PLN Tingkatkan Peran Perempuan melalui Srikandi Movement untuk Inspirasi Kartini

Jakarta – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kontribusi perempuan demi terciptanya dampak sosial yang berkelanjutan. Melalui Program Srikandi Movement, perusahaan ini berusaha memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Kartini. Inisiatif ini telah menjangkau lebih dari 40 ribu penerima manfaat di lebih dari 140 lokasi di seluruh Indonesia selama tahun 2025, memperlihatkan dampak yang luas dan signifikan.
Srikandi Movement: Mendorong Pemberdayaan Perempuan
Srikandi Movement merupakan gerakan yang diinisiasi oleh PLN, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan perempuan. Program ini dirancang dengan lima inisiatif utama, yaitu Srikandi Goes to School/Campus, Srikandi Sahabat Anak, Women Support Women, Srikandi Care, dan Inspiring Srikandi. Setiap inisiatif ini memiliki fokus yang berbeda, namun saling melengkapi untuk menciptakan dampak nyata di berbagai sektor seperti pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, dan pengembangan kapasitas perempuan.
Peningkatan Kualitas Hidup Melalui Inisiatif Khusus
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa peran Srikandi PLN kini tidak hanya terbatas pada kegiatan operasional dan penyediaan energi listrik. Sebaliknya, PLN juga berusaha untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan. “Melalui Srikandi Movement, kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi di bidang ekonomi.
Women Support Women: Program Unggulan Srikandi Movement
Salah satu inisiatif unggulan dalam Srikandi Movement adalah Women Support Women, yang menunjukkan capaian implementasi yang sangat positif. Program ini telah menjangkau 1.296 penerima manfaat dan melibatkan 36 kelompok, dengan nilai Social Return on Investment (SROI) mencapai 5,79. Kamia Handayani, Ketua Harian Srikandi PLN, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada mendorong perempuan untuk mandiri secara ekonomi. “Kami tidak hanya memberikan akses dan peluang, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan, pendampingan, dan jejaring yang dapat memperkuat keberlanjutan usaha mereka,” tuturnya.
Inisiatif Lain yang Mendukung Pemberdayaan Perempuan
Selain Women Support Women, Srikandi Movement juga memiliki beberapa program unggulan lainnya yang saling melengkapi. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Srikandi Goes to School/Campus: Berfokus pada peningkatan literasi dan wawasan dengan kegiatan berbagi ilmu di luar kurikulum formal. Program ini telah menjangkau 5.102 orang dan 240 tenaga pendidik di 60 lokasi.
- Srikandi Sahabat Anak: Memperkuat pemenuhan hak dan kesejahteraan anak melalui edukasi, pendampingan, dan bantuan kebutuhan dasar. Program ini telah menjangkau 16.591 anak dan 301 guru serta pendamping di 83 sekolah dan lembaga, dengan nilai SROI sebesar 2,59.
- Srikandi Care: Meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi gizi dan layanan kesehatan. Program ini menjangkau 7.309 ibu dan 3.249 anak, dengan nilai SROI sebesar 2,68.
- Inspiring Srikandi: Sebuah wadah pengembangan kapasitas perempuan melalui pelatihan non-kedinasan, seperti peningkatan keterampilan dan kompetensi diri, diikuti oleh lebih dari 8.400 peserta.
Setiap program dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan. Kamia menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam menciptakan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. “Ketika perempuan diberdayakan, maka keluarga dan masyarakat juga akan ikut tumbuh,” tambahnya.
Dampak Nyata dari Srikandi Movement
Tak hanya dari perspektif statistik, Srikandi Movement juga memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Lanny Juliana Mogot, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Manado, Sulawesi Utara, merasakan langsung manfaat dari program Women Support Women. “Program ini benar-benar membantu kami untuk berkembang. Kami tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga ilmu dan pendampingan dalam menjalankan usaha,” ungkapnya.
Dengan dukungan dari PLN, Lanny merasa lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya dan meningkatkan penghasilan keluarganya. “Sekarang kami lebih percaya diri untuk meningkatkan usaha dan menambah penghasilan keluarga,” katanya. Ini menunjukkan bagaimana Srikandi Movement tidak hanya menciptakan dampak positif pada individu, tetapi juga pada ekonomi lokal.
Komitmen PLN untuk Keberlanjutan
Melalui Srikandi Movement, PLN memiliki keyakinan yang kuat untuk terus memperluas dampak positif terhadap masyarakat. Upaya ini tidak hanya memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia, tetapi juga mencerminkan komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendorong pemberdayaan yang inklusif dan berkesinambungan.
Dengan demikian, PLN tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi perempuan dan masyarakat secara keseluruhan. Melalui program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan, PLN siap menjadi mitra dalam memberdayakan perempuan serta mengembangkan potensi mereka di berbagai sektor.
Dengan berbagai inisiatif ini, PLN menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan adalah bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan. Srikandi Movement adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam perekonomian, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.
➡️ Baca Juga: 307 Ribu Kendaraan Melintasi Cikupa dalam Sepekan, Gelombang Pemudik Meningkat Pesat
➡️ Baca Juga: Juventus Terancam, Genoa Datang dengan Misi Selamatkan Diri di Serie A Italia




