Dalam bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menantikan hadirnya malam yang penuh berkah, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini begitu istimewa karena dipercaya memiliki nilai yang lebih baik dari seribu bulan, atau setara dengan lebih dari 83 tahun beribadah. Selain itu, malam ini juga dianggap sebagai waktu penurunan Al-Qur’an secara keseluruhan kepada Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi, kapan tepatnya malam ini datang? Bagaimana cara mengenali tanda-tandanya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Mengapa Malam Lailatul Qadar Begitu Istimewa?
Malam Lailatul Qadar disebut-sebut sebagai malam paling mulia dalam ajaran Islam. Keistimewaannya dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5, dimana Allah SWT berfirman bahwa pada malam tersebut, turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhan untuk mengatur segala urusan. Sehingga, malam tersebut menjadi malam yang penuh damai hingga waktu shubuh tiba.
Hal ini juga menjadi alasan mengapa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut. Sebab, setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar akan mendapatkan pahala yang sangat besar, bahkan setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?
Rasulullah SAW tidak pernah menjelaskan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Namun, dalam beberapa hadis, umat Islam dianjurkan untuk mencari malam tersebut pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Jadi, jika merujuk pada hasil sidang isbat Kementerian Agama, berikut adalah malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi malam Lailatul Qadar:
- Malam ke-21: Selasa malam, 10 Maret 2026
- Malam ke-23: Kamis malam, 12 Maret 2026
- Malam ke-25: Sabtu malam, 14 Maret 2026
- Malam ke-27: Senin malam, 16 Maret 2026
- Malam ke-29: Rabu malam, 18 Maret 2026
Pada malam-malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memanjatkan doa.
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Rasulullah SAW juga menjelaskan beberapa tanda atau ciri khas datangnya malam Lailatul Qadar. Salah satu tanda yang paling umum adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah malam tersebut. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari akan terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.
Beberapa ulama juga menyebutkan tanda-tanda lain yang kerap dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar, seperti suasana malam yang terasa sangat tenang dan damai, udara yang sejuk dan menenangkan, serta ada rasa ketenangan spiritual yang mendalam. Namun, perlu diingat bahwa tanda-tanda ini tidak selalu dirasakan oleh semua orang.
Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan
Karena waktu pasti malam Lailatul Qadar tidak diketahui, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain salat malam atau qiyamul lail, membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, memperbanyak zikir dan doa, serta memperbanyak sedekah dan amal kebaikan.
Dengan memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, diharapkan umat Islam tidak akan melewatkan kesempatan untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar yang penuh berkah.
➡️ Baca Juga: Warga Padati Gerakan Pangan Murah Polresta Bandung, Harga Sembako Jauh di Bawah Pasaran
➡️ Baca Juga: Pantau Arus Mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri Gunakan Teknologi Informasi hingga Drone
