slot depo 10k slot depo 10k
Luar Negeri

PBB Mengungkapkan Lebih dari 50% Permukaan Tanah Dunia Mengalami Degradasi

Lebih dari setengah dari total permukaan tanah di seluruh dunia berada dalam kondisi yang memprihatinkan, yang berpotensi mengancam ketahanan pangan global serta keberagaman hayati yang ada. Meski berbagai metode yang efektif untuk memperbaiki kesehatan tanah telah diketahui, penerapannya masih sangat minim. Hal ini diungkapkan dalam laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang dirilis pada tanggal 27 Agustus.

Peralihan Paradigma dalam Pengelolaan Tanah

FAO menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap pengelolaan tanah, dari eksploitasi menjadi pengelolaan yang berkelanjutan. Dalam laporan tersebut, mereka menegaskan bahwa pengelolaan yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif.

Peranan Tanah dalam Produksi Pangan dan Keanekaragaman Hayati

Tanah berfungsi sebagai fondasi bagi 95 persen dari seluruh produksi pangan di dunia, dan menjadi habitat bagi 59 persen dari total keanekaragaman hayati global. Selain itu, tanah juga berperan sebagai penyerap karbon terbesar kedua setelah lautan, yang menambah pentingnya menjaga kualitasnya.

Kenaikan Degradasi Tanah yang Mengkhawatirkan

Meski tanah memiliki banyak peranan vital, tingkat degradasi tanah terus meningkat dengan cepat. Para penulis laporan mencatat bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Data Mengenai Kondisi Pengelolaan Tanah

Hasil laporan menunjukkan bahwa 52,5 persen dari wilayah dan subwilayah di dunia mengalami kondisi pengelolaan tanah yang buruk atau sangat buruk. Hanya sekitar sepertiga dari wilayah tersebut yang memiliki pengelolaan tanah yang cukup baik, sementara hanya 14 persen yang dapat dikategorikan sebagai baik atau sangat baik.

Perbandingan dengan Laporan Sebelumnya

Laporan ini merupakan kajian kedua yang dilakukan oleh FAO mengenai kondisi tanah global, mengikuti laporan awal yang diterbitkan pada tahun 2015. Dalam analisis sebelumnya, sebagian besar tanah di dunia teridentifikasi dalam kondisi yang bervariasi dari cukup baik hingga sangat buruk.

Dampak Pertumbuhan Populasi Terhadap Kesehatan Tanah

Sejak laporan pertama dirilis, jumlah penduduk dunia meningkat sekitar 800 juta orang. Dalam periode yang bersamaan, sekitar 80 juta hektare lahan, yang setara dengan luas gabungan Prancis dan Jerman, telah dialihkan untuk keperluan pertanian utama.

Ancaman Terhadap Kesehatan Tanah

Menurut para ahli, erosi merupakan ancaman paling signifikan bagi kesehatan tanah. Erosi terjadi ketika lapisan tanah terkikis dan dibawa oleh air atau angin akibat praktik pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan.

Ancaman Lain yang Perlu Diperhatikan

Terdapat beberapa ancaman lain yang juga berkontribusi terhadap degradasi permukaan tanah, antara lain:

  • Hilangnya bahan organik atau karbon organik tanah
  • Pengelolaan unsur hara yang buruk
  • Penurunan keanekaragaman hayati tanah
  • Penumpukan garam
  • Pencemaran dan ekspansi wilayah perkotaan

Hubungan Antara Perubahan Iklim dan Degradasi Tanah

Perubahan iklim diperkirakan memperburuk banyak masalah yang dihadapi oleh tanah. Sebaliknya, degradasi tanah juga dapat berkontribusi terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, upaya untuk memperbaiki kesehatan tanah dianggap dapat membantu meningkatkan ketahanan ekosistem dan mengurangi dampak dari pemanasan global.

Teknik Perlindungan dan Pemulihan Tanah

Para penulis laporan menyatakan bahwa berbagai teknik untuk melindungi serta memulihkan tanah sebenarnya sudah dikenal luas bahkan sebelum tahun 2015. Namun, penerapan teknik-teknik tersebut masih sangat terbatas di lapangan.

Perbaikan Pengelolaan Tanah yang Masih Minim

Perbaikan dalam pengelolaan tanah hanya terjadi di sekitar 10 persen dari area yang dinilai, sementara 58 persen lainnya mengalami penurunan dalam kualitas pengelolaan. Hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kondisi tanah secara global.

Metode Utama untuk Mengurangi Degradasi

Salah satu metode yang paling efektif untuk mengurangi degradasi permukaan tanah adalah dengan mengurangi atau bahkan menghentikan praktik pengolahan tanah, termasuk membajak. Aktivitas ini dapat merusak organisme dalam tanah dan membuat lapisan tanah lebih rentan terhadap erosi.

Dengan memahami berbagai tantangan yang dihadapi, serta pentingnya menjaga kesehatan tanah, kita dapat bekerja sama untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pemerintah, organisasi internasional, serta masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga dan memperbaiki kondisi tanah demi masa depan yang lebih baik.

➡️ Baca Juga: Guru Besar UI Perkenalkan Paradigma Inovatif untuk Penanganan Stroke yang Efektif

➡️ Baca Juga: DPRD DKI dan Kemendagri Tegaskan Aturan Penggunaan Anggaran Daerah yang Efektif

Related Articles

Back to top button