Festival Sangiang Api Diharapkan Masuk KEN, Meningkatkan Potensi Wisata Bahari Bima

Festival Sangiang Api di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, diharapkan dapat menjadi salah satu acara unggulan yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas promosi budaya lokal sekaligus memaksimalkan potensi wisata bahari yang dimiliki daerah tersebut. Dengan menggabungkan aspek budaya, tradisi bahari, dan sejarah lokal, festival ini berpotensi menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Pentingnya Festival Sangiang Api untuk Wisata Bahari
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar, Festival Sangiang Api memiliki semua elemen yang diperlukan untuk menjadi agenda wisata unggulan. Festival ini tidak hanya menampilkan atraksi budaya yang kaya, tetapi juga menekankan tradisi bahari dan kekayaan sejarah Pulau Sangiang.
“Festival ini memiliki potensi yang besar. Kami berkomitmen untuk mendorong agar Festival Sangiang Api diakui dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) di masa mendatang,” ujarnya saat meresmikan Festival Sangiang Api 2026 pada 30 Agustus.
Persiapan dan Pengembangan yang Konsisten
Akbar menekankan bahwa untuk menjadikan festival ini sebagai acara berskala nasional, diperlukan persiapan yang matang dan pengembangan berkelanjutan. Hal ini mencakup penguatan konsep, penyusunan kalender kegiatan, pengelolaan acara, serta strategi promosi yang efektif.
“Kami menyadari pentingnya upaya yang konsisten agar festival ini semakin berkualitas dan mampu menarik minat yang lebih luas,” tambahnya.
Atraksi Utama Festival Sangiang Api
Salah satu daya tarik utama dalam Festival Sangiang Api adalah lomba sampan layar. Lomba ini merupakan bagian dari tradisi bahari yang telah ada sejak lama di masyarakat setempat dan menempuh jarak sekitar 7 mil atau 12 kilometer dari Pulau Sangiang menuju daratan.
Ratusan sampan berpartisipasi dalam lomba ini, yang dimulai dari garis start di Pulau Sangiang dan berakhir di Desa Sangiang Darat. Atraksi ini merupakan wujud nyata dari upaya masyarakat untuk mempertahankan warisan budaya maritim yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.
Manfaat Ekonomi dan Keterlibatan Masyarakat
Kepala Desa Sangiang, Arasid Imran, berharap agar festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
“Kami berharap Festival Sangiang Api ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga mampu merangsang ekonomi lokal, memperkenalkan budaya, serta memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan
Arasid menekankan bahwa lomba sampan layar bukan hanya sekadar perlombaan, melainkan bagian integral dari identitas masyarakat pesisir Sangiang yang perlu dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Festival Sangiang Api pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 oleh sekelompok pemuda yang ingin mengadakan lomba perahu layar di tingkat desa. Sejak tahun 2018, festival ini telah dikembangkan menjadi agenda tahunan yang terdaftar dalam kalender kegiatan resmi Kabupaten Bima.
Rangkaian Kegiatan Festival Sangiang Api 2026
Festival Sangiang Api 2026 menawarkan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, wisata, sejarah, dan edukasi. Selain lomba sampan layar, rangkaian acara termasuk:
- Lomba dayung sampan
- Pertunjukan seni dan budaya
- Pameran tenun khas Sangiang
- Demonstrasi pembuatan kapal tradisional
- Festival kuliner lokal dan bazar UMKM
Arasid menjelaskan bahwa festival ini juga berfungsi sebagai platform untuk memperkenalkan sejarah Pulau Sangiang. Ini termasuk perjalanan masyarakat setempat pasca-erupsi Gunung Sangiang Api, tradisi maritim, proses pembuatan kapal kayu, serta cerita rakyat yang kaya akan kearifan lokal.
Menggali Kearifan Lokal melalui Festival
“Festival Sangiang Api bukan hanya tentang laut dan budaya, tetapi juga tentang sejarah dan kearifan lokal yang selalu dijaga oleh masyarakat Sangiang,” jelas Arasid. Dengan demikian, festival ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk lebih mendalami dan menghargai warisan budaya yang ada.
Dengan berbagai kegiatan yang ditawarkan, Festival Sangiang Api menjadi lebih dari sekadar acara tahunan; ini adalah kesempatan untuk melibatkan masyarakat dan wisatawan dalam pengalaman yang mendalam tentang budaya dan tradisi lokal. Dengan dukungan yang tepat, festival ini berpotensi untuk berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Nusa Tenggara Barat.
➡️ Baca Juga: Aspal Buton Dapat Hemat Devisa Rp4 Triliun, Menteri PU Sampaikan Syarat Pentingnya
➡️ Baca Juga: Pemkot Singkawang Perpanjang Kontrak PPPK Paruh Waktu untuk Stabilitas Pekerjaan




