Jakarta Timur Ajak Warga Maksimalkan Lahan dengan Menanam Singkong Sebagai Pendamping Beras

Jakarta Timur kini mengajak masyarakatnya untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam singkong sebagai tanaman pendamping beras. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada di lingkungan sekitar. Dengan penanaman singkong, diharapkan warga dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sambil sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Dorongan dari Suku Dinas KPKP
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, mengungkapkan bahwa pemanfaatan lahan untuk menanam tanaman pangan pendamping beras adalah langkah yang strategis. “Langkah ini membantu masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan,” katanya saat dihubungi di Jakarta pada Senin, 5 Oktober.
Taufik menambahkan bahwa penanaman tanaman pendamping beras tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan di tingkat keluarga. Dengan demikian, petani dan masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola sumber pangan mereka sendiri.
Gerakan Menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras
Salah satu upaya pemerintah melalui Jakarta Timur adalah Gerakan Menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras. Taufik menjelaskan bahwa arahan ini tercantum dalam Instruksi Sekretaris Daerah Khusus Ibu Kota Provinsi Jakarta Nomor 40 Tahun 2026. Gerakan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam menanam beberapa komoditas pangan.
- Singkong
- Ubi
- Jagung
- Sukun
- Pisang
Dalam pelaksanaan gerakan ini, berbagai komoditas tersebut didorong untuk ditanam oleh warga agar dapat mendukung ketahanan pangan di Jakarta. Singkong, sebagai salah satu tanaman yang diutamakan, memiliki potensi besar untuk dijadikan sumber pangan alternatif.
Manfaat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Taufik menjelaskan bahwa hasil dari tanaman yang ditanam dalam gerakan ini pada tahap awal difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Keberhasilan dalam budidaya tanaman pendamping beras ini dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi keluarga, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan yang berkualitas.
Pada Jumat, 2 Oktober, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, bersama warga melakukan panen singkong dan petai di Jalan Radar Utara, Pangkalan Jati, Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar. Dalam kegiatan tersebut, hasil panen singkong mencapai sekitar 15 kilogram, sementara untuk petai dipanen sebanyak 40 papan.
Langkah Positif untuk Ketahanan Pangan
Munjirin mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah yang sangat positif untuk mendukung ketahanan pangan di Jakarta Timur. “Kita bisa melihat hasil panen yang maksimal, di mana singkong yang dicabut cukup besar dan petai yang dipanen juga segar. Ini bisa menjadi contoh nyata dalam upaya menjaga ketahanan pangan yang optimal,” imbuhnya.
Pentingnya memanfaatkan lahan yang produktif tidak hanya berfokus pada aspek pertanian, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan mengembangkan kegiatan pertanian secara berkelanjutan, diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian warga Jakarta Timur.
Keberlanjutan dan Pengembangan Pertanian
Munjirin berharap agar kegiatan memanfaatkan lahan produktif ini dapat terus berkembang. “Kita perlu memastikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya. Langkah-langkah strategis dalam pengembangan pertanian di Jakarta Timur diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, potensi lahan yang ada bisa dimaksimalkan untuk menghasilkan pangan yang berkualitas. Penanaman singkong sebagai pendamping beras adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Kesimpulan
Pemanfaatan lahan untuk menanam singkong di Jakarta Timur bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga tentang menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik bagi setiap keluarga. Dengan inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dan berdaya dalam mengelola sumber pangan mereka. Melalui gerakan menanam tanaman pangan pendamping beras, Jakarta Timur menunjukkan komitmennya untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan yang ada.
➡️ Baca Juga: Idul Fitri 2026: Presiden Palestina Mahmoud Abbas Serukan Harapan Kemerdekaan Palestina
➡️ Baca Juga: BTS Raih Prestasi Gemilang dengan 1,9 Juta Penonton di Tur AS




