Komisi X Minta Perbaikan Sekolah untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Siswa Secara Optimal

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan perlunya program revitalisasi sekolah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar peserta didik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman. Hal ini menjadi krusial agar setiap siswa dapat belajar dengan optimal dan berkembang sesuai potensi mereka.
Pentingnya Standarisasi dalam Renovasi Sekolah
Hetifah menjelaskan bahwa program renovasi sekolah harus dilaksanakan dengan standar yang jelas. Renovasi ini tidak semata-mata berfokus pada perbaikan ruang kelas atau struktur bangunan, tetapi juga harus mempertimbangkan berbagai aspek lain yang mendukung proses belajar mengajar. Dengan demikian, setiap sekolah bisa menjadi tempat yang mendukung pembelajaran yang berkualitas.
Dia menambahkan bahwa apresiasi layak diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang berkomitmen untuk melakukan renovasi dan revitalisasi sekolah secara menyeluruh di seluruh Indonesia. Komitmen ini merupakan langkah positif menuju peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.
Menjamin Keamanan dan Kelayakan Tempat Belajar
Menurut Hetifah, program revitalisasi sekolah harus melibatkan lebih dari sekadar pembangunan fisik. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap anak memiliki akses ke tempat belajar yang aman, layak, dan sehat, yang pada gilirannya mendukung pembelajaran berkualitas. Hal ini sangat penting agar siswa dapat belajar tanpa adanya gangguan dari kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Percepatan dalam perbaikan sekolah juga menjadi perhatian. Kesenjangan dalam sarana dan prasarana pendidikan masih terjadi di banyak daerah, yang jelas mempengaruhi kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa. Oleh karena itu, Hetifah menekankan pentingnya fokus pemerintah dalam memastikan bahwa program ini menjangkau wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Fasilitas Kamar Kecil yang Layak
Salah satu fasilitas yang perlu mendapat perhatian serius adalah kamar kecil atau toilet di sekolah. Hetifah menekankan bahwa keberadaan toilet yang bersih, sehat, layak, dan memadai merupakan bagian integral dari lingkungan pendidikan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang menghadapi masalah ini.
Dia mengingatkan bahwa perbaikan sarana dan prasarana sekolah harus dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Sekolah yang telah diperbaiki secara fisik harus dilengkapi dengan fasilitas pendidikan yang memungkinkan guru dan peserta didik memanfaatkan berbagai sumber belajar secara optimal.
Inovasi Teknologi dalam Pendidikan
Dalam konteks meningkatkan kualitas pendidikan, Hetifah mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memperluas penyediaan interactive flat panel (IFP) atau layar pintar digital di sekolah-sekolah. Menurutnya, pemerintah telah berhasil mendistribusikan satu unit IFP ke setiap sekolah pada tahun 2025, dengan target penambahan tiga unit atau lebih per sekolah pada akhir tahun 2026.
“Penambahan layar digital ini merupakan langkah positif. Revitalisasi sekolah harus mempersiapkan ruang belajar yang sesuai dengan tuntutan zaman,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, baik di perkotaan maupun di daerah terpencil.
Strategi untuk Mencapai Kualitas Pendidikan yang Lebih Baik
Berbagai strategi perlu diterapkan untuk mencapai hasil yang optimal dalam pendidikan. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Menetapkan standar renovasi yang jelas dan terukur.
- Memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
- Menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, termasuk toilet yang bersih dan layak.
- Mendukung penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
- Melibatkan masyarakat dalam proses revitalisasi dan pemeliharaan sekolah.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan setiap sekolah di Indonesia dapat menjadi tempat yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mampu memfasilitasi pembelajaran yang berkualitas. Komitmen semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan pendidikan, sangat penting dalam mewujudkan visi ini.
Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan
Hetifah menekankan bahwa pendidikan harus bersifat inklusif dan berkeadilan. Setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial atau geografis, harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, program revitalisasi sekolah harus dirancang untuk menjangkau semua kalangan, terutama yang berada di daerah tertinggal dan terpencil.
“Kami ingin setiap anak merasa bahwa mereka memiliki hak untuk belajar di tempat yang layak, aman, dan mendukung mereka untuk berkembang,” kata Hetifah. Hal ini menunjukkan pentingnya komitmen berkelanjutan dari pemerintah dan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa semua anak di Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak.
Peran Masyarakat dalam Revitalisasi Sekolah
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam proses revitalisasi sekolah. Keterlibatan orang tua dan komunitas lokal dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Beberapa cara masyarakat dapat berkontribusi antara lain:
- Mendukung program-program perbaikan sekolah dengan sumber daya lokal.
- Berpartisipasi dalam kegiatan pemeliharaan fasilitas pendidikan.
- Mendorong anak-anak untuk aktif dalam proses belajar.
- Membangun kemitraan dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
- Menjalin kerjasama dengan lembaga non-pemerintah untuk program-program pendidikan.
Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan revitalisasi sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Ini akan menciptakan rasa memiliki dan kepedulian terhadap kualitas pendidikan di lingkungan masing-masing.
Kesempatan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Revitalisasi sekolah merupakan langkah penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Dengan memastikan bahwa setiap sekolah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan lingkungan yang mendukung, kita sedang berinvestasi dalam generasi yang akan datang. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya akan mempengaruhi individu, tetapi juga akan berdampak pada pembangunan masyarakat dan negara secara keseluruhan.
Hetifah Sjaifudian mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita pastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” serunya. Dengan kolaborasi dan komitmen yang kuat, visi ini bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
➡️ Baca Juga: Persija Jakarta Kalahkan Persijap Jepara dalam Pertandingan Sepak Bola Terbaru
➡️ Baca Juga: Ery Makmur Berhasil Turunkan Berat Badan 40 Kg dalam Waktu 15 Bulan




