Dalam upaya memperkuat jembatan antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya, Program Studi Senjata Tradisional Keris di Jurusan Kriya, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, telah melaksanakan studi ekskursi serta penandatanganan kerja sama strategis dengan Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2025 ini menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik nyata dalam pelestarian budaya keris.
Pentingnya Kerja Sama Strategis dalam Pelestarian Budaya
Ketua Sanggar Keris Mataram, Ki Nurjianto, atau lebih dikenal dengan Gus Poleng, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial untuk menjaga keutuhan keris sebagai salah satu warisan budaya. Ia menjelaskan bahwa keris bukan sekadar objek fisik, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofi, sejarah, serta spiritual yang harus dipahami secara mendalam.
Nilai Filosofis dan Sejarah Keris
Dalam pandangan Gus Poleng, keris memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar alat. Ia mengajak semua pihak untuk menggali lebih dalam aspek-aspek yang menyertainya, seperti:
- Filosofi yang terkandung dalam setiap goresan dan desain keris.
- Sejarah peran keris dalam budaya dan tradisi masyarakat.
- Aspek spiritual yang menyertai pembuatan dan penggunaan keris.
- Proses pembuatan keris yang melibatkan teknik dan keterampilan tinggi.
- Peran keris dalam upacara dan ritual tradisional.
Mendukung Keterhubungan antara Akademik dan Praktik
Menurut Ketua Prodi Keris ISI Surakarta, M. Ubaidul Izza, kegiatan studi ekskursi ini merupakan bagian dari agenda rutin yang bertujuan memberi mahasiswa pengalaman langsung di dunia kerja. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan SKM Yogyakarta membuka jalan baru bagi mahasiswa dan alumni untuk memahami tantangan serta peluang yang ada dalam bidang perkerisan.
Peluang di Bidang Perkerisan
Melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung:
- Proses pembuatan keris dari awal hingga akhir.
- Praktik pelestarian budaya yang dilakukan oleh komunitas keris.
- Peluang karir di sektor budaya dan seni.
- Pengembangan kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja.
- Interaksi dengan praktisi dan ahli di bidang keris.
Mendorong Kompetisi dan Kualitas Lulusan
Dosen pendamping, Dr. Kuntadi Wasi Darmojo, menegaskan pentingnya kerja sama yang lebih mendalam agar para lulusan mampu bersaing di berbagai sektor. Ia menganggap bahwa SKM Yogyakarta bisa menjadi acuan praktik yang relevan dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.
Relevansi Praktik di SKM Yogyakarta
Pengelola Museum dan Galeri Keris SKM Yogyakarta, Ki Arya Pandhu, menambahkan bahwa ruang kerja bagi lulusan Prodi Keris tidak hanya terbatas pada pembuatan keris saja. Ada banyak bidang lain yang bisa dijelajahi, seperti:
- Edukasi mengenai keris dan budayanya.
- Konservasi keris sebagai warisan budaya.
- Kurasi koleksi keris di museum.
- Promosi budaya keris di tingkat lokal maupun internasional.
- Pengembangan produk keris yang berorientasi komersial.
Studi Ekskursi Sebagai Awal Kerja Sama Berkelanjutan
Kegiatan studi ekskursi ini diikuti oleh sekelompok dosen, praktisi, dan 20 mahasiswa Prodi Keris ISI Surakarta dari semester 2 dan 4. Diharapkan, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pengenalan, tetapi juga sebagai langkah awal untuk mengembangkan kerja sama berkelanjutan yang meliputi penelitian, pelatihan, serta penguatan ekosistem pelestarian keris di seluruh Indonesia.
Pengembangan Ekosistem Pelestarian Keris
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan muncul berbagai inisiatif baru yang dapat memperkuat pelestarian keris, seperti:
- Riset bersama mengenai teknik dan filosofi keris.
- Pelatihan untuk mahasiswa dan masyarakat umum.
- Program pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi.
- Pengembangan pameran atau acara budaya yang melibatkan keris.
- Penerbitan materi edukasi tentang keris dan warisan budaya Indonesia.
Dengan demikian, kerja sama strategis antara ISI Surakarta dan Sanggar Keris Mataram Yogyakarta tidak hanya diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara teori dan praktik, tetapi juga menjadi pendorong utama dalam pelestarian budaya keris di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, generasi mendatang diharapkan dapat memahami dan menghargai keris sebagai bagian integral dari identitas budaya bangsa.
➡️ Baca Juga: Pemkab Bogor Luncurkan Uji Coba Bus Listrik Gratis Selama Tiga Bulan
➡️ Baca Juga: Bansos ATENSI YAPI 2026 Sudah Cair: Cek Nominal Rp1,2 Juta dan Syarat Penerima
