kpkgg
Daerah

Pemkab Kulon Progo Tingkatkan Produksi dan Efisiensi Biaya Melalui Optimalisasi Alsintan

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong para petani untuk memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil pertanian secara signifikan. Dengan memanfaatkan alsintan secara optimal, petani dapat mengadopsi teknologi modern yang akan berkontribusi pada peningkatan produktivitas lahan pertanian di daerah tersebut.

Peran Alsintan dalam Pertanian Modern

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa alsintan yang didapatkan melalui APBN adalah bantuan yang ditujukan untuk kelompok tani. Oleh karena itu, sangat dilarang untuk menyimpan, mengalihkan, atau menggunakan alat-alat tersebut untuk kepentingan pribadi.

“Yang terpenting adalah alat-alat ini harus digunakan secara maksimal dalam rangka meningkatkan produksi pertanian. Bantuan ini dimaksudkan untuk dimanfaatkan, bukan sekadar disimpan,” ungkap Agung Setyawan saat hadir dalam acara penyerahan alsintan di Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo.

Menyesuaikan Alsintan dengan Kebutuhan Lahan

Agung menekankan pentingnya penggunaan alsintan yang sesuai dengan kondisi dan luas lahan. Hal ini bertujuan agar alat yang digunakan dapat beroperasi dengan efisien. Apabila ada alat yang tidak sesuai dengan kondisi lahan penerima, Dinas Pertanian dan Pangan akan mencari solusi agar alat tersebut tetap dapat memberikan manfaat yang optimal.

Optimalisasi alsintan bukan hanya tentang efisiensi waktu dan biaya, tetapi juga tentang bagaimana teknologi pertanian dapat memperkuat ekosistem pertanian daerah. Pemkab Kulon Progo berupaya agar petani tidak hanya fokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pasar untuk meningkatkan nilai ekonomi dari produk pertanian mereka.

Pendistribusian Alsintan di Kulon Progo

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Heni Hernawati, melaporkan bahwa hingga September 2026, pihaknya telah menyalurkan 109 unit alsintan dengan total nilai mencapai Rp10,4 miliar dari APBN kepada 96 penerima manfaat.

“Dalam penyerahan tahap keempat di tahun 2026 ini, terdapat 42 unit alsintan yang disalurkan kepada 42 kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di 11 kapanewon,” tambah Heni.

  • Traktor roda empat
  • Traktor roda dua, baik rotary maupun singkal
  • Combine harvester
  • Rice transplanter
  • Power thresher dan pompa air

Penyerahan alsintan dilakukan secara simbolis dan dihadiri oleh 29 perwakilan kelompok tani dan gapoktan, serta sejumlah pejabat penting lainnya termasuk Ketua DPRD Kulon Progo dan tenaga ahli seperti Titiek Soeharto.

Testimoni dari Penerima Manfaat

Sudarman, salah satu perwakilan dari Gapoktan Glagah Sari, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan unit combine harvester yang diberikan. Unit ini akan digunakan untuk mengolah sekitar 128 hektare lahan sawah di daerahnya.

“Alhamdulillah, pemerintah telah memenuhi kebutuhan yang kami ajukan. Dengan dukungan dari anggota 15 kelompok tani, kami yakin bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” tutup Sudarman.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkab Kulon Progo berkomitmen untuk terus meningkatkan sektor pertanian melalui optimalisasi alsintan, sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian di daerah tersebut.

➡️ Baca Juga: Panen Raya Bawang Merah di Nganjuk: Keberhasilan Pertanian yang Menggembirakan

➡️ Baca Juga: Jadwal Liga Inggris: Arsenal Memulai Pertandingan Melawan Coventry City

Related Articles

Back to top button