slot depo 10k slot depo 10k
Rona

Daewoong Perkenalkan Fexuprazan sebagai Solusi Terapi GERD di Indonesia

Jakarta – PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia baru saja meluncurkan fexuprazan, obat terapi potassium-competitive acid blocker (P-CAB) yang dikembangkan melalui riset dan inovasi internal perusahaan. Fexuprazan ditujukan untuk pengobatan gastroesophageal reflux disease (GERD) di Indonesia, menjadikannya pilihan baru dalam penanganan penyakit ini.

Peluncuran Fexuprazan dalam Simposium Ilmiah

Peluncuran ini dilakukan dalam sebuah simposium ilmiah yang menjadi bagian dari Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) 2026, berlangsung pada 18 September 2026 di Shangri-La Jakarta. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 157 dokter spesialis gastroenterologi dan penyakit dalam dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam forum ini, Daewoong mempresentasikan sejumlah bukti klinis yang mendukung penggunaan terapi P-CAB pada pasien dengan GERD. Simposium ini juga berfungsi sebagai platform untuk bertukar pengetahuan antara para ahli gastroenterologi dari Indonesia dan Korea Selatan mengenai perkembangan terbaru dalam manajemen penyakit saluran cerna.

Prevalensi GERD dan Pentingnya Terapi yang Efektif

GERD telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin mendapat perhatian, seiring dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat modern. Menurut Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit GERD di Indonesia 2022, prevalensi GERD di kalangan populasi umum Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 9,35 persen.

Data dari IQVIA yang dirilis oleh Daewoong menunjukkan bahwa pasar obat antiulkus di Indonesia diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun atau setara dengan US$164,3 juta pada tahun 2025, dengan laju pertumbuhan tahunan sekitar 6 persen. Ini menandakan adanya kebutuhan yang signifikan terhadap terapi yang lebih efektif untuk mengatasi GERD.

Di tingkat rumah sakit rujukan, sekitar 55,4 persen pasien dengan GERD mengalami esofagitis erosif, kondisi ini menjadi pertimbangan penting dalam penentuan diagnosis serta strategi pengobatan yang tepat bagi pasien.

Strategi Terapi yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Pasien

Dalam simposium tersebut, fokus diskusi diarahkan pada strategi terapi GERD yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien, dengan mengacu pada bukti klinis yang relevan. Salah satu materi utama yang dibahas adalah hasil uji klinis yang melibatkan 134 pasien di tiga rumah sakit besar di Jakarta.

Simposium ini dipimpin oleh Prof. Ji Won Kim, M.D., Presiden-Elect Korean Gastroenterology Association sekaligus Profesor di Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Seoul National University College of Medicine, SMG-SNU Boramae Medical Center, bersama dengan Prof. Dr. dr. Hery Djagat Purnomo, Sp.PD, K-GEH dari RSUD Dr. Soetomo.

Pentingnya Fexuprazan dalam Terapi GERD Global

Prof. Ji Won Kim menegaskan bahwa peluncuran fexuprazan di Indonesia merupakan langkah penting dalam evolusi terapi P-CAB bagi pasien GERD di seluruh dunia. Menurutnya, kehadiran fexuprazan dapat memberikan harapan baru bagi banyak pasien yang menderita kondisi ini.

“Peluncuran resmi fexuprazan di Indonesia adalah momen yang sangat berarti. Sebagai terapi P-CAB generasi baru, kami berharap fexuprazan dapat menjadi salah satu tonggak baru dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien GERD di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangannya pada Rabu (23/9).

Bukti Klinis dan Dukungan dari Para Ahli

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD, K-GEH, FACG, FACP, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), menyatakan bahwa tingginya proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif di Indonesia menunjukkan kebutuhan mendesak akan strategi terapi yang lebih efektif.

“Ini menunjukkan adanya kebutuhan klinis yang mendesak akan terapi generasi baru yang dapat memberikan supresi asam yang cepat dan kuat sejak awal pengobatan,” jelas Prof. Ari.

Dia menambahkan bahwa penyusunan panduan terapi yang berdasarkan pada bukti ilmiah serta kondisi pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia sangat penting. Ini termasuk dukungan data klinis yang melibatkan pasien Indonesia secara langsung.

Perkembangan P-CAB di Korea Selatan

Dari perspektif internasional, Prof. Ahn Ji Yong, Profesor Gastroenterologi di Asan Medical Center dan Universitas Ulsan College of Medicine, memperkenalkan perkembangan penggunaan P-CAB di Korea Selatan. Ia mencatat bahwa P-CAB telah berkembang sebagai pendekatan yang penting untuk memenuhi kebutuhan klinis yang belum sepenuhnya teratasi oleh penggunaan proton pump inhibitor (PPI) konvensional.

Adopsi P-CAB dalam praktik klinis di Korea Selatan menunjukkan hasil yang menjanjikan, dan hal ini memberikan inspirasi bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk mengembangkan strategi terapi yang lebih efektif dan berbasis bukti.

Manfaat Fexuprazan bagi Pasien GERD

Fexuprazan menawarkan beberapa manfaat bagi pasien yang menderita GERD, antara lain:

  • Supresi Asam yang Cepat: Fexuprazan memberikan efek supresi asam yang lebih cepat dibandingkan dengan terapi konvensional.
  • Efektivitas Jangka Panjang: Terapi ini dirancang untuk memberikan efektivitas jangka panjang dalam mengatasi gejala GERD.
  • Profil Keamanan yang Baik: Fexuprazan telah menunjukkan profil keamanan yang baik dalam uji klinis.
  • Pengurangan Gejala: Pasien melaporkan pengurangan gejala yang signifikan setelah penggunaan fexuprazan.
  • Kemudahan Penggunaan: Formulasi fexuprazan memudahkan pasien dalam menjalani terapi.

Dengan semua keunggulan ini, fexuprazan berpotensi menjadi solusi yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan GERD di Indonesia, menawarkan harapan baru bagi pasien dan tenaga medis dalam upaya meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kesempatan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien

Peluncuran fexuprazan juga membuka peluang bagi kolaborasi lebih jauh antara tenaga medis di Indonesia dan Korea Selatan dalam penelitian dan pengembangan terapi untuk GERD. Kerja sama ini dapat menciptakan inovasi yang dapat diadopsi secara lokal.

Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan akan ada lebih banyak data klinis yang mendukung penggunaan fexuprazan di Indonesia, yang akan membantu dokter dalam merumuskan strategi pengobatan yang lebih efektif bagi pasien GERD.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kondisi ini dan dengan dukungan dari produk terapi baru seperti fexuprazan, diharapkan prevalensi GERD dapat dikendalikan dengan lebih baik, dan kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan.

➡️ Baca Juga: Tarif Aktual Kulkas Dua Pintu Sharp Terbaru 2026 untuk Peningkatan Peringkat Google Anda

➡️ Baca Juga: PT KAI Luncurkan Tiga Rute Kereta Baru Menuju Jakarta untuk Kenyamanan Perjalanan Anda

Related Articles

Back to top button