Satelit Sains NASA Jatuh Kembali ke Bumi
— Paragraf 1 —
CAPE CANAVERAL — Sebuah satelit sains NASA yang lama jatuh tak terkendali dari orbit dan memasuki kembali atmosfer Bumi di atas Samudra Pasifik pada hari Rabu (11/3).
— Paragraf 2 —
Angkatan Luar Angkasa AS mengatakan Van Allen Probe A memasuki atmosfer di sebelah barat Kepulauan Galapagos.
— Paragraf 3 —
NASA memperkirakan sebagian dari wahana antariksa seberat 1.323 pon (600 kilogram) itu akan selamat saat memasuki atmosfer, sebagian besar terbakar di atmosfer. Badan antariksa tersebut memperkirakan risiko cedera fisik sebesar 1 banding 4.200.
— Paragraf 4 —
Kembarannya, Van Allen Probe B, masih mengorbit Bumi, tetapi tidak lagi berfungsi.
— Paragraf 5 —
Diluncurkan pada tahun 2012, kedua wahana antariksa tersebut terbang melalui sabuk radiasi Van Allen yang mengelilingi Bumi, mempelajarinya selama tujuh tahun sebelum menghentikan operasinya.
— Paragraf 6 —
Ketika satelit-satelit tersebut kehabisan bahan bakar pada tahun 2019, NASA memperkirakan satelit-satelit itu akan tetap berada di orbit hingga tahun 2034. Namun, aktivitas matahari yang intens selama beberapa tahun terakhir mempercepat berakhirnya wahana A, kata badan antariksa tersebut. Wahana B diperkirakan tidak akan memasuki kembali atmosfer sebelum tahun 2030.
— Paragraf 7 —
Ilmuwan Belanda Marco Langbroek mengatakan bahwa semua proses memasuki kembali atmosfer sulit diprediksi, tetapi yang satu ini sangat menantang mengingat orbitnya yang eksentrik dan tidak simetris.
➡️ Baca Juga: Perkiraan Harga Semen Terbaru Maret 2026: Mulai dari Rp50 Ribuan untuk Meningkatkan Peringkat SEO Google Anda
➡️ Baca Juga: Kelenteng Hok Swie Bio Bojonegoro Tingkatkan Toleransi Ramadan dengan Menyelenggarakan Buka Puasa Gratis