Jakarta – Ketimpangan dalam penguasaan tanah, daya saing industri, dan ketidakadilan hukum yang dialami oleh kelompok rentan merupakan beberapa isu krusial yang akan diangkat oleh Partai NasDem menjelang perayaan ulang tahun ke-15. Dalam rangka menyambut hari jadi tersebut, partai ini akan menyelenggarakan lima simposium yang direncanakan berlangsung pada bulan November 2026. Melalui serangkaian forum ini, NasDem berharap dapat mengumpulkan berbagai gagasan dari berbagai sektor untuk merumuskan solusi atas masalah-masalah publik yang ada.
Agenda Simposium Menyambut HUT ke-15
Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem telah menetapkan bahwa simposium tersebut akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 24 November 2026. Berbagai elemen masyarakat akan dilibatkan dalam diskusi, termasuk pemerintah, anggota parlemen, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, dan mahasiswa. Masing-masing simposium akan mengangkat tema strategis yang relevan dengan isu-isu terkini.
Simposium Pertama: Memperkuat Reforma Agraria
Simposium pertama akan diadakan pada Rabu, 4 November 2026, bertempat di Ballroom NasDem Tower, Jakarta. Dengan tema “Memperkuat Reforma Agraria untuk Keadilan Sosial, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat”, forum ini akan menjadi pembuka yang membahas isu reforma agraria yang kompleks. Isu ini tidak hanya mencakup penataan penguasaan dan kepemilikan tanah, tetapi juga berkaitan erat dengan konflik agraria, kepastian hukum, serta perlindungan hak-hak masyarakat.
Penataan aset tanah harus diiringi dengan pembukaan akses produktif agar tanah dapat menjadi sumber kesejahteraan. Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi NasDem, Rifqinizamy Karsayuda, dijadwalkan sebagai pembicara kunci. Selain itu, forum ini juga akan dihadiri oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan, mantan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria Roni Septian Maulana, dan Nur Amalia dari DPP Petani NasDem. Diskusi ini akan dipandu oleh Muchtar Luthfi Mutty, mantan Bupati Luwu Utara dua periode.
Narasi dan rekomendasi yang dihasilkan dari simposium ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan reforma agraria, mengurangi ketimpangan dalam penguasaan tanah, serta mendorong penyelesaian konflik yang ada. Dialog antara pemerintah, DPR, dan masyarakat sipil diharapkan dapat membuka ruang bagi kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Simposium Kedua: Pertumbuhan Ekonomi Melalui Industri Manufaktur
Simposium kedua dijadwalkan pada Senin, 9 November 2026, dengan tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Industri Manufaktur”. Forum ini akan membahas peran penting industri manufaktur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing nasional. Pembicara kunci dalam simposium ini adalah Kapoksi Fraksi NasDem Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo.
Beberapa narasumber lainnya yang akan turut hadir adalah anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi NasDem, Asep Wahyuwijaya; Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana; serta Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Tri Supondy. Diskusi akan dipandu oleh Arlinda, seorang pakar perdagangan internasional yang berpengalaman di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Simposium ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret bagi penguatan industri manufaktur, sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Simposium Ketiga: Politik Legislasi untuk Keadilan Sosial
Pada hari yang sama, NasDem juga akan menggelar simposium ketiga bertajuk “Politik Legislasi Partai NasDem: Memperjuangkan yang Tertinggal”. Tema ini akan menyoroti fungsi legislasi sebagai alat untuk memperjuangkan hak-hak kelompok masyarakat yang selama ini belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Ketua DPP NasDem sekaligus Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Martin Manurung dan Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya akan menjadi narasumber utama.
Forum ini juga akan melibatkan aktivis dan akademisi yang memiliki kepedulian terhadap Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, seperti Mariah Ulfah Anshor, Koordinator Nasional Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga Lita Anggraini, serta perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Abdon Nababan. Diskusi akan dipandu oleh Anggota Baleg DPR RI Rudianto Lallo.
Pembahasan di simposium ini akan fokus pada pentingnya produk hukum yang tidak hanya sekadar mengikuti prosedur pembentukan undang-undang, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Perlindungan bagi pekerja rumah tangga, masyarakat adat, dan korban kekerasan seksual akan menjadi isu penting yang didiskusikan dalam forum ini.
Simposium Keempat: Perdamaian Internasional
Simposium keempat, yang akan berlangsung pada Selasa, 24 November 2026, akan membahas tema perdamaian internasional. Forum ini bertujuan untuk mengeksplorasi kedaulatan negara, kerja sama selatan-selatan, serta kontribusi dalam menata pendekatan baru dukungan terhadap tatanan demokrasi global saat ini dan di masa mendatang. Pembicara kunci yang akan hadir adalah Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir.
Adapun pembawa materi lain yang dijadwalkan hadir adalah Anggota Fraksi NasDem Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Heru Hartanto Subolo, serta Dubes RI untuk Singapura periode 2020-2025, Tommy Suryopratomo. Diskusi akan difasilitasi oleh Leonard Samosir, seorang jurnalis senior di Metro TV.
Tujuan utama dari forum ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana negara-negara Global South dapat memperkuat demokrasi, tata kelola pemerintahan, dan kerja sama internasional sambil tetap menghormati prinsip kedaulatan serta keberagaman sistem politik dan budaya.
Simposium Kelima: Partai Politik Modern untuk Generasi Masa Depan
Simposium kelima akan diadakan pada hari yang sama dengan tema “Partai Politik Modern untuk Generasi Masa Depan”. Forum ini berfokus pada tantangan yang dihadapi dalam pembaruan partai politik di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika aspirasi generasi muda. Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh akan menjadi pembicara kunci dalam forum ini.
Empat pembicara lainnya yang dijadwalkan hadir termasuk Dr. Wawan Mas’udi, Dosen FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM); Mouliza Donna Kristhopher Sweinstani, Peneliti Ahli Muda BRIN; serta Saur Hutabarat, seorang jurnalis senior. Melalui simposium ini, NasDem berupaya menjadikan perayaan hari jadinya bukan hanya sekadar seremoni organisasi, tetapi juga sebuah ruang untuk pertukaran gagasan mengenai arah kebijakan publik ke depan.
Ruang Pertukaran Gagasan
Lima simposium yang direncanakan ini mencakup isu-isu mendasar dalam kehidupan bernegara, seperti distribusi sumber daya, penguatan ekonomi, perlindungan hak melalui legislasi, serta masa depan demokrasi melalui pembaruan partai politik. Dengan melibatkan berbagai pihak dalam diskusi ini, NasDem berharap dapat mendorong munculnya kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Partai NasDem berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam merumuskan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai partai politik yang modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
➡️ Baca Juga: Petani Punk Gunung Kidul Membangun Masa Depan yang Cerah dari Lahan Pertanian
➡️ Baca Juga: Panduan Sewa Mobil Keluarga TRAC untuk Road Trip Nyaman Bersama Anak
