kpkgg
Daerah

Pemkab Bangkalan Tingkatkan Mitigasi Bencana di Seluruh Destinasi Wisata

Pemerintah Kabupaten Bangkalan, yang terletak di Jawa Timur, menggalakkan program mitigasi bencana di destinasi wisata sebagai langkah proaktif untuk memastikan keselamatan pengunjung. Dalam upaya ini, mereka memberikan pendidikan mengenai kesiapsiagaan bencana kepada kelompok sadar wisata yang ada di daerah tersebut. Hal ini menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga keselamatan setiap individu yang datang berkunjung.

Memahami Pentingnya Mitigasi Bencana di Destinasi Wisata

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Muh Zainul Qomar, menekankan bahwa pentingnya memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan tidak dapat diabaikan. Ia menyatakan, “Wisata yang baik bukan hanya menarik, tetapi juga harus menciptakan rasa aman bagi semua pengunjung.” Ini menunjukkan bahwa mitigasi bencana wisata harus menjadi prioritas dalam pengelolaan objek wisata, bukan sekadar pelengkap.

Perencanaan dan Pelaksanaan yang Terintegrasi

Menurut Zainul, setiap destinasi wisata memiliki karakteristik risiko yang unik, sehingga penting bagi pengelola objek wisata untuk memahami dan mengelola risiko tersebut dengan baik. Program pendidikan melek bencana yang ditujukan untuk pengelola objek wisata merupakan bagian dari implementasi program bernama ‘B-TOURSAFE’ (Bangkalan Tourism Safety and Resilience Framework). Ini adalah kerangka kerja yang dirancang untuk menciptakan destinasi wisata yang tangguh terhadap bencana.

Komitmen Terhadap Kesiapsiagaan dan Pencegahan

Lebih lanjut, Zainul menjelaskan bahwa pendekatan yang diambil dalam B-TOURSAFE tidak hanya berfokus pada penanganan setelah terjadinya bencana, tetapi juga lebih pada pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, respons, serta evaluasi pascabencana. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung.

Langkah-Langkah dalam Program B-TOURSAFE

Melalui inisiatif ini, BPBD mendorong pemetaan risiko di berbagai destinasi wisata. Beberapa langkah yang diambil dalam program ini meliputi:

  • Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan kedaruratan
  • Penyediaan rambu-rambu serta jalur evakuasi yang jelas
  • Menetapkan titik kumpul untuk keadaan darurat
  • Mengembangkan sistem informasi risiko yang mudah diakses
  • Melaksanakan edukasi, pelatihan, dan simulasi secara berkala

Memanfaatkan Teknologi untuk Keamanan Wisata

Program ini juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi modern melalui pengembangan dashboard B-TOURSAFE. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung dokumentasi, pelaporan, dan evaluasi tingkat ketangguhan destinasi wisata. Dengan pendekatan yang berbasis data, diharapkan pengelola dapat lebih efektif dalam mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko yang ada.

Kerjasama Multi-Pihak dalam Pengelolaan Wisata Aman

Inisiatif wisata aman bencana ini melibatkan kolaborasi antara Pemkab Bangkalan, kecamatan, desa, pengelola objek wisata, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media massa. Kerjasama ini menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya mitigasi bencana di sektor pariwisata.

Pilar-Pilar Utama B-TOURSAFE

B-TOURSAFE memiliki enam pilar utama yang menjadi dasar bagi pengembangan objek wisata yang aman dan tangguh:

  • Kebijakan dan regulasi yang mendukung
  • Kelembagaan dan kolaborasi yang efektif
  • Kajian risiko dan informasi yang akurat
  • Kapasitas dan kesiapsiagaan yang memadai
  • Infrastruktur dan keselamatan yang terjamin
  • Digitalisasi dan monitoring yang berkelanjutan

Menjamin Keselamatan Melalui Kebijakan dan Sumber Daya

Keenam pilar ini berfungsi untuk memastikan bahwa aspek keselamatan tidak hanya terfokus pada penyediaan fasilitas fisik. Kebijakan, kapasitas sumber daya manusia, serta sistem informasi yang baik juga harus diperkuat untuk menciptakan koordinasi lintas sektor yang efisien.

Mewujudkan Pengalaman Wisata yang Aman dan Berkesan

Target dari semua upaya ini cukup sederhana, tetapi sangat penting. “Kami ingin setiap orang yang datang ke Bangkalan untuk berwisata, menikmati potensi daerah, dan pulang dengan membawa pengalaman yang baik. Rasa aman harus menjadi bagian integral dari pengalaman tersebut,” jelas Zainul. Ini adalah komitmen yang jelas untuk membangun destinasi wisata yang tidak hanya aman, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.

Membangun Destinasi yang Tangguh dan Berkelanjutan

Melalui program mitigasi bencana ini, diharapkan pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangkalan tidak hanya berfokus pada peningkatan daya tarik dan kunjungan wisatawan. Namun, juga membangun destinasi yang mampu menghadapi berbagai potensi risiko dengan baik. Dengan langkah-langkah yang tepat, Kabupaten Bangkalan berupaya untuk menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pengelolaan pariwisata yang aman dan tangguh.

➡️ Baca Juga: Dokumen Penting untuk SKD Poltekpin 2026 yang Wajib Dibawa, Pastikan Tidak Terlewat!

➡️ Baca Juga: Bupati Imron Napak Tilas Menyambut Peringatan Hari Jadi Ke-544 Kabupaten Cirebon

Related Articles

Back to top button