slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Dukung Ekosistem AI Nasional dengan Listrik Baseload Panas Bumi untuk Data Center Hijau

Panas bumi sebagai sumber energi terbarukan kini semakin mendapat perhatian sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia, terutama dalam mendukung pertumbuhan pusat data dan ekosistem kecerdasan buatan (AI). PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan bahwa panas bumi memiliki potensi besar sebagai sumber listrik baseload yang dapat diandalkan. Dalam diskusi bertajuk “Membangun AI Factory Hub Indonesia: Kesiapan Pusat Data, Ketahanan Energi, dan Efisiensi Berskala” yang berlangsung di The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 di Jakarta, Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengeksplorasi pentingnya peran panas bumi dalam mendukung perkembangan AI di tanah air.

Transformasi Digital dan Kebutuhan Energi yang Stabil

Data yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa Indonesia sedang menuju era transformasi digital yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan pusat data. Dengan 235,26 juta pengguna internet dan diperkirakan 185 fasilitas pusat data yang akan terus bertambah hingga tahun 2029/2030, kebutuhan akan pasokan listrik yang stabil dan bersih menjadi sangat krusial. Ahmad Yani menekankan bahwa pusat data dan AI factory memiliki kebutuhan spesifik, di mana penyediaan listrik harus selalu ada dan tidak terputus, yang menjadi tantangan bagi sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten.

Dalam konteks ini, panas bumi muncul sebagai pilihan yang tepat. Energi ini tidak hanya bersih dan ramah lingkungan, tetapi juga dapat menyediakan pasokan listrik yang stabil sepanjang waktu. Ahmad Yani menjelaskan, “Pusat data membutuhkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Panas bumi, sebagai sumber energi domestik, dapat memenuhi kebutuhan ini secara efektif.”

Inisiatif PGE dalam Mengembangkan Pusat Data Hijau

PGE telah melaksanakan langkah konkret untuk mengembangkan elektrifikasi pusat data hijau dengan memanfaatkan energi panas bumi, terutama di Area Kamojang, Jawa Barat. Proyek ini dirancang sebagai pilot project dan proof of concept guna memvalidasi model bisnis, memahami kebutuhan calon pengguna, dan mempersiapkan pasar untuk solusi energi yang berkelanjutan.

Langkah Kunci untuk Optimalisasi Data Center Berbasis Energi Terbarukan

Untuk mendorong pengembangan pusat data yang berbasis energi terbarukan, terutama yang memanfaatkan panas bumi, diperlukan dukungan penuh dari berbagai pihak. Ahmad Yani menyebutkan beberapa langkah kunci yang harus diambil:

  • Menyempurnakan regulasi tarif agar lebih kompetitif, transparan, dan dapat diprediksi.
  • Memperluas pemanfaatan insentif fiskal dan pembiayaan hijau.
  • Memperkuat sinkronisasi antara Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), jaringan, Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA), dan target Commercial Operation Date (COD).
  • Menyesuaikan strategi dengan kebijakan pemerintah dalam kerangka pengembangan pusat data dan panas bumi nasional.

Strategi Beyond Electricity PGE

Inisiatif elektrifikasi pusat data hijau ini merupakan bagian dari strategi PGE yang dikenal sebagai Beyond Electricity. Strategi ini tidak hanya mencakup elektrifikasi hidrogen hijau, tetapi juga pemanfaatan langsung uap panas bumi, serta penyediaan layanan teknologi dan laboratorium. Tujuannya adalah untuk menciptakan permintaan baru bagi energi panas bumi serta mempercepat pemanfaatan potensi yang selama ini belum tergali.

Target Pertumbuhan Kapasitas Energi Panas Bumi

Dari sisi kapasitas, PGE menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan menuju sekitar 1 gigawatt (GW) pada tahun 2028 dan sekitar 1,8 GW pada tahun 2034. Target ini akan didukung oleh portofolio sumber daya yang diperkirakan mencapai sekitar 3 GW, dengan pengembangan yang terencana melalui proyek-proyek yang jelas dan terukur.

Pengembangan sumber energi panas bumi ini sejalan dengan agenda swasembada energi pemerintah, termasuk alokasi 5,2 GW panas bumi dalam RUPTL. Ini juga mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi produsen panas bumi terbesar di dunia pada tahun 2030.

Momentum Seratus Tahun Panas Bumi Nasional

Tahun ini menandai peringatan seratus tahun pengembangan panas bumi nasional. Ahmad Yani menekankan bahwa ini adalah momentum penting yang tidak akan datang dua kali. “Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mempercepat pengembangan kapasitas dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia,” ujarnya.

Pencapaian Penghargaan di EBTKE ConEx 2026

Dalam acara yang sama, PGE berhasil meraih empat penghargaan dalam kategori Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026 di bidang panas bumi. Di kategori Penerapan Teknologi Panas Bumi untuk Pemanfaatan Langsung, PGE Area Ulubelu meraih Juara 2 lewat Geothermal Greenhouse, sementara PGE Area Kamojang meraih Juara 3 dengan Geothermal Drytube.

Di sisi lain, dalam kategori Pembukaan Green Jobs dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Lokal dari Pemanfaatan Langsung Panas Bumi, PGE Area Kamojang juga meraih Juara 1 melalui Geothermal Dryhouse, diikuti dengan PGE Area Lahendong yang meraih Juara 2 lewat Pupuk Booster Katrili.

Penghargaan-penghargaan ini mencerminkan komitmen PGE dalam mengembangkan teknologi dan inovasi yang mendukung penggunaan energi panas bumi secara berkelanjutan, serta kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pengembangan kapasitas lokal.

Mendorong Inovasi untuk Masa Depan Energi Terbarukan

Dengan potensi yang dimiliki, panas bumi diharapkan dapat menjadi tulang punggung bagi pengembangan pusat data hijau dan ekosistem AI di Indonesia. Inovasi dalam teknologi dan pengembangan kebijakan yang mendukung akan sangat penting untuk memastikan bahwa energi panas bumi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pada akhirnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat akan menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan pusat data yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan listrik baseload panas bumi, Indonesia tidak hanya akan memenuhi kebutuhan energi domestik tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan global.

➡️ Baca Juga: Pansus DPRD Samarinda Identifikasi Anomali dalam Proyek TPA yang Perlu Ditindaklanjuti

➡️ Baca Juga: 5 Drama Korea Thriller Psikopat yang Menegangkan: Temukan ‘Mouse’ dan ‘Voice’!

Related Articles

Back to top button