slot depo 10k slot depo 10k
Pendidikan

President University Resmi Mengangkat Tiga Guru Besar Baru dari Alumni Sendiri

Jakarta – Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional, President University secara resmi mengukuhkan tiga guru besar baru. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam dua sesi terpisah dan mencerminkan komitmen institusi untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Tiga guru besar yang diangkat adalah Prof. Dr. Anton Wachidin Widjaja, S.E., M.M.; Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul, S.T., M.Sc.; dan Prof. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. Pencapaian ini menunjukkan bahwa President University tidak hanya mengedepankan pendidikan yang berkualitas, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui para alumni yang berhasil menjadi akademisi terkemuka.

Peran Strategis Guru Besar dalam Pendidikan

Pencapaian jabatan guru besar merupakan prestasi penting dalam karier seorang dosen. Dalam sambutannya, Samsuri, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), menekankan bahwa gelar ini bukan sekadar prestasi individu. Menjadi guru besar juga merupakan kontribusi strategis terhadap institusi dan perkembangan ilmu pengetahuan di tanah air. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas akademik, yang mencakup kejujuran dalam publikasi ilmiah dan menghindari plagiarisme serta praktik manipulasi data.

Lebih lanjut, Samsuri mengingatkan bahwa peran dosen tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan. Dosen juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter mahasiswa, yang merupakan bagian integral dari pendidikan. Dalam konteks ini, integritas akademik menjadi satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar, dan harus dijunjung tinggi oleh seluruh civitas akademika.

Pengakuan atas Capaian Akademik

Dalam acara pengukuhan yang berlangsung pada 21 April, Lukman, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, memberikan penghargaan khusus kepada President University atas pencapaian ini. Dia menekankan bahwa pengangkatan guru besar adalah bentuk pengakuan terhadap jabatan akademik tertinggi yang dapat diraih oleh seorang dosen. Dari total 333.000 dosen di Indonesia, hanya sekitar 12.000 yang berhasil mencapai posisi tersebut, menciptakan persentase yang sangat kecil, yaitu sekitar 3 persen.

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa dari 415 perguruan tinggi yang ada di wilayah Jawa Barat dan Banten, hanya 19 yang memiliki status unggul, dan President University termasuk di dalamnya. Keberadaan guru besar menjadi salah satu indikator penting dalam pencapaian tersebut, menunjukkan kualitas akademik yang tinggi di instansi tersebut.

Tantangan dan Peluang di Era Digital

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Anton Wachidin Widjaja mengangkat tema pentingnya transformasi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Sebagai Dekan Fakultas Bisnis, ia menyampaikan bahwa meskipun digitalisasi menjadi suatu kebutuhan yang mendesak, banyak UMKM yang masih menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan modal yang terbatas untuk mengadopsi teknologi baru.

  • Rendahnya literasi digital di kalangan pelaku UMKM.
  • Keterbatasan infrastruktur yang mendukung transformasi digital.
  • Keterbatasan modal untuk investasi dalam teknologi.
  • Perlu peningkatan kemampuan dan keberanian dalam melakukan transformasi.
  • Pentingnya menciptakan nilai tambah melalui inovasi digital.

Anton menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi semata, tetapi juga pada integritas dalam menjalankan bisnis. Praktik bisnis yang jujur dan transparan diperlukan untuk membangun kepercayaan di antara pelanggan dan mitra usaha. Dia juga merujuk pada temuan dari Transparency International dan World Economic Forum yang menunjukkan bahwa integritas bisnis berperan penting dalam meningkatkan reputasi UMKM dan menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

Perspektif Pemasaran dan Etika

Prof. Jhanghiz Syahrivar, yang juga merupakan alumni President University angkatan pertama, membahas tentang pentingnya pemasaran dalam konteks bisnis dan inovasi. Dalam orasinya sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran, ia mengajak audiens untuk melihat pemasaran tidak hanya sebagai fungsi manajerial yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga sebagai kekuatan yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial.

Dia menggarisbawahi bahwa pemasaran dapat memperkuat atau merusak nilai-nilai sosial yang ada. Dalam pandangannya, etika pemasaran harus menjadi fokus utama baik dalam pengajaran maupun praktik bisnis. Jhanghiz menegaskan bahwa pemasaran harus dipahami sebagai bagian dari sistem sosial yang lebih besar dan harus berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemasaran dalam Konteks Sosial

Dalam analisisnya, Jhanghiz menunjukkan bahwa praktik pemasaran sering kali mengalihkan tanggung jawab sosial kepada konsumen, terutama dalam isu keberlanjutan. Dia menyoroti bahwa masalah struktural dalam sistem produksi dan distribusi sering kali tidak mendapatkan perhatian yang cukup, sehingga memerlukan pendekatan kritis terhadap pemasaran.

