Stephanie Poetri Menghadapi Tantangan Sebagai Duta Musik Indonesia di Panggung Global

Stephanie Poetri, seorang musisi berbakat asal Indonesia, berbagi cerita mengenai perjalanannya dalam mempromosikan identitas Indonesia di panggung musik global. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia menjelaskan bagaimana ia berusaha mengintegrasikan elemen budaya lokal ke dalam setiap karya dan penampilannya. Dari proses kreatif pembuatan lagu hingga pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi oleh musisi muda di era digital, Stephanie memberikan wawasan yang mendalam dan autentik mengenai kariernya. Melalui perjalanan ini, ia tidak hanya ingin dikenal sebagai seorang penyanyi, tetapi juga sebagai duta musik Indonesia yang membawa kebanggaan bagi bangsa.
Mengangkat Nama Indonesia di Panggung Internasional
Dalam wawancara tersebut, Stephanie mengungkapkan makna membawa nama Indonesia ke luar negeri. Dia menyatakan, “Meskipun aku memiliki paspor Amerika, aku lahir dan besar di Indonesia. Rasa kebanggaan itu selalu ada dalam diriku.” Ia mengakui bahwa meskipun kini tinggal di Los Angeles, ia tetap berusaha untuk terhubung dengan komunitas Indonesia di sana. “Banyak sekali komunitas orang Indonesia di sini, dan aku selalu berusaha untuk mencari waktu berkumpul dengan mereka,” tambahnya.
Stephanie juga menyebutkan bahwa ia kerap berkolaborasi dengan musisi Indonesia, serta berupaya menyisipkan nuansa Indonesia dalam setiap proyek yang ia kerjakan. “Setiap musik video yang aku buat, aku berusaha untuk menampilkan elemen-elemen budaya Indonesia,” ujarnya. Dengan cara ini, ia berharap dapat mengenalkan Indonesia kepada audiens internasional dan membuat mereka lebih mengenal budaya yang kaya ini.
Perayaan Kemerdekaan Indonesia di Negeri Orang
Menyinggung tentang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di luar negeri, Stephanie menceritakan rencananya untuk merayakan 17 Agustus di Los Angeles. “Biasanya aku mengundang teman-teman dari luar negeri untuk merasakan makanan Indonesia,” jelasnya. Namun, kali ini ia harus pergi ke Ohio untuk bertemu keluarga suaminya. “Aku berharap ada restoran Indonesia di Ohio. Jika ada, tolong kabari ya!” ungkapnya dengan nada ceria.
Tanggung Jawab Sebagai Duta Musik Indonesia
Stephanie mengakui bahwa menjadi representasi Indonesia di panggung internasional adalah sebuah kebanggaan sekaligus beban. “Ada kalanya aku merasa bahwa tanggung jawab ini lebih besar dari diriku sendiri,” ujarnya. Dia berkomitmen untuk menjadi representatif yang baik, tanpa kehilangan keaslian dirinya. “Aku ingin setiap orang tahu bahwa kita memiliki pengalaman yang berbeda-beda, dan tidak ada satu cara pun untuk merepresentasikan Indonesia,” lanjutnya.
Momen Kebanggaan dan Koneksi dengan Pendengar
Setiap kali tampil di depan publik, Stephanie selalu merasa terharu ketika menemukan penonton asal Indonesia. “Aku selalu bertanya kepada audiens, ‘Ada orang Indonesia di sini?’ dan biasanya pasti ada satu atau dua yang hadir,” kata Stephanie. Momen ini membuatnya merasa dekat dengan tanah airnya, terlepas dari jarak yang memisahkan.
Stephanie menjelaskan bahwa perasaan memiliki ‘a piece of home’ di mana pun ia berada sangat berarti baginya. “Saat aku melihat orang-orang yang mengenali dan merasakan kebanggaan terhadap budaya kita, itu adalah momen yang sangat membahagiakan,” tuturnya.
Menampilkan Identitas Indonesia di Kancah Internasional
Di pasar musik internasional, menunjukkan identitas Indonesia menjadi hal yang sangat penting bagi Stephanie. “Aku merasa bahwa setiap orang memiliki cerita yang berbeda, dan penting untuk membagikannya,” katanya. Dalam setiap penampilan atau lagu yang ia ciptakan, ia selalu berusaha menyisipkan elemen-elemen yang menunjukkan kebudayaan Indonesia.
Contohnya, ketika ia tampil di sebuah festival, Stephanie menggunakan aksesori batik sebagai bagian dari penampilannya. “Bagi orang-orang yang paham, mereka akan langsung mengenali itu sebagai batik,” ujarnya. Menurutnya, hal kecil seperti ini dapat memberikan kebanggaan tersendiri bagi orang Indonesia yang melihatnya.
Peluang Musisi Muda Indonesia di Era Digital
Stephanie menjelaskan bahwa peluang bagi musisi muda untuk bersaing di kancah global kini jauh lebih terbuka daripada sebelumnya. “Dengan adanya media sosial dan berbagai platform digital, setiap orang memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka,” katanya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang berada pada posisi yang sama.
