Guru Siti Nurlaela Fokus pada Peningkatan Kualitas Guru di Hardiknas 2026

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi harapan baru bagi banyak guru di Indonesia, termasuk Siti Nurlaela, seorang pendidik di SDN Cipayung 1 Ciputat, Tangerang Selatan. Ia berharap pemerintah dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas guru, yang menurutnya merupakan kunci untuk memajukan pendidikan di tanah air. “Saya berharap pendidikan Indonesia semakin berkembang, terutama dalam hal kualitas guru,” ungkap Siti Nurlaela. Dalam pandangannya, peningkatan kualitas guru tidak hanya berdampak pada mereka sendiri, tetapi juga pada kemampuan siswa yang mereka ajar.
Pentingnya Peningkatan Kualitas Guru
Peningkatan kualitas guru menjadi salah satu isu sentral dalam dunia pendidikan. Guru yang berkualitas memiliki dampak signifikan terhadap prestasi siswa. Siti Nurlaela menekankan pentingnya pelatihan sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut. “Saya berharap semua guru dapat meningkatkan profesionalitasnya, misalnya melalui pelatihan yang teratur,” tegasnya.
Pelatihan yang rutin dapat membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru, sehingga mereka dapat mengajar dengan lebih efektif. Siti mengusulkan agar pemerintah mengadakan pelatihan setiap tiga bulan untuk memastikan guru tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru dalam pendidikan.
Model Pelatihan yang Dibutuhkan
Dalam wawancaranya, Nurlaela menjelaskan bahwa pelatihan yang diperlukan bisa beragam, mulai dari metode pembelajaran hingga pengembangan kurikulum. “Mau pelatihan apa saja, bisa model pembelajaran atau yang lainnya, kami terbuka,” ujarnya. Ia percaya bahwa pelatihan dapat membangkitkan semangat para guru dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mendidik siswa.
- Pelatihan metodologi pengajaran
- Pelatihan penggunaan teknologi dalam pembelajaran
- Pelatihan pengembangan kurikulum
- Pelatihan manajemen kelas
- Pelatihan pengembangan diri dan profesionalisme
Program Pelatihan oleh Kementerian Pendidikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga telah merancang beberapa program pelatihan untuk tahun 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan dukungan bagi peningkatan kualitas guru. Dalam program tersebut, terdapat setidaknya empat jenis pelatihan yang akan dilaksanakan.
Pelatihan Bahasa Inggris
Pelatihan pertama adalah untuk guru bahasa Inggris. Ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah. “Kami akan mengadakan pelatihan khusus untuk guru-guru bahasa Inggris,” jelas Mu’ti. Dengan peningkatan kemampuan ini, diharapkan siswa dapat lebih mahir dalam berbahasa Inggris.
Pelatihan Coding dan AI
Selain itu, pelatihan coding dan kecerdasan buatan (AI) juga akan diperkenalkan. Mu’ti menekankan pentingnya pengetahuan mengenai teknologi ini seiring dengan perkembangan kurikulum yang mencakup mata pelajaran coding dan AI di sekolah. “Untuk tingkat SD, coding dan AI bisa diajarkan mulai kelas 4, sedangkan SMP dan SMA bisa di semua tingkat,” katanya.
Pelatihan Bimbingan Konseling
Pentingnya pelatihan bimbingan konseling (BK) juga menjadi sorotan. Semua guru akan dilatih untuk melaksanakan tugas bimbingan konseling, yang merupakan bagian integral dari pendidikan. “Kami akan memberikan pelatihan ke-BK-an, karena semua guru nanti akan melaksanakan tugas BK,” ungkap Mu’ti.
Pembelajaran Dengan Metode Deep Learning
Terakhir, ada fokus pada pelatihan metode pembelajaran yang dikenal dengan deep learning. Metode ini menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran dan mendorong kolaborasi serta interaksi yang lebih baik antara guru dan siswa.
- Strategi Mengajar: Memilih strategi yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran.
- Kemitraan Pembelajaran: Membangun hubungan dinamis antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas.
- Lingkungan Pembelajaran: Mengintegrasikan ruang fisik dan virtual untuk mendukung pembelajaran.
- Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan
Siti Nurlaela optimis bahwa dengan pelatihan yang tepat, kualitas guru di Indonesia akan meningkat signifikan. “Dengan pelatihan, kami merasa mendapatkan ilmu baru yang harus segera kami transfer ke siswa,” tutupnya. Keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru, dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah ini diharapkan dapat membawa perubahan positif.
Dengan demikian, momentum Hardiknas 2026 bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan panggilan untuk bertindak bagi semua pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Peningkatan kualitas guru harus menjadi prioritas utama untuk menciptakan generasi yang cerdas dan kompetitif di masa depan.
➡️ Baca Juga: Pemkab Bogor Tanggap Atasi Banjir Ciomas, Warga Kembali ke Rumah dengan Aman
➡️ Baca Juga: Gaji Developer untuk Game Triple A Mencapai Angka di Atas 300 Juta Dollar




