HUT ke-81 RI: Ngatiyana Tanggapi Isu Pengangguran dan Kemiskinan di Cimahi

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Cimahi bukan sekadar acara seremonial belaka. Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen bahwa momen penting ini harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan yang telah dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks ini, tantangan yang berkaitan dengan masalah sosial, terutama pengangguran di Cimahi, menjadi sorotan utama yang memerlukan perhatian serius.
Perhatian Wali Kota Terhadap Isu Sosial
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengungkapkan beberapa isu krusial yang harus dihadapi oleh pemerintah daerah, termasuk pengangguran, kemiskinan, infrastruktur, serta masalah lingkungan. Setiap masalah ini memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat dan perlu ditangani secara holistik.
Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Ngatiyana menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Cimahi yang diproyeksikan mencapai 5,33 persen pada tahun 2025 harus diimbangi dengan upaya penciptaan lapangan kerja yang memadai. Ia menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi tidak hanya sekadar statistik, tetapi harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mereka.
“Setelah 81 tahun merdeka, kita perlu bertanya bukan hanya tentang status kemerdekaan kita, tetapi sejauh mana kemerdekaan itu dapat dirasakan oleh rakyat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan tegas.
Data Ketenagakerjaan di Cimahi
Masalah ketenagakerjaan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kemajuan suatu daerah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2025 tercatat mencapai 319.239 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebanyak 7.380 orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tren Partisipasi Angkatan Kerja
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan, dari 66,52 persen pada Agustus 2024 menjadi 67,06 persen pada Agustus 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa lebih banyak warga Cimahi yang terlibat dalam aktivitas ekonomi.
- Angkatan kerja: 319.239 orang
- Peningkatan angkatan kerja: 7.380 orang
- TPAK Agustus 2024: 66,52%
- TPAK Agustus 2025: 67,06%
- Pekerja formal: 177.631 orang
Sementara itu, jumlah penduduk yang memiliki pekerjaan juga menunjukkan perbaikan, dengan total 291.297 orang yang bekerja, meningkat 7.417 orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 60,98 persen atau 177.631 orang bekerja di sektor formal, yang menunjukkan peningkatan sebesar 5.247 orang.
Tantangan Pengangguran di Cimahi
Meskipun ada kemajuan dalam sektor ketenagakerjaan, tantangan terkait pengangguran tetap menjadi masalah yang perlu diatasi. Menurut BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Cimahi pada Agustus 2025 tercatat sebesar 8,75 persen. Angka ini menunjukkan penurunan 0,22 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2024 yang mencapai 8,97 persen.
Kondisi Kemiskinan di Kota Cimahi
Di sisi lain, angka kemiskinan di Cimahi menunjukkan tren perbaikan. BPS mencatat bahwa pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Kota Cimahi tercatat sebanyak 25.965 jiwa, yang setara dengan 4,20 persen dari total populasi. Persentase ini mengalami penurunan 0,19 poin dibandingkan Maret 2024, di mana jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 27 ribu jiwa.
- Penduduk miskin Maret 2025: 25.965 jiwa
- Penduduk miskin Maret 2024: sekitar 27.000 jiwa
- Penduduk miskin 2023: 28.560 jiwa
- Persentase kemiskinan Maret 2025: 4,20%
- Penurunan kemiskinan: 0,19 poin
Penurunan jumlah penduduk miskin ini terjadi meskipun garis kemiskinan terus meningkat. Pada tahun 2025, garis kemiskinan Kota Cimahi tercatat sebesar Rp642.016 per kapita per bulan, yang meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu Rp612.567 pada 2024 dan Rp590.197 pada 2023.
Strategi untuk Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan
Dalam menghadapi tantangan pengangguran dan kemiskinan, pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk melaksanakan berbagai strategi. Ini termasuk peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan, serta pengembangan sektor-sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja secara optimal.
Peluang Kerja Melalui Program Pemerintah
Program-program yang dirancang untuk menciptakan peluang kerja dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja akan menjadi fokus utama. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
- Pengembangan pelatihan vokasi untuk tenaga kerja muda.
- Kolaborasi dengan sektor swasta untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
- Peningkatan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
- Pemberdayaan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
- Peningkatan akses ke modal bagi pelaku usaha kecil.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Cimahi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan.
Kesimpulan
Peringatan HUT ke-81 RI di Kota Cimahi harus menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian dan tantangan yang dihadapi. Isu pengangguran dan kemiskinan perlu menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan Kota Cimahi dapat mencapai kemajuan yang lebih signifikan dalam mengatasi permasalahan ini.
➡️ Baca Juga: Peningkatan Jumlah Mapel Pilihan TKA SMA/SMK 2026 Menjadi 69, Inilah Rinciannya
➡️ Baca Juga: EPA U19 Kolaborasi dengan 20 Akademi Sepak Bola untuk Membangun Masa Depan Indonesia



