slot depo 10k slot depo 10k
Teknologi

Menggunakan Charger Laptop USB-C untuk Ngecas HP, Apakah Aman atau Berisiko Merusak?

Jakarta – Seiring dengan semakin populernya laptop modern yang menggunakan charger USB-C, penggunaan port yang sama pada smartphone juga semakin meluas. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah aman mengisi daya ponsel menggunakan charger laptop USB-C? Secara umum, jawabannya adalah ya, untuk smartphone yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir, asalkan charger dan kabel yang digunakan memiliki kualitas yang baik. Dalam laporan yang dirilis oleh Engadget, dijelaskan bahwa charger laptop tidak secara otomatis mengalirkan seluruh daya yang dimilikinya ke ponsel. Protokol USB Power Delivery (USB-PD) yang diterapkan pada kedua perangkat memungkinkan mereka untuk berkomunikasi terlebih dahulu dalam menentukan kebutuhan daya yang tepat.

Charger 65W atau 100W Tidak Memaksa HP Menerima Daya Sebesar Itu

Salah satu kesalahpahaman umum adalah anggapan bahwa charger 100W akan langsung mengalirkan 100W ke ponsel. Namun, dalam sistem USB-PD, ponsel justru yang menentukan jumlah daya yang dibutuhkannya. Charger akan menawarkan tingkat daya yang tersedia, dan perangkat akan memilih tingkat daya yang dapat digunakan secara aman. Karena proses ini berlangsung sebelum daya besar dialirkan, charger dengan daya tinggi tidak akan membuat komponen ponsel menerima arus listrik lebih dari yang dirancang. Oleh karena itu, charger laptop dengan kapasitas 65W atau 100W pada prinsipnya dapat digunakan untuk smartphone modern, asalkan charger dan ponsel menerapkan standar pengisian yang sesuai.

USB Power Delivery: Standar Pengisian yang Menjamin Keamanan

USB Power Delivery atau USB-PD adalah standar pengisian yang dirancang oleh USB Implementers Forum (USB-IF). Protokol ini mengatur komunikasi antara charger dan perangkat untuk menentukan aliran daya yang tepat. Ketika ponsel terhubung, charger akan menawarkan kemampuan output yang dimilikinya, dan smartphone akan memilih daya yang sesuai dengan kemampuannya. Bahkan jika salah satu perangkat tidak mendukung USB-PD, pengisian daya tetap berlangsung pada tingkat yang lebih rendah. Sebagai contoh, charger USB-PD yang digunakan dengan ponsel non-PD akan tetap beroperasi pada output yang aman. Demikian pula, perangkat USB-PD yang disambungkan dengan charger non-PD juga akan dibatasi pada tingkat pengisian yang lebih rendah.

Apakah Charger Laptop Bisa Mempercepat Pengisian Daya Smartphone?

Mungkin saja, tetapi tidak selalu. Kecepatan pengisian tetap bergantung pada kemampuan ponsel dan protokol yang didukung. Misalnya, iPhone yang mendukung pengisian cepat memerlukan adaptor USB-C yang kompatibel dengan daya minimal 20W. Charger laptop dengan kapasitas 65W tentu lebih dari cukup, tetapi iPhone tetap akan menarik daya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pengisian yang didukung. Hal yang sama berlaku untuk smartphone Android. Jika smartphone hanya mampu menerima 18W atau 20W, menghubungkannya ke charger laptop 100W tidak akan mengubah kecepatan pengisian menjadi 100W. Daya ekstra yang ada pada charger hanya memberikan ruang untuk pengisian, dan tidak berarti seluruh kapasitas tersebut akan dipaksakan ke perangkat.

Pengecualian: Fast Charging Proprietary

Masalah lain muncul pada smartphone yang menggunakan protokol pengisian cepat proprietary. Beberapa produsen memiliki teknologi pengisian yang berdiri sendiri dan memerlukan charger khusus, serta kadang-kadang kabel tertentu untuk mencapai kecepatan maksimum. Ini berarti charger laptop USB-C mungkin dapat mengisi daya ponsel tersebut dengan aman, namun tidak menjamin kecepatan pengisian yang diiklankan oleh produsen. Oleh karena itu, penting untuk tidak beranggapan bahwa charger USB-C 100W akan memberikan daya 100W pada semua smartphone.

Waspadai Charger Murah dan Berkualitas Rendah

Risiko terbesar bukan terletak pada angka daya 65W atau 100W, melainkan pada kualitas charger dan kabel yang digunakan. Charger palsu atau yang dirancang dengan buruk mungkin tidak memiliki perlindungan yang memadai terhadap lonjakan listrik. Jika terjadi lonjakan, tegangan yang tidak sesuai dapat merusak perangkat. Selain itu, kabel USB-C berkualitas rendah juga bisa menjadi masalah. Kabel yang tidak memenuhi spesifikasi USB-C dengan baik mungkin kekurangan komponen internal yang diperlukan untuk komunikasi dan pengaturan daya yang tepat. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan bukan hanya kapasitas watt, namun juga sertifikasi keselamatan pada charger, seperti UL, ETL, atau CE.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Charger Bawaan?

Bagi smartphone modern yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir, umumnya penggunaan charger laptop USB-C bermerek dan berkualitas tidak menjadi masalah. Namun, untuk perangkat yang lebih tua, aksesori USB-C berukuran kecil, atau produk yang spesifikasinya tidak jelas, tetap lebih baik menggunakan charger bawaan. Tidak semua perangkat dilengkapi dengan pengendali internal yang sama untuk berkomunikasi dengan charger berdaya tinggi. Meskipun sebagian besar charger modern memulai proses pengisian dari tegangan rendah dan baru meningkatkan daya setelah negosiasi, perangkat yang lebih tua harus diperlakukan dengan lebih hati-hati.

Pada akhirnya, penggunaan charger laptop USB-C untuk mengisi daya ponsel dalam banyak situasi diperbolehkan. Apa yang menentukan keamanan bukan hanya daya 65W atau 100W, melainkan cara charger, kabel, dan ponsel berkomunikasi serta kualitas komponen yang digunakan. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir ketika harus meminjam charger laptop USB-C untuk ponsel Anda. Selama produk tersebut terpercaya dan kompatibel, ponsel Anda tidak akan “disetrum” 100W hanya karena tertera angka 100W di bodi charger.

➡️ Baca Juga: Trump dan Penasihat Keamanan Bahas Proposal Baru Terkait Iran di Gedung Putih

➡️ Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Domestik Diperkirakan Naik Hingga 13 Persen, Menko Perekonomian Mengonfirmasi

Related Articles

Back to top button