Inovasi yang dikenal sebagai AQUATERRA telah muncul dari pemikiran kreatif mahasiswa Universitas Jember (Unej). Proyek ini merupakan sistem smart aquaponics yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan dirancang untuk mengintegrasikan budidaya ikan dengan pertanian. Konsep ini hadir sebagai jawaban atas tantangan pangan yang dihadapi di Kepulauan Seribu, dengan pendekatan yang hemat air dan ramah lingkungan.
Inovasi AQUATERRA: Menghadapi Tantangan Pangan
AQUATERRA merupakan hasil kolaborasi antara tiga mahasiswa, yaitu Muhammad Husein Shodiq dari Program Studi Fisika, Aditya Bintang Imani, dan Muhammad Reihan Rafzansani dari Program Studi Ilmu Keperawatan. Ketiga mahasiswa ini berupaya untuk menciptakan solusi yang relevan bagi masyarakat di daerah kepulauan, di mana keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan utama.
Menurut Husein, Ketua Tim, pertumbuhan populasi yang pesat dan terbatasnya lahan darat menghambat pengembangan pertanian konvensional. Hal ini menjadikan masyarakat masih bergantung pada pasokan pangan dari daratan Jakarta, yang tentunya tidak berkelanjutan.
Teknologi yang Diintegrasikan dalam AQUATERRA
AQUATERRA menggabungkan beberapa teknologi canggih, di antaranya adalah Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Nutrient Film Technique (NFT), dan Recirculating Aquaculture System (RAS). Integrasi teknologi ini memungkinkan sistem untuk beroperasi secara efisien, menghubungkan kegiatan perikanan dan pertanian dalam satu kesatuan yang harmonis.
- SWRO: Teknologi ini berfungsi untuk mengolah air laut menjadi air tawar yang dapat digunakan untuk budidaya ikan lele dan pertanian.
- NFT: Metode ini memungkinkan tanaman mendapatkan nutrisi dari air kolam ikan, sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas.
- RAS: Sistem ini mengalirkan dan membersihkan air secara terus-menerus, yang membantu dalam penghematan penggunaan air.
- Modular dan Hemat Energi: AQUATERRA dirancang agar dapat beroperasi secara mandiri dan hemat energi, sehingga dapat diletakkan di atas permukaan laut.
- Penggunaan Energi Surya: Dengan memanfaatkan panel surya, sistem ini dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.
Husein menekankan bahwa AQUATERRA tidak hanya berfungsi sebagai sistem budidaya tetapi juga sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal. Dengan memanfaatkan potensi laut yang melimpah, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan di Kepulauan Seribu.
Peluang Penerapan dan Dampak Sosial
Kepulauan Seribu, yang dikelilingi oleh lautan, memiliki potensi besar untuk mengembangkan sistem produksi pangan berbasis perairan. Inovasi ini juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Masyarakat di wilayah tersebut telah mengenal berbagai praktik urban farming, yang menjadi modal awal dalam pengembangan AQUATERRA.
Prestasi yang diraih oleh tim ini patut dicatat. Karya ilmiah mereka, yang berjudul “AQUATERRA: Inovasi Smart-Aquaponics Berbasis Internet of Things sebagai Solusi Ketahanan Pangan di Kepulauan Seribu,” berhasil meraih Juara 2 pada ajang Esai AKTIVA.04 2026 yang diadakan oleh Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Bengkulu. Pencapaian ini menunjukkan bahwa ide mereka tidak hanya inovatif tetapi juga diakui oleh berbagai pihak.
Harapan untuk Masa Depan
Husein berharap bahwa AQUATERRA tidak hanya akan terhenti pada tahap ide, tetapi dapat terus dikembangkan hingga implementasi nyata di berbagai wilayah kepulauan Indonesia. Ia ingin agar inovasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta mendorong mahasiswa lainnya untuk peka terhadap isu-isu sosial melalui inovasi yang bermanfaat.
“Kunci sukses adalah memulai dari permasalahan yang nyata di masyarakat. Setiap ide harus didukung oleh data dan sumber yang dapat dipercaya, agar solusi yang diberikan tidak hanya kreatif tetapi juga relevan dan efektif,” jelas Husein. Dia menekankan pentingnya keberanian untuk mengambil langkah dan keyakinan dalam proses inovasi yang dijalani.
Manfaat dan Keunggulan AQUATERRA
AQUATERRA menawarkan berbagai manfaat dan keunggulan yang menjadikannya solusi yang sangat relevan di era modern ini. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Hemat Air: Sistem ini dirancang untuk meminimalkan penggunaan air, sangat penting di daerah yang sering mengalami kekeringan.
- Ramah Lingkungan: Menerapkan teknologi yang tidak merusak lingkungan sekitar, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem.
- Mandiri Energi: Dengan memanfaatkan energi terbarukan, AQUATERRA mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
- Modular dan Fleksibel: Desain yang memungkinkan sistem ini dapat disesuaikan dengan berbagai lokasi dan kondisi lingkungan.
- Potensi Ekonomi: Meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Secara keseluruhan, inovasi IoT AQUATERRA merupakan langkah maju yang signifikan dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan teknologi modern dan sumber daya yang ada, diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat di Kepulauan Seribu dan daerah kepulauan lainnya di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Pameran Karya Guru Talib Eka “Garis Pinggir” Resmi Dibuka di Gorontalo
➡️ Baca Juga: Perampokan Modus Investasi di Sentul Bogor Terungkap, Empat Pelaku Ditangkap Polisi
