slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Infrastruktur Digital Memperkuat Daya Saing Daerah Berkembang Secara Signifikan

Infrastruktur digital saat ini telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar akses internet cepat atau sinyal yang lebih kuat. Di berbagai daerah, konektivitas digital telah menjadi pengubah permainan yang menawarkan berbagai peluang baru dalam aspek ekonomi, pelayanan publik, dan bagi pelaku usaha. Laporan terbaru dari East Ventures, yaitu Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026, menegaskan bahwa daya saing digital suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas jaringan infrastrukturnya, tetapi juga seberapa efektif teknologi tersebut digunakan oleh pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Secara nasional, pilar Kewirausahaan dan Produktivitas memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan skor dalam EV-DCI 2026.

Tingginya pemanfaatan teknologi oleh masyarakat dan pelaku usaha telah mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi digital di berbagai daerah. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur digital saja tidaklah cukup. Setelah konektivitas tersedia, tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa masyarakat dan dunia usaha dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan bisnis, dan memperluas akses pasar. Di sisi lain, pemerintah juga mulai bertransformasi dengan mengintegrasikan layanan publik yang berbasis digital, meningkatkan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta memperluas transaksi elektronik di tingkat pemerintah daerah.

Infrastruktur Digital dan Tata Kelola: Sinergi yang Kuat

Meningkatnya skor EV-DCI di berbagai provinsi menunjukkan bahwa tidak ada pola yang sama dalam hal kenaikan daya saing digital. Beberapa daerah mengalami kemajuan pesat berkat pembangunan infrastruktur digital, sementara yang lain tumbuh berkat tata kelola yang baik, talenta digital, dan pemanfaatan teknologi secara masif. Papua Barat Daya, provinsi terbaru di Indonesia, menjadi contoh yang mencolok. Provinsi ini meloncat 15 peringkat, dari posisi ke-33 menjadi ke-18 secara nasional, dengan skor daya saing digital yang meningkat dari 34,9 menjadi 43,8.

Peningkatan ini tidak terlepas dari pengembangan infrastruktur digital. Jumlah desa yang kini menikmati sinyal 4G bertambah, sementara layanan Hyper 5G mulai hadir di Sorong. Konektivitas yang lebih baik ini membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi digital, dengan transaksi QRIS yang tumbuh 280,6 persen secara tahunan. Jumlah merchant yang menggunakan QRIS juga meningkat sebesar 24,5 persen.

Penguatan Tata Kelola di Sulawesi Selatan

Di sisi lain, Sulawesi Selatan menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda. Provinsi ini berhasil masuk ke dalam 10 besar nasional setelah naik satu peringkat ke posisi ke-10 dengan skor 48,9. Faktor utama yang mendorong kenaikan ini adalah penguatan tata kelola digital oleh pemerintah. Pilar Regulasi dan Kapasitas Pemerintah Daerah di Sulawesi Selatan meningkat lebih dari 20 poin, didukung oleh perbaikan indeks SPBE, percepatan transaksi digital di pemerintah daerah, dan peningkatan keamanan siber.

Saat yang sama, ekonomi Sulawesi Selatan juga tumbuh sebesar 6,9 persen pada triwulan I-2026, dengan sektor informasi dan komunikasi terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Temuan ini menunjukkan bahwa ketika konektivitas dasar sudah terpenuhi, tata kelola yang baik bisa menjadi pendorong utama dalam meningkatkan daya saing digital suatu daerah.

Kalimantan Timur dan Pertumbuhan Digital

Kalimantan Timur juga menunjukkan tren yang positif dengan kenaikan dua peringkat ke posisi keenam nasional, mencatat skor 52,4. Pencapaian ini menjadikan Kalimantan Timur sebagai satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang berhasil masuk enam besar dalam EV-DCI 2026. Salah satu faktor pendukungnya adalah program Internet Desa Gratis yang diluncurkan oleh pemerintah provinsi. Hingga akhir 2025, program ini telah menjangkau 802 dari total 841 desa di Kalimantan Timur.

Adanya akses internet yang semakin luas tidak hanya memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik digital, tetapi juga memberikan ruang baru bagi pendidikan, pemasaran UMKM, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Dampaknya mulai terlihat dalam pertumbuhan ekonomi, dengan UMKM terus didorong, dan kredit perbankan yang tumbuh 17,4 persen secara tahunan.

Kemajuan di Pulau Jawa

Di Pulau Jawa, Jawa Timur berhasil naik ke posisi ketiga nasional dengan skor 58,0. Penguatan daya saing digital provinsi ini didukung oleh kualitas infrastruktur digital yang semakin baik, pengembangan BTS 4G, serta integrasi layanan publik yang berbasis digital. Sementara itu, Jawa Tengah juga menunjukkan kemajuan dengan naik ke peringkat kedelapan nasional, mencatatkan skor 51,7. Perluasan internet gratis ke 327 desa, termasuk area blank spot dan daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, menjadi salah satu langkah untuk memperkuat fondasi transformasi digital.

Dari sisi ekonomi, Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,4 persen secara tahunan, dengan realisasi investasi meningkat 28,9 persen. Penting untuk dicatat bahwa seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah mencatatkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di atas 90 persen.

Menciptakan Ekosistem Digital yang Berkelanjutan

Pengalaman berbagai provinsi menunjukkan bahwa transformasi digital tidak semata-mata tentang membangun jaringan internet. Meskipun infrastruktur adalah titik awal yang penting, dampak ekonomi baru akan terasa ketika konektivitas berpadu dengan tata kelola yang kuat, masyarakat yang adaptif, serta dunia usaha yang aktif memanfaatkan teknologi. Dengan kata lain, sinyal kuat adalah fondasi, tetapi pemanfaatan yang tepat akan menjadi pengubah permainan.

Ketika infrastruktur, pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bergerak dalam arah yang sama, teknologi digital berpotensi menjadi mesin baru yang mampu mengangkat daya saing sekaligus mempersempit kesenjangan antarwilayah di Indonesia. Hal ini menciptakan peluang untuk pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Infrastruktur digital yang kuat dan tata kelola yang tepat akan menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur digital, serta meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Dengan langkah-langkah ini, daerah-daerah yang berkembang dapat meraih manfaat maksimal dari era digital yang semakin maju.

➡️ Baca Juga: Solusi Pinjaman Dana untuk Beli Baju Baru Jelang Lebaran Tanpa Menunggu Gajian

➡️ Baca Juga: Pria Meninggal Pasca Tabrakan Mobil ke Sinagoge Michigan, Ditembak

Related Articles

Back to top button