slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

1.232 Unit Rusun TOD Manggarai Segera Dibangun dengan FLPP 6% Tenor 40 Tahun

Jakarta – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempercepat pembangunan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) dengan target 1.232 unit di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek ini dirancang sebagai solusi hunian yang terintegrasi, menghubungkan tempat tinggal, transportasi publik, dan aktivitas ekonomi dalam satu lokasi, sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat urban.

Detail Lokasi dan Konstruksi Rusun TOD Manggarai

Pembangunan Rusun TOD Manggarai akan dilakukan di atas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mencakup dua blok, yaitu Blok F dan Blok G, dengan total area seluas 21.939 meter persegi. Rincian luas masing-masing blok adalah sebagai berikut: Blok F seluas 15.014 m2 dan Blok G seluas 6.925 m2. Lokasi ini termasuk dalam Zona Perumahan dengan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1), yang memungkinkan pembangunan hingga 36 lantai dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 55% dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) 11.

Pengembangan Menara dan Ruang Retail

Proyek ini akan mencakup tiga menara hunian serta menyediakan 150 unit ruang retail yang bertujuan untuk mendukung perekonomian lokal. Dari total unit retail, sebanyak 72 unit akan dibangun di Blok G dan 78 unit di Blok F, memberikan peluang bagi usaha kecil dan menengah di sekitar kawasan tersebut.

Variasi Tipe Hunian yang Tersedia

Ketersediaan hunian di Rusun TOD Manggarai akan menawarkan tiga tipe berbeda untuk memenuhi kebutuhan masyarakat:

  • Tipe 28 Studio: Luas 28 m2, terdiri dari 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
  • Tipe 36: Luas 36 m2, menyediakan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
  • Tipe 45: Luas 45 m2, dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

Skema Pembiayaan yang Terjangkau

Untuk memastikan aksesibilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah, hunian ini akan didukung oleh skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga rendah sebesar 6% dan tenor pembiayaan hingga 40 tahun. Ini adalah langkah strategis untuk memfasilitasi kepemilikan rumah bagi kalangan yang membutuhkan.

Jadwal Pembangunan dan Keamanan

Pembangunan tahap pertama di Blok G direncanakan mulai pada Agustus 2026, diikuti oleh Blok F yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Dalam perencanaan proyek ini, aspek keselamatan juga menjadi prioritas, di mana desain bangunan mempertimbangkan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dengan batas ketinggian maksimum 151 meter.

Pernyataan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan BUMN merupakan faktor kunci dalam mempercepat penyediaan hunian di tengah terbatasnya lahan di kota-kota besar. Ia menyatakan, “Fungsi kami adalah sebagai regulator yang membuat aturan dan kebijakan, sementara pihak KAI berperan sebagai operator yang melaksanakan pembangunan. Ini menunjukkan sinergi nyata antara KAI dan Kementerian PKP.”

Manfaat Pengembangan TOD

Pengembangan proyek TOD ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap transportasi publik, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menata kawasan padat dan kumuh menjadi lingkungan hunian yang lebih layak, aman, dan tertata dengan baik.

Percepatan Program 3 Juta Rumah

Pengembangan Rusun TOD Manggarai merupakan bagian dari inisiatif pemerintah dalam mempercepat Program 3 Juta Rumah, hasil kolaborasi antara Kementerian PKP, Kemenko Infrastruktur, Kementerian BUMN, dan PT KAI. Program ini berfokus pada penyediaan rumah yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.

Pernyataan dari Direktur Utama PT KAI

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa pihaknya telah siap untuk memulai pembangunan setelah seluruh proses tata kelola selesai. Ia menyatakan, “Kita akan melakukan groundbreaking pada tanggal 21 Agustus 2026 pukul 9 pagi dan siap untuk memulai konstruksi.”

Dengan adanya proyek Rusun TOD Manggarai, diharapkan akan tercipta solusi hunian yang tidak hanya menyelesaikan masalah ketersediaan tempat tinggal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan kualitas hidup masyarakat urban di Jakarta.

➡️ Baca Juga: Terapi Gen Inovatif Mampu Memulihkan Pendengaran Anak Hingga 90 Persen

➡️ Baca Juga: Jalur Selatan Menyediakan Pengalaman Mudik yang Unik dan Berbeda untuk Pemudik

Related Articles

Back to top button