“Kita harus ingat bahwa tidak semua musisi memiliki privilege yang sama. Bagi yang beruntung, penting untuk membantu mereka yang tidak seberuntung kita,” tambahnya. Stephanie berusaha menjalin komunikasi dengan musisi Indonesia lainnya dan mempromosikan mereka kepada audiens luar negeri. “Aku sering merekomendasikan penyanyi-penyanyi Indonesia kepada teman-temanku di sini, dan mereka sangat menikmati musik yang berbahasa Indonesia,” ujarnya.
Reaksi Pendengar Internasional terhadap Musik Indonesia
Ketika ditanya tentang reaksi teman-teman asingnya saat mendengarkan musik Indonesia, Stephanie mengatakan, “Mereka seringkali terkejut dan bertanya, ‘Ini bahasa Indonesia?’ Mereka merasa bahwa ada aksen yang berbeda dan lucu.” Reaksi ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan bahasa, musik tetap dapat menyatukan orang dari berbagai latar belakang.
Proses Kreatif di Balik Lagu ‘Nona’
Stephanie berbicara tentang keterlibatannya dalam lagu ‘Nona’, yang ternyata menjadi sangat populer. “Awalnya, aku tidak menyangka lagu ini akan mendapatkan perhatian yang besar. Kami sudah bekerja sama sejak lama, dan aku berperan dalam penulisan lagu tersebut,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa lagu tersebut awalnya ditujukan untuk memberikan nuansa yang lebih universal, namun kemudian berkembang menjadi sesuatu yang lebih spesifik.
Dalam proses kreatif tersebut, Stephanie menambahkan beberapa elemen cerita dari pengalamannya sehari-hari. “Aku menceritakan tentang perjalanan ke tempat kerja dan mengusulkan ide untuk menambahkan elemen lokal seperti ‘angkot’,” tambahnya. Kolaborasi ini menghasilkan lagu yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki kedalaman budaya.
Sentuhan Bahasa Indonesia yang Menarik
Stephanie mengungkapkan bahwa banyak lirik bahasa Indonesia yang muncul dalam lagu-lagunya adalah hasil kreasinya. “Sebagian besar lirik yang menggunakan bahasa Indonesia memang aku yang menulis,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa meskipun ada penulis lain dari berbagai latar belakang, ia berusaha mempertahankan keaslian bahasa yang digunakan dalam lagunya.
Inspirasi Lirik yang Relevan bagi Generasi Z
Ketika ditanya tentang lirik yang ditulisnya, Stephanie menjelaskan bahwa ia terinspirasi oleh pengalaman pribadi dan interaksi dengan teman-temannya. “Kami sering berdiskusi tentang bagaimana anak muda berbicara dan berperilaku,” ujarnya. Dari diskusi tersebut, ia menciptakan lirik yang menarik dan relevan bagi generasi muda saat ini.
Fokus pada Karya di Balik Layar
Ke depan, Stephanie berencana untuk lebih banyak berkontribusi di balik layar daripada sebagai penyanyi utama. “Aku merasa lebih senang menulis untuk orang lain dan melihat mereka menampilkan karyaku,” ungkapnya. Meski begitu, ia dan timnya sedang mempersiapkan proyek baru untuk dirilis tahun depan.
Selama ini, ia telah mulai belajar berbagai instrumen musik dan berkolaborasi dengan teman-teman yang juga produser. “Aku ingin belajar lebih banyak dan mengaplikasikan elemen tradisional Indonesia dalam karya-karya yang aku buat,” jelasnya.
Pesan untuk Musisi Muda yang Ingin Berkarir di Pasar Internasional
Stephanie memiliki pesan penting bagi musisi muda yang ingin menembus pasar global: “Selalu ikuti kata hatimu. Jangan terlalu terpengaruh oleh suara-suara di luar sana. Yang terpenting adalah menjadi diri sendiri dan menceritakan kisahmu.” Ia juga menekankan pentingnya keaslian dalam berkarya. “Jangan tergoda untuk menggunakan AI dalam proses kreatif. Proses belajar dan berjuang itu sangat penting,” tambahnya.
Harapan untuk Persatuan Musisi Indonesia
Akhirnya, Stephanie berharap agar para musisi Indonesia dapat saling mendukung dan bersatu. “Ketika satu orang sukses, seluruh komunitas akan terangkat,” katanya. Ia menekankan pentingnya solidaritas di antara musisi untuk menghadapi tantangan yang ada. “Mari kita saling bantu, terutama bagi mereka yang tidak seberuntung kita,” tutupnya dengan penuh harapan.
➡️ Baca Juga: Pelatih Arema FC Tanggapi Rekrutan Anyar Persija, Mauro Zijlstra Dinilai Masih Kurang Optimal
➡️ Baca Juga: IAEA Mengidentifikasi Berton-Berton Material Nuklir di Suriah