  • Pemasaran sebagai alat ekonomi dan kekuatan sosial.
  • Peran etika dalam pemasaran yang berkelanjutan.
  • Pemasaran tidak hanya efektif dari segi bisnis, tetapi juga adil secara sosial.
  • Dampak sosial pemasaran yang harus dipertimbangkan.
  • Pentingnya pendekatan macromarketing dalam analisis pemasaran.

Menutup orasinya, Jhanghiz menyerukan perlunya pemahaman yang lebih dalam tentang pemasaran dari perspektif etika dan dampak sosial, agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Pentingnya Kecerdasan Buatan dalam Rekayasa Otomasi

Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul, yang diangkat sebagai Profesor Rekayasa Otomasi Berbasis Kecerdasan Buatan, membahas perkembangan pesat kecerdasan buatan, khususnya jaringan saraf tiruan. Ia mencatat bahwa dalam dua dekade terakhir, teknologi ini telah mengalami kemajuan signifikan, dengan aplikasi yang luas dalam berbagai bidang, termasuk pemrosesan teks dan citra.

Erwin menjelaskan bahwa model neural network saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan dengan model awal yang sederhana. Dengan dukungan data dalam jumlah besar, teknologi ini kini mampu belajar dari data dan beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Dia juga membahas dampak perkembangan AI terhadap dunia pendidikan tinggi, termasuk tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam memahami konsep dasar.

Akses Informasi dan Tanggung Jawab Etis

Erwin memperingatkan bahwa meskipun teknologi seperti ChatGPT dan Copilot membantu mahasiswa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, ada risiko berkurangnya pemahaman yang mendalam terhadap materi yang dipelajari. Ia menekankan bahwa meskipun AI dapat menghitung dan memprediksi, tanggung jawab etis tetap berada di tangan manusia.

  • Pentingnya penguasaan fundamental knowledge bagi mahasiswa.
  • Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam transformasi digital.
  • Membangun generasi yang mampu mengembangkan teknologi secara bertanggung jawab.
  • Pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik dalam pendidikan.
  • Menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

Menurutnya, transformasi digital seharusnya dimaknai sebagai kesempatan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga sebagai inovator yang mampu mengembangkan teknologi tersebut dengan pendekatan yang berpusat pada manusia.

Visi dan Misi President University

SD Darmono, pendiri President University sekaligus CEO PT Jababeka Tbk., menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, institusi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik dan siap menghadapi dunia profesional. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan akademik dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di pasar kerja.

Dengan visi untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki pengalaman kerja, kemampuan bahasa Inggris, dan keterampilan untuk berinteraksi dalam lingkungan internasional, Darmono berharap agar lulusan President University mampu menjadi duta bangsa dengan wawasan global yang luas dan mampu mendorong kemajuan Indonesia.

Kualitas Akademik dan Pertumbuhan Riset

Budi Susilo Soepandji, Ketua Yayasan President University, juga menekankan pencapaian institusi dalam menghasilkan guru besar sebagai indikator kualitas akademik. Hingga saat ini, President University telah memiliki delapan guru besar, yang merupakan pencapaian signifikan di tengah ketatnya persyaratan akademik di Indonesia. Keberadaan guru besar diharapkan dapat memperkuat citra akademik kampus dan mendorong pertumbuhan riset serta inovasi.

Dia berharap semakin banyak guru besar yang lahir dari President University, sehingga kualitas riset semakin berkembang dan institusi ini dapat menjadi kebanggaan di kawasan Jababeka.

Kontribusi untuk Indonesia dan Dunia

Rektor President University, Handa Abidin, menyoroti makna simbolis dari pengukuhan guru besar ini. Ia mencatat bahwa salah satu profesor yang dikukuhkan, Prof. Jhanghiz, merupakan alumni President University angkatan pertama. “Sekitar 18 tahun yang lalu, beliau lulus dari President University. Kini, beliau diresmikan sebagai profesor di kampus yang sama. Ini menunjukkan bahwa President University tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan akademisi dari alumninya sendiri,” tuturnya.

Rektor berharap agar kontribusi para guru besar tidak hanya berdampak bagi President University, tetapi juga memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan bahkan di tingkat global. Dengan demikian, pengukuhan ini tidak hanya menjadi sebuah prestasi akademik, tetapi juga tonggak sejarah bagi institusi dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

➡️ Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronis untuk Mencegah Gagal Ginjal yang Serius

➡️ Baca Juga: Guru Siti Nurlaela Fokus pada Peningkatan Kualitas Guru di Hardiknas 2026

Related Articles

Back to top button