kpkgg
Otomotif

Geely Luncurkan Teknologi Pengisian Daya 2.250 kW Berbasis AI untuk Mobil Listrik

Dalam era mobilitas yang semakin berkembang, kebutuhan akan teknologi pengisian daya yang efisien dan cepat untuk kendaraan listrik menjadi semakin mendesak. Geely Auto, salah satu produsen otomotif terkemuka dari China, telah melangkah maju dengan inovasi baru yang dapat memenuhi tuntutan ini. Mereka memperkenalkan teknologi pengisian daya berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikenal dengan nama Geely Smart Charge. Dengan kemampuan untuk mencapai daya puncak hingga 2.250 kW dari satu konektor, teknologi ini menjanjikan revolusi dalam cara kita mengisi daya mobil listrik.

Inovasi Geely Smart Charge

Geely Smart Charge merupakan hasil pengembangan cermat menggunakan model energi Xingrui PowerMind, yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengisian daya yang lebih cerdas dan efektif. Sistem ini memiliki tiga fungsi utama: Extreme Charge, Smart Charge, dan Auto Charge. Dengan memanfaatkan algoritma prediksi termal, teknologi ini dapat memprediksi perubahan suhu baterai hingga 30 detik sebelumnya. Hal ini memungkinkan penyesuaian daya pengisian secara dinamis, sehingga suhu rata-rata baterai tetap di bawah 55 derajat Celsius, dan suhu maksimum tidak melebihi 65 derajat Celsius.

Dalam pengujian yang dilakukan oleh China Automotive Technology and Research Centre (CATARC), kendaraan Lynk & Co 10 yang menggunakan teknologi Geely Smart Charge telah menunjukkan kinerja yang mengesankan. Mobil tersebut mampu mencapai daya pengisian puncak sebesar 1.093 kW. Selama proses pengisian dari 10 persen hingga 97 persen, suhu baterai tetap di bawah ambang batas 55 derajat Celsius selama 57 persen dari total waktu pengisian, dengan suhu maksimum yang tercatat adalah 64 derajat Celsius.

Generasi Baru Baterai Aegis Golden Brick

Selain memamerkan inovasi dalam pengisian daya, Geely juga meluncurkan generasi terbaru baterai Aegis Golden Brick ultra-short blade. Tersedia dalam dua versi, yaitu 12C dan 6C, baterai ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan pengisian. Versi 12C digunakan pada model Lynk & Co 10 dan Zeekr 001, menawarkan kemampuan pengisian maksimum 12C. Dalam kondisi temperatur yang optimal, pengisian dari 10 persen hingga 70 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 4 menit 30 detik, sedangkan pengisian hingga 97 persen membutuhkan waktu sekitar 8 menit 40 detik.

Untuk model Galaxy E5 terbaru, Geely menyediakan baterai 6C berukuran 370 mm. Baterai ini memiliki kemampuan pengisian maksimum 6C dan dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar 8 menit 25 detik. Inovasi ini menunjukkan komitmen Geely untuk terus meningkatkan performa dan efisiensi kendaraan listrik mereka.

Target Ambisius Pembangunan Jaringan Pengisian Daya

Geely memiliki rencana ambisius untuk membangun lebih dari 100.000 charging gun di seluruh China sampai akhir tahun 2027. Dari total jumlah tersebut, lebih dari 50.000 unit akan dilengkapi dengan teknologi Geely Smart Charge. Jaringan pengisian ini ditargetkan untuk mencakup semua wilayah county di China, sehingga memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam mengakses fasilitas pengisian daya yang cepat dan efisien.

Untuk mendukung pengguna yang memilih teknologi Geely Smart Charge, perusahaan juga telah menyiapkan program insentif menarik. Pemilik kendaraan baru yang dilengkapi dengan teknologi ini akan mendapatkan tunjangan pengisian daya sebesar 1.000 yuan per tahun selama dua tahun. Program ini memiliki total nilai 2.000 yuan dan berlaku untuk kendaraan yang dibeli sebelum 1 Januari 2028.

Peningkatan Garansi Baterai

Geely juga mengumumkan peningkatan garansi baterai untuk model-model baru dan lama yang memenuhi syarat. Garansi yang sebelumnya berlaku selama 8 tahun atau 150.000 km kini diperpanjang menjadi 8 tahun atau 200.000 km. Kebijakan ini menunjukkan kepercayaan Geely terhadap kualitas dan ketahanan produk baterai mereka, serta komitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

Potensi Dampak Teknologi Pengisian Daya 2.250 kW

Dengan peluncuran teknologi pengisian daya 2.250 kW berbasis AI, Geely tidak hanya berfokus pada peningkatan kecepatan pengisian, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan efisiensi suhu baterai. Hal ini penting untuk memastikan daya tahan baterai dalam jangka panjang dan mengurangi risiko overheating, yang sering menjadi masalah pada sistem pengisian cepat lainnya.

Teknologi ini berpotensi menjawab tantangan yang dihadapi oleh pengguna mobil listrik, terutama mengenai waktu pengisian yang sering dianggap mengganggu. Dengan kemampuan pengisian yang lebih cepat, pengguna dapat menghabiskan lebih sedikit waktu mengisi daya dan lebih banyak waktu di jalan. Ini bisa menjadi faktor penentu dalam mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.

Kesimpulan

Inovasi yang dibawa oleh Geely melalui teknologi pengisian daya 2.250 kW menunjukkan langkah signifikan dalam industri otomotif dan energi terbarukan. Dengan kemampuan pengisian yang cepat, efisiensi termal, dan dukungan infrastruktur yang luas, Geely berusaha untuk memimpin pasar mobil listrik di China dan berkontribusi terhadap transisi global menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa Geely bukan hanya berinovasi dalam produk, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas. Inisiatif ini mencerminkan visi perusahaan untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien dalam hal mobilitas.

➡️ Baca Juga: Samyang Luncurkan Kampanye Baru di Indonesia, Buldak Kini Semakin Terjangkau

➡️ Baca Juga: Syarat Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia U20 2027: Juara Grup atau Runner-up Terbaik

Related Articles

Back to top button