Tutup Pekan QRIS Nasional 2026, BI Jakarta: Digitalisasi Pasar Tradisional Dorong Ekonomi Kerakyatan

Jakarta – Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) di Wilayah DKI Jakarta berakhir pada Jumat, 15 Agustus 2026. Dalam periode lima hari yang berlangsung dari 11 hingga 15 Agustus, acara ini berfokus pada digitalisasi pasar tradisional sebagai pendorong utama ekonomi kerakyatan. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pasar lokal untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Apresiasi untuk Kerjasama yang Solid
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Reny Julianie, memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PQN 2026. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, penyedia jasa pembayaran, serta pelaku usaha dalam mendukung kesuksesan acara ini.
Menjadi Pasar yang TOKCER
Reny menambahkan, “Seluruh program yang dilaksanakan bertujuan untuk mengubah wajah Pasar Jakarta menjadi TOKCER, yang berarti Digital, Kolaboratif, dan Kalcer. Transformasi ini diperlukan untuk menjawab tantangan di era digital yang berkembang pesat.” Implementasi konsep TOKCER diharapkan dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Peran Sektor Perdagangan dalam Ekonomi DKI Jakarta
Pentingnya digitalisasi pasar tradisional juga tercermin dari kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian DKI Jakarta. Pada triwulan II 2026, sektor ini memberikan kontribusi sebesar 18,24%. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya sektor perdagangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Penyuluhan dan Kampanye QRIS
Selama PQN 2026, Bank Indonesia melaksanakan berbagai program dengan pendekatan edutainment yang menarik. Beberapa kegiatan yang diadakan antara lain:
- Pemilihan batu bacan favorit di Pasar Rawa Bening
- Mural Battle yang melibatkan seniman lokal
- Barista Battle dan Cooking Challenge di Pasar Santa
- Workshop Digital Marketing dan Digital Office di Pasar Rumput
- Sosialisasi mengenai ekonomi hijau dan pengelolaan sampah
Program-program ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada para pelaku usaha dan masyarakat.
Memperluas Kampanye QRIS TAP dan QRIS Antarnegara
Dalam kesempatan ini, Bank Indonesia juga memanfaatkan momentum PQN 2026 untuk memperluas kampanye fitur QRIS TAP dan QRIS Antarnegara. Edukasi kepada masyarakat dilakukan secara masif di berbagai lokasi strategis, termasuk di kereta Commuter Line Stasiun Jatinegara dan Kebayoran, serta dalam kegiatan Samsat Keliling untuk pembayaran pajak kendaraan. Selain itu, festival kuliner dan kegiatan wisata seperti Open Top Tour TransJakarta juga menjadi wadah untuk sosialisasi QRIS.
Keunggulan QRIS dalam Transaksi Keuangan
QRIS hadir sebagai solusi untuk mendorong transaksi keuangan yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, yang dikenal dengan istilah CEMUMUAH. Dengan kemudahan yang ditawarkan, QRIS diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor perdagangan dan pariwisata di Jakarta.
Visi Jakarta sebagai Kota Global yang Inklusif
Bank Indonesia Jakarta memiliki optimisme tinggi bahwa sinergi dan inovasi dalam digitalisasi akan terus berlanjut. Tujuan utamanya adalah mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang inklusif, berkelanjutan, dan kaya akan budaya. Kegiatan PQN 2026 juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menambah makna tersendiri bagi acara ini.
Membangun Ekonomi Kerakyatan Melalui Digitalisasi
Digitalisasi pasar tradisional merupakan langkah strategis dalam memfasilitasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku usaha kecil dan menengah dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin ketat. Salah satu tujuan utama dari digitalisasi ini adalah untuk memberikan akses lebih besar kepada masyarakat untuk terlibat dalam ekonomi digital, sehingga menciptakan peluang yang lebih luas.
Peran Teknologi dalam Mendorong Inovasi Pasar
Teknologi memainkan peran penting dalam inovasi pasar, terutama dalam hal efisiensi dan kemudahan transaksi. Penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital memberikan banyak keuntungan, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha. Hal ini mencakup:
- Pembayaran yang lebih cepat dan praktis
- Pengurangan biaya transaksi
- Keamanan yang lebih baik dalam bertransaksi
- Aksesibilitas yang lebih luas bagi pengguna
- Kemudahan dalam pelacakan transaksi
Dengan berbagai manfaat ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang beralih ke sistem pembayaran digital, yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Mendukung Digitalisasi
Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk mendukung transformasi digital di pasar tradisional. Melalui berbagai pelatihan dan workshop, pelaku usaha dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Selain itu, pendidikan mengenai literasi digital juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi tantangan di era digital.
Kesimpulan: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sinergi
Dengan berakhirnya PQN 2026, terlihat jelas bahwa digitalisasi pasar tradisional menjadi langkah strategis dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Melalui berbagai program dan kampanye yang telah dilaksanakan, Bank Indonesia bersama pihak-pihak terkait berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknologi dalam transaksi keuangan. Upaya ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta ke depan.
➡️ Baca Juga: KPK Bongkar Dana Pemerasan Pemkab Cilacap untuk THR Polisi dan Jaksa
➡️ Baca Juga: Pemprov Lampung Tingkatkan Disiplin Kerja dan Inovasi demi Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik



