kpkgg
Teknologi

Thales Luncurkan Point of Presence Kedua di Jakarta untuk Meningkatkan Keamanan Siber

Jakarta – Thales baru saja mengumumkan peluncuran Point of Presence (PoP) kedua yang berlokasi di Jakarta, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur Imperva Application Security. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta ketahanan dalam melindungi layanan digital yang berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Dengan langkah ini, Indonesia kini menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki dua PoP untuk Imperva, menjadikannya sebagai pusat keamanan siber yang lebih tangguh di kawasan ini. Peluncuran PoP kedua ini adalah respons terhadap lonjakan trafik digital dan permintaan yang meningkat dari sektor keuangan di tanah air.

Memahami Pentingnya Point of Presence di Jakarta

Pangkalan data yang aman dan terpercaya menjadi semakin krusial di tengah meningkatnya ancaman siber. Saat ini, lebih dari setengah bank terkemuka di Indonesia telah mempercayakan Imperva Application Security untuk melindungi aplikasi bisnis yang vital. Fasilitas baru yang diluncurkan oleh Thales ini beroperasi melalui penyedia pusat data yang berbeda dari PoP pertama yang dibangun pada tahun 2019. Dengan lokasi fisik yang terpisah, infrastruktur ini menyediakan redundansi geografis, pengalihan beban saat terjadi gangguan, serta memastikan bahwa alur trafik aplikasi lokal tetap berada di dalam negeri.

Menjawab Tantangan Keamanan Digital di Era Kecerdasan Buatan

Di tengah maraknya interaksi antara agen AI dan otomatisasi, kebutuhan untuk melindungi aplikasi semakin mendesak. Laporan Thales Bad Bot Report 2026 menunjukkan bahwa bot telah menyumbang lebih dari 53% dari total trafik web global pada tahun 2025, dengan serangan bot berbasis AI meningkat hingga 12,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki infrastruktur keamanan yang robust untuk menghadapi ancaman ini.

Strategi Ekspansi dan Kedaulatan Digital

Peluncuran PoP kedua di Jakarta tidak hanya bertujuan untuk memperkuat keamanan siber, tetapi juga sejalan dengan ambisi kedaulatan digital nasional. Hal ini menjadi bagian dari Roadmap Infrastruktur Digital Indonesia 2026–2030 yang diluncurkan oleh Kementerian PPN/Bappenas pada bulan Juli 2026. Dengan inisiatif ini, Indonesia berupaya untuk menguatkan posisi digitalnya di tengah tantangan global.

Dalam Perspektif Para Ahli

Fei Wen Ho, Regional Director untuk Singapore, Indonesia & Malaysia di Thales, menyatakan bahwa fase pertumbuhan digital Indonesia selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh AI dan otomatisasi. Kehadiran PoP kedua di Jakarta diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada satu pusat data dan memperkuat ekosistem digital nasional. Pernyataan ini menegaskan pentingnya infrastruktur yang dapat diandalkan untuk mendukung perkembangan teknologi di masa depan.

Kerjasama dengan Sektor Perbankan

Direktur Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Saladin D. Effendi, menyambut positif kolaborasi teknologi ini. Ia menekankan bahwa langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa layanan perbankan digital BRI tetap aman dan resilien di tengah ancaman siber yang semakin meningkat. Kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perbankan yang lebih aman bagi nasabah dan masyarakat luas.

Fitur Keamanan yang Diberikan oleh PoP Kedua

PoP baru di Jakarta menyediakan berbagai kapabilitas keamanan yang komprehensif, termasuk:

  • Web Application Firewall (WAF)
  • Advanced Bot Protection
  • API Security
  • Perlindungan DDoS
  • Layanan distribusi konten

Dengan fitur-fitur ini, Thales berkomitmen untuk menghadirkan solusi keamanan yang dapat diandalkan bagi berbagai jenis bisnis di Indonesia.

Ekspansi Jaringan Imperva di Asia Pasifik

Peluncuran PoP kedua ini juga menandai perluasan jaringan Imperva Application Security menjadi 17 PoP di kawasan Asia Pasifik dan Jepang, serta 61 PoP secara global. Ini menunjukkan komitmen Thales untuk menyediakan solusi keamanan yang lebih baik dan lebih luas bagi pelanggan di seluruh dunia.

Menanggapi Tantangan Global di Dunia Cybersecurity

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia siber, Thales berusaha untuk tetap berada di garis depan dalam inovasi teknologi keamanan. PoP kedua di Jakarta diharapkan bukan hanya memberikan perlindungan yang lebih baik untuk aplikasi bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem digital yang lebih aman di Indonesia.

Menghadapi Masa Depan Keamanan Siber

Keberadaan Point of Presence kedua di Jakarta mencerminkan komitmen Thales untuk meningkatkan infrastruktur keamanan siber di Indonesia. Dengan pertumbuhan yang pesat dalam penggunaan teknologi digital, langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk lebih siap menghadapi ancaman yang ada. Investasi dalam keamanan siber bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan yang mendesak.

Kesimpulan yang Menginspirasi

Thales, melalui peluncuran PoP kedua ini, menunjukkan bahwa keamanan siber adalah prioritas utama di era digital saat ini. Dengan infrastruktur yang lebih kuat dan kapabilitas yang lebih baik, perusahaan di Indonesia dapat lebih fokus pada inovasi dan pengembangan bisnis mereka, tanpa harus khawatir tentang ancaman siber yang mengintai. Langkah ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju kedaulatan digital dan keamanan yang lebih baik di Indonesia.

➡️ Baca Juga: BPNT September 2026 Sebesar Rp600 Ribu Mulai Cair, Segera Cek NIK Anda

➡️ Baca Juga: Kapal Virgo Tenggelam Akan Diangkat Pada Oktober, Persiapan Operasi Evakuasi Sedang Dilakukan

Related Articles

Back to top button