slot depo 10k
Video

Kelenteng Hok Swie Bio Bojonegoro Tingkatkan Toleransi Ramadan dengan Menyelenggarakan Buka Puasa Gratis

Bulan suci Ramadan di Bojonegoro, Jawa Timur, diwarnai dengan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama yang tinggi. Salah satu manifestasinya adalah kegiatan buka puasa gratis yang diselenggarakan oleh umat Konghucu di kelenteng Hok Swie Bio. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk para musafir, tetapi juga untuk abang becak, serta warga yang terpaksa bekerja jauh dari rumah selama bulan puasa.

Setiap hari Jumat selama bulan Ramadan, kelenteng Hok Swie Bio membuka pintunya untuk menyuguhkan hidangan berbuka puasa gratis bagi siapa saja yang membutuhkan. Namun, sebelum waktu berbuka tiba, warga yang hadir diajak untuk meluangkan waktu sejenak dan mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh ustaz yang dihadirkan panitia. Tujuannya adalah untuk menambah wawasan keagamaan dan menjalin rasa kebersamaan di antara mereka.

Kegiatan ini bukanlah hal baru. Sejak 14 tahun lalu, kelenteng Hok Swie Bio telah secara konsisten menyelenggarakan buka puasa gratis sebagai wujud dari kepedulian sosial mereka dan upaya mempererat toleransi antarumat beragama. Dalam setiap pelaksanaannya, panitia selalu menyiapkan sekitar 250 hingga 300 porsi makanan untuk dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan.

Saat azan maghrib berkumandang, tanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba, para musafir, abang becak, dan warga sekitar boleh mengambil hidangan yang disediakan secara bergantian. Tidak ada syarat atau batasan untuk mendapatkan hidangan gratis ini, yang penting adalah kebutuhan dan niat baik untuk berbuka puasa bersama.

Kho Tjiang San, seorang rohaniawan di kelenteng Hok Swie Bio, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang mendalam bagi mereka. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Bojonegoro. Ia berpendapat bahwa perbedaan bukanlah hal yang memisahkan, melainkan sesuatu yang memperkaya dan memperindah kehidupan bermasyarakat.

“Selama bulan Ramadan, tujuan utama kami adalah memupuk rasa kebersamaan dan toleransi. Kami ingin menunjukkan bahwa kelenteng Hok Swie Bio bukan hanya tempat ibadah umat Konghucu, tetapi juga sebagai wadah bagi masyarakat sekitar, termasuk tukang becak atau siapa pun yang membutuhkan, untuk merasakan kehangatan dan kebersamaan. Kami percaya bahwa perbedaan bukanlah jurang pemisah, tetapi sebuah keindahan yang harus kita hargai bersama,” ujar Kho Tjiang San.

Melalui kegiatan buka puasa gratis ini, kelenteng Hok Swie Bio telah berhasil menunjukkan bahwa toleransi dan kebersamaan bukanlah sekadar kata-kata, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan melalui tindakan nyata. Ini adalah bukti bahwa, di tengah keberagaman, kita bisa hidup berdampingan dalam damai dan harmoni.

➡️ Baca Juga: Terbaru! Kode Redeem ML 9 Maret 2026: Dapatkan Skin Eudora Flame Red Lips Secara Gratis

➡️ Baca Juga: Wagub Jihan Memimpin Inspeksi Mendadak Bersama TPID Provinsi Lampung: Optimasi Kinerja dan Koordinasi

Related Articles

Back to top button