slot depo 10k
Ekonomi

IHSG Merosot ke Level 7.240: Analisis Pergerakan Pasar Saham Hari Ini

Pada perdagangan awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami penurunan signifikan. IHSG turun sebesar 4,54 persen dan berada di level 7.240 pada Senin, 9 Maret 2026. Indeks saham unggulan seperti LQ45 dan JII juga turut melemah hingga 5 persen. Saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBNI, dan BBRI ikut terjun dalam penurunan ini. Di sisi lain, saham sektor energi seperti AKRA dan MEDC justru memperlihatkan kenaikan. IHSG mengikuti jejak bursa saham Amerika Serikat yang juga ditutup melemah pada akhir pekan lalu.

Pergerakan Bursa Saham Global

Pergerakan IHSG tidak lepas dari pengaruh bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 453,19 poin atau 0,95% ke level 47.501,55. Sementara itu, S&P 500 melemah 1,33% menjadi 6.740,02. Bursa Eropa juga merasakan dampak negatif dengan Indeks FTSE 100 di London terkoreksi 1,24% ke posisi 10.284,75. Berbeda dengan bursa Barat, bursa Asia justru bergerak positif dengan Nikkei 225 menguat 0,62%. Indeks ketakutan investor, CBOE Volatility Index atau VIX, melesat 24,17% ke level 29,49 sebagai indikasi meningkatnya volatilitas pasar.

Lonjakan Harga Minyak

Salah satu faktor yang memberikan tekanan pada pasar saham adalah lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak jenis West Texas Intermediate melonjak hingga menembus USD90 per barel. Lonjakan ini mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 35%, menjadi yang terbesar sejak 1983. Peningkatan harga ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, seiring meningkatnya intensitas konflik militer di Timur Tengah.

Impak Lonjakan Harga Minyak

Kenaikan harga minyak mentah juga memicu reli di sektor komoditas lainnya. Harga emas naik 1,76%, sementara perak melonjak hampir 2,8%. Komoditas energi seperti gas alam turut menguat lebih dari 6%. Namun, sentimen negatif datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Berdasarkan laporan Bureau of Labor Statistics, jumlah pekerja pada Februari mengalami penurunan sebanyak 92.000 orang. Angka tersebut berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang mencatat penambahan tenaga kerja sebanyak 126.000 orang. Data ini juga jauh dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan sekitar 50.000 pekerja. Tingkat pengangguran pun naik menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,3%.

Volatilitas Pasar Keuangan

Kombinasi lonjakan harga energi dan pelemahan pasar tenaga kerja membuat investor cenderung berhati-hati. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar global. Selama risiko gangguan pasokan energi belum mereda, volatilitas di pasar keuangan diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

  • IHSG melemah 4,54% berada di level 7.240
  • Indeks saham unggulan LQ45 dan JII turun hingga 5%
  • Saham perbankan besar seperti BBCA, BBNI, dan BBRI ikut turun
  • Saham sektor energi AKRA dan MEDC naik
  • Lonjakan harga minyak dunia menjadi faktor tekanan pasar saham

➡️ Baca Juga: Maarten Paes Mengungkap Alasan Emosional Memilih Timnas Indonesia Berdasarkan Warisan Budaya

➡️ Baca Juga: Peru Terdampak Krisis Energi: Kebocoran Pipa Gas Jadi Pemicu Kelangkaan BBM dan Antrean di Kilang Minyak

Related Articles

Back to top button