasar Properti Akhir 2025: Dominasi Segmen Kecil dan Menengah

Related Articles

Back to top